Wali Kota Madiun Maidi bersama sejumlah pejabat Forkompimda Kota Madiun menekan sirine simbol peluncuran program Papan Baja di Pasar Besar Madiun, Rabu (1/5/2019). (Madiunpos.com-AbdulJalil)

Solopos.com, MADIUN -- Pemerintah Kota(Pemkot) Madiun meluncurkan program Pelatihan dan Penempatan Bagi Pencari Kerja (Papan Baja) bertepatan pada peringatan Hari Buruh Internasional, Rabu (1/5/2019).

Sebanyak 850 warga Kota Madiun akan mengikuti berbagai pelatihan dalam program tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Madiun, Suyoto Harjo Wiyono, mengatakan Papan Baja merupakan salah satu program dari pemerintahan Maidi-Inda Raya.

Melalui program ini, pemerintah memfasilitasi warga untuk dilatih dan nantinya disalurkan di dunia kerja.

Dia menyebut ada 19 kegiatan pelatihan dalam program Papan Baja. Antara lain pelatihan menjahit, bordir, potong rambut, rias kecantikan, kursus mengemudi, dan lainnya.

"Salah satu kursus yang akan diberikan yaitu kursus mengemudi. Ini sampai bisa dan mendapatkan surat izin mengemudi (SIM). Dan tidak dipungut biaya alias gratis," jelas dia.

Berbagai pelatihan keterampilan itu, jelas Suyoto, merupakan aspirasi dari masyarakat melalui pengusulan di musrenbang di tingkat kelurahan.

Sehingga program pelatihan itu dianggap sesuai kebutuhan masyarakat.

"Kegiatan pelatihan ini bukan keinginan Disnaker, tapi disesuaikan dengan aspirasi masyarakat. Kami sudah memiliki nama-nama peserta pelatihan," jelas Suyoto.

Program ini diharapkan bisa mengurangi angka pengangguran dan sekaligus menciptakan pengusaha baru di berbagai bidang.

Setelah mengikuti pelatihan ini dan dianggap menguasai materi, warga tersebut akan disalurkan ke perusahaan. Namun, bagi yang tidak bisa masuk ke perusahaan akan diarahkan untuk berwirausaha.

Dia menjelaskan peserta program Papan Baja sebanyak 850 orang dengan usia 18 sampai 45 tahun. Setelah dilakukan proses checking dan ada kekurangan, Disnaker kembali membuka pendaftaran bagi masyarakat. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten