Tutup Iklan
Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro memegang peta Pulau Kalimantan di sela-sela wawancara tentang rencana pemindahan lokasi ibu kota, di Kantor Kementerian PPN, Jakarta, Selasa (30/7/2019). (Antara - Wahyu Putro A)

Solopos.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum lama ini mengemukakan tujuannya untuk memindahkan ibu kota negara (IKN) dari Jakarta ke salah satu provinsi di Pulau Kalimantan. Rencananya, IKN baru tersebut akan dikembangkan dengan konsep forest city, kira-kira bagaimana ya penerapannya?

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyebutkan bahwa IKN di Kalimantan selaku paru-paru dunia akan dibangun dengan konsep forest city. Dengan menerapkan konsep tersebut, kota akan memiliki 50% ruang terbuka hijau (RTH) dari total luas area.

“Jadi RTH itu nanti bisa berupa taman rekreasi, ruang hijau, kebun binatang, kebun tanaman, tempat olahraga, yang terintegrasi dengan bentang alam seperti kawasan berbukit dan daerah aliran sungai [DAS], dan struktur topografi lainnya,” katanya dalam acara Youth Talks: “Yuk Pindah Ibu Kota!” di Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Lapangan dan Monumen Pancasila Ibu Kota Baru. (Suara.com - Dok Kementerian PUPR)

Selain itu, dalam konsep forest city, kota yang dijadikan IKN nantinya akan memiliki sistem untuk mengolah energi terbarukan dan rendah karbon sehingga penggunaan energi bisa lebih efisien sekaligus mengurangi emisi karbon.

Untuk efisiensi konsumsi energi tersebut, kata Bambang diperlukan pembangunan Green Building Design melalui penerapan circular water management system, efficient lighting system, dan district cooling system.

“Jadi Kalimantan ini kan berada di garis katulistiwa, suhu udaranya rata-rata 20-30 derajat celcius, penerapan energi terbarukan seperti ini sangat diperlukan ketika mengembangkan Kalimantan menjadi IKN baru,” ungkapnya.

Kemudian, nantinya IKN juga akan dibangun dengan orientasi pada transportasi berbasis rel dan transportasi tanpa mesin seperti sepeda. Pembangunan itu mengutamakan agar penduduknya terbiasa untuk ke mana-mana dengan berjalan kaki.

Ruang Terbuka Hijau Ibu Kota Baru. (Suara.com - Dok Kementerian PUPR)

Visi Ibu Kota Baru

Seperti dikutip dalam paparan materi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Pemerintah telah memberikan gagasan desain untuk ibu kota baru.

Dalam materi itu, terdapat tiga visi yang melandaskan gagasan desain ibu kota baru. Pertama, mencerminkan identitas bangsa. Dalam visi tersebut, desain ibu kota dilandaskan pada pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945.

Visi tersebut menggambarkan Ibu Kota negara berbentuk segi lima yang merepresentasikan sebagai pancasila.

Selain itu, terdapat lapangan dan monumen pancasila seperti Monas di pusat kota. Kawasan inti pusat pemerintahan berada di sekeliling dari lapangan dan monumen pancasila.

Adapun identitas bangsa terlihat dalam desain Morfologi dan fungsi-fungsi tata kota, ruang-ruang bagi aktivitas masyarakat yang mendorong prinsip gotong royong, dan fungsi-fungsi serta wadah yang melestarikan sejarah dan budaya bangsa seperti galeri nasional, museum, gedung pertunjukan dan taman-taman kesenian.

Visi kedua yaitu mewujudkan keberlanjutan sosial, ekonomi dan lingkungan. Dalam desainnya mengintegrasikan ruang hijau dan biru. Artinya akan dibangun ruang terbuka untuk publik agar bisa berjalan lalu lalang menuju pusat kota ataupun bersepeda.

Visi ketiga yaitu mewujudkan kota cerdas dan modern berstandar internasional. Artinya, mulai dari industri, energi, keamanan, kesehatan, perumahan, hingga swalayan akan menggunakan teknologi berstandar internasional.

Transportasi Publik Ibu Kota Baru. (Suara.com - Dok. Kementerian PUPR)

Avatar
Editor:
Adib M Asfar

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten