Tutup Iklan
Inilah Daftar 23 Kasus Positif Covid-19 di Boyolali dan Klasternya
Wakil Bupati Boyolali, M. Said Hidayat (tengah), meninjau rumah sakit darurat Covid-19 Boyolali, Senin (6/4/2020). (Solopos-Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, BOYOLALI -- Jumlah pasien positif Covid-19 di Boyolali kini mencapai 23 orang dengan sebaran kasus di 10 kecamatan. Jumlah tersebut merupakan angka terkini setelah muncul dua tambahan kasus positif baru pada Sabtu (23/5/2020) lalu.

Kedua kasus tambahan itu masing-masing berasal dari Kecamatan Ngemplak dan Kecamatan Sambi. "Saat ini masih kami tracking untuk riwayat dan kontak eratnya," kata dia kepada Solopos.com, Sabtu.

Dituding Tak Becus karena Defisit APBN 2020 Membengkak, Ini Pembelaan Sri Mulyani

Selain berasal dari 10 kecamatan, sebaran kasus positif Covid-19 di Boyolali muncul dari lima klaster. Klaster-klaster penularan Covid-19 Boyolali saat ini yang terdeteksi adalah Ijtima Gowa, pelayaran, Dibal, Jakarta, tenaga kesehatan, dan penularan-penularan lokal terkait.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S. Survivalina, mengatakan untuk kasus 022, adalah pasien berinisial KG, 75, warga Kecamatan Ngemplak. Sedangkan untuk kasus tambahan kedua adalah kasus 023 dengan identitas ST, 40, warga Kecamatan Sambi.

1 Lagi Pasien Covid-19 Boyolali Sembuh, dari Klaster Dibal

Ratri mengatakan, ST merupakan kontak erat jenazah positif Covid-19 yang dimakamkan di Desa Senting, Sambi, Boyolali, belum lama ini. ST merupakan salah satu warga yang terlibat dalam proses pemakaman jenazah warga yang meninggal di salah satu rumah sakit di Jakarta. Sebelumnya warga tidak mengetahui jika jenazah tersebut merupakan pasien positif Covid-19.

Berdasarkan data yang diunggah di laman covid19.boyolali.go.id, saat ini jumlah kasus positif Covid-19 di Boyolali masih 23 kasus. Dari jumlah tersebut 13 di antaranya dinyatakan sembuh dan satu kasus meninggal dunia.

Lebaran Petugas Karantina Covid-19 di Solo, Kenakan APD Usai Salat Id

Jumlah kasus Covid-19 Boyolali yang sembuh juga meningkat cukup banyak dibandingkan data 21 Mei lalu yang baru mencapai 6 kasus.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho