Tutup Iklan

Inilah Capaian Pemerintah dalam Upaya Pemulihan Ekonomi Saat Pandemi

Terkait program pemulihan ekonomi nasional, Airlangga menjabarkan per 15 Oktober 2021 anggaran PEN telah terealisasi sebesar Rp428,21 triliun atau 57,5 persen dari pagu Rp744,77 triliun. 

 Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) mendampingi Presiden Jokowi dalam sebuah agenda. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) mendampingi Presiden Jokowi dalam sebuah agenda. (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA — Berbagai langkah pemerintah dalam program penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN) sudah dilaksanakan secara baik. Pandemi Covid-19 secara umum sudah melandai, bahkan Indonesia diyakini segera memasuki fase endemi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi kepada media menyampaikan program PEN berjalan sebagaimana diharapkan. Menurut dia, semua aktivitas masyarakat sudah berangsur pulih seperti sebelumnya, hanya memang belum benar-benar 100%. Intinya,  lanjut Airlangga momentum ini harus dijaga Bersama.

Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) kemudian menguraikan sejumlah data terkini terkait penurunan angka kasus dan penularan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

“Terjaganya pertumbuhan ekonomi dan pandemi Covid-19 yang terkendali menjadi bukti tepatnya kebijakan dan program pemerintah,” tutur Airlangga kepada wartawan, Kamis (21/10/2021).

Baca juga: Airlangga: Pemerintah Tepat Atasi Pandemi, Pertumbuhan Ekonomi Terjaga

Terkait program pemulihan ekonomi nasional, dia menerangkan, dapat dijabarkan bahwa per 15 Oktober 2021 anggaran PEN telah terealisasi sebesar Rp428,21 triliun atau 57,5 persen dari pagu Rp744,77 triliun.

Realisasi ini meliputi bidang kesehatan Rp115,84 triliun atau 53,9 persen dari pagu Rp214,96 triliun dengan manfaat penggunaan terhadap rumah sakit darurat Asrama Haji Pondok Gede dan pembagian paket obat untuk masyarakat.

Kemudian biaya perawatan untuk 580,29 ribu pasien, insentif bagi 1,26 juta nakes pusat, dan santunan kematian bagi 466 nakes, pengadaan 121,41 juta dosis vaksin serta bantuan iuran JKN bagi 34,71 juta orang.

Perlindungan Sosial

Sedangkan untuk perlindungan sosial terealisasi Rp122,47 triliun atau 65,6 persen dari pagu Rp186,64 triliun meliputi PKH bagi 10 juta KPM, Kartu Sembako bagi 17,2 juta KPM, BST bagi 9,9 juta KPM dan BLT Desa bagi 5,62 juta KPM.

Kemudian Kartu Prakerja untuk 5,91 juta orang, bantuan subsidi kuota internet bagi 36,1 juta penerima, bantuan UKT bagi 120,9 ribu siswa, subsidi listrik bagi 60,19 juta penerima, BSU bagi 6,65 juta pekerja, bantuan beras bagi 28,8 juta KPM, sembako PPKM bagi 2,39 juta KPM.

Sementara itu dukungan untuk UMKM dan koperasi terealisasi Rp62,6 triliun atau 38,5 persen dari pagu Rp162,4 triliun meliputi BPUM bagi 12,71 juta usaha, IJP bagi 2,24 juta UMKM dan 36 korporasi, serta penempatan dana bank dengan total penyaluran kredit Rp439,74 triliun bagi 5,42 juta debitur.

Lebih lanjut, subsidi bunga KUR bagi 5,61 juta debitur dan Non KUR bagi 7,2 juta debitur, PMN bagi Hutama Karya, Pelindo III dan KIW Rp8,39 triliun serta bantuan PKL kepada 311,77 ribu usaha.

Baca juga: Ziarah di Kalibata, Airlangga Ajak Kader Golkar Kenang Jasa Pahlawan

Untuk program prioritas terealisasi Rp67 triliun atau 56,8 persen dari pagu Rp117,94 triliun meliputi padat karya K/al bagi 1,23 juta tenaga kerja, pariwisata, ketahanan pangan dan fasilitas pinjaman daerah Rp10 triliun melalui PT SMI.

Sedangkan insentif usaha terealisasi Rp60,31 triliun atau 96 persen dari pagu Rp62,83 triliun meliputi PPh 21 DTP bagi 81.890 pemberi kerja, PPh Final UMKM DTP bagi 124.209 UMKM, pembebasan PPh 22 Impor bagi 9.490 WP, pengurangan angsuran PPh 25 bagi 57.529 WP.

Kemudian pengembalian pendahuluan PPN bagi 2.419 WP, penurunan tarif PPh Badan bagi seluruh WP, PPN DTP Properti bagi 768 penjual, PPnBM mobil untuk enam penjual serta Bea Masuk DTP atas nilai impor Rp2,28 triliun.

Airlangga Hartarto saat menyampaikan refleksinya terkait kinerja dua tahun pemerintah, Menko Perekonomian lebih jauh menuturkan bahwa penguatan pengendalian pandemi  berhasil mendorong ekonomi Indonesia untuk tumbuh sebesar 7,07% (yoy) pada kuartal II-2021.

Baca juga: Airlangga Tegaskan Komitmen Pemerintah Dorong Ekspor Lewat Kebijakan

Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi dalam 16 tahun terakhir. Capaian tersebut tentunya tidak terlepas dari keberhasilan upaya pemerintah dalam pengendalian pandemi Covid-19.

Airlangga Hartarto mengingatkan Kembali tentang visi dari Kabinet Indonesia Maju yang berjalan sejak Oktober 2019, di  mana telah menetapkan dan menjalankan program prioritas yang meliputi pembangunan sumber daya manusia (SDM), pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi, dan transformasi ekonomi.

Menurut Ketum Partai Golkar ini, konsumsi pemerintah terus memegang peranan aktif dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi selama pandemi, termasuk di kuartal II-2021. Alhasil, upaya ini dapat mendorong peningkatan pada komponen konsumsi rumah tangga dan investasi.

Perbaikan Aktivitas Produksi

Pulihnya permintaan domestik, lanjut dia, juga telah mendorong perbaikan aktivitas produksi sehingga membuat seluruh sektor mengalami pertumbuhan positif pada kuartal II-2021. Pemulihan yang terjadi di berbagai sektor utama, seperti sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, sektor konstruksi, serta sektor transportasi dan pergudangan mencerminkan aktivitas ekonomi sudah mulai bangkit kembali.

“Daya beli masyarakat yang terjaga selama pandemi dapat terwujud karena inflasi yang stabil di level rendah. Upaya pengendalian inflasi yang melibatkan pemerintah dan seluruh stakeholder terkait berhasil menjaga inflasi di level 1,68% (yoy) pada 2020. Hingga September 2021, inflasi juga masih terjaga rendah dan stabil di level 1,60% (yoy),” tutur Airlangga.

Sedangkan terkait investasi, baik penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA), kata Airlangga, juga mengalami kenaikan.

“PMDN dan PMA  semester I-2021 masing-masing bisa naik 3,5% dan 16,8%. Ini tentu akibat transformasi perekonomian melalui Undang-Undang Cipta Kerja,” ujar dia.

Baca juga: Menko Airlangga: Bantuan Tunai PKL & Warung di NTB Paling Tepat Sasaran

Menjelang akhir kuartal-2021, lanjut dia, berbagai leading indicator menunjukkan prospek yang baik. Dampak lonjakan kasus varian delta berhasil dimitigasi sehingga aktivitas ekonomi kembali menguat yang tercermin dari Indeks PMI Manufaktur Indonesia yang kembali di level ekspansif dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) juga kembali meningkat di September 2021.

Dari sisi kemiskinan dan pengangguran yang sempat meningkat akibat Covid-19 juga telah berhasil diturunkan. Angka kemiskinan menurun dari 10,19% pada September 2020 menjadi 10,14% pada Maret 2021. Sedangkan angka pengangguran turun dari 9,77 juta orang atau 7,07% pada Agustus 2020 menjadi 8,75 juta orang atau 6,26% pada Februari 2021.

Airlangga Hartarto menambahkan peningkatan harga komoditas dan pemulihan permintaan global turut mendorong komponen ekspor dan impor untuk tumbuh signifikan. “Ini membuat kinerja neraca perdagangan Indonesia berhasil mencatatkan surplus selama 17 bulan berturut-turut,” tutur Ketua KPCPEN.

Defisit transaksi berjalan pada 2020 dan semester I-2021 berhasil dijaga di level rendah, yakni di bawah 1% PDB. Selain itu, neraca pembayaran Indonesia juga berhasil mempertahankan surplusnya pada 2020 meskipun dilanda pandemi Covid-19. Kondisi ini turut berkontribusi terhadap ketahanan sektor eksternal Indonesia.


Berita Terkait

Berita Terkini

Tak Main-Main! Anak Muda Punya Peran Besar Tentukan Arah Presidensi G20

Kesempatan memperkuat perannya dalam Presidensi G20 kian besar karena penduduk Indonesia didominasi usia produktif.

HM Sampoerna Realisasi Investasi Rp2,3 Triliun, Ini Pesan Menko Airlangga

Penerimaan cukai sepanjang tahun 2020 mencapai Rp205,68 triliun dengan proporsi terbesar Cukai Hasil Tembakau sebesar Rp170,24 triliun atau naik sebesar 3,24%.

Kontribusi MMKSI Bagi Perjalanan Hidup Anak Panti Asuhan Saat Pandemi

Mitsubishi Children Program (MCP) adalah salah satu pilar dari tiga pilar CSR MMKSI yang membawahi program sosial MMKSI untuk kesejahteraan anak-anak, khususnya yang berada di panti asuhan.

Lebih Ngirit dan Aman, Ini Lur Sederet Keunggulan Kompor Induksi

Tidak hanya memberi banyak manfaat bagi rumah tangga, penggunaan kompor induksi juga dampak positif kepada pengurangan impor LPG.

Kinerja BPR dan BPRS Tetap Cemerlang Meski Pandemi

Industri BPR dan BPRS semakin selektif dalam penyaluran kredit atau pembiayaan di tengah persepsi tingginya risiko kredit, seiring dampak pandemi Covid-19.

7 Cara Jitu Bertransaksi Digital Biar Gak Kena Serangan Siber

Saat ini masih banyak masyarakat belum memahami bahaya serangan digital terutama di kehidupan finansialnya, padahal mereka tidak tahu kapan akan menjadi target serangan siber.

Beban Multipel Generasi Sandwich Atur Keuangan di Masa Pandemi

Orang tua yang tidak memiliki perencanaan finansial yang baik untuk masa tuanya akan berpotensi besar untuk membuat sang anak menjadi generasi sandwich berikutnya.

Gak Menang Aja Dapat Hadiah, Yakin Tak Mau Ikut Lomba Astra Ini?

Yuk ikuti Lomba Foto Astra 2021 dengan beragam hadiah menarik. Tenang, yang enggak menang juga dapat hadiah kok!

Prospek Cerah Bank Digital di Tengah Gurihnya Pasar Milenial

Bank digital diprediksi bakal berkembang signifikan seiring dengan kemudahan masyarakat dalam mengakses teknologi, sebaliknya jumlah bank konvensional diprediksi akan semakin sedikit.

Rp262,95 Triliun KUR Tersalurkan ke 6.962.882 UMKM

Realisasi KUR yang telah diberikan kepada 6.962.882 debitur ialah KUR Super Mikro sebesar Rp9,71 triliun kepada 1.104.567 debitur, KUR Mikro sebesar Rp165,86 triliun kepada 5.410.536 debitur.

Harga Minyak Goreng Melejit, BKPN Minta Pemerintah Beri Insentif

Harga minyak goreng yang beredar saat ini jauh melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah.

Laksanakan Putusan MK, Menko Airlangga Jelaskan Implementasi UU Ciptaker

Dibentuk 4 KEK baru yang telah berjalan dengan komitmen investasi lebih kurang Rp90 trilun dan saat ini terdapat berbagai komitmen investasi baru.

Melemah di Sesi Awal, IHSG Ditutup Menguat 46,74 Poin Awal Pekan Ini

IHSG dibuka melemah bergerak fluktuatif pada sesi pertama perdagangan saham, lalu pada sesi kedua, IHSG masih terus berada di teritori positif hingga penutupan bursa saham.

Nggak Ribet, Begini Cara Top Up Saldo Gopay Kamu

Gopay bisa digunakan untuk melakukan transaksi semua layanan Gojek dan ratusan rekan usaha, hingga mengirim atau menerima uang.

Rencana Kenaikan TDL Tahun Depan Diprotes, Dinilai Terburu-Buru

Kenaikan TDL yang tiba-tiba akan menyebabkan keterlambatan upaya antisipasi untuk menanggulangi dampak dari kebijakan tersebut.

Sasar Pelajar dan Mahasiswa, AXIS Dukung Vaksinasi Covid-19 di Sumbar

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melanjutkan komitmennya mendukung upaya pemerintah melawan pandemi Covid-19 di Indonesia melalui program vaksinasi bagi kalangan anak muda, pelajar dan mahasiswa.