Tutup Iklan

Inilah Bone Graft, Material Pengisi Tulang Bikinan Dosen UNS Solo & Dokter RSST Klaten 

Dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menemukan bone graft yang merupakan bone filler atau pengisi atau penyambung tulang manusia yang rusak atau patah. 

Inilah Bone Graft, Material Pengisi Tulang Bikinan Dosen UNS Solo & Dokter RSST Klaten 

SOLOPOS.COM - Dosen UNS Solo Joko Triyono menunjukkan bone graft yang merupakan bone filler (pengisi/penyambung tulang manusia) yang rusak, Jumat (13/9/2019) di kampus UNS. (Solopos-Akhmad Ludiyanto)

Solopos.com, SOLO -- Dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menemukan bone graft yang merupakan bone filler atau pengisi atau penyambung tulang manusia yang rusak atau patah. 

Bone graft berbahan tulang sapi ini merupakan jembatan bagi sel-sel pada sisi tulang yang rusak hingga tulang tersebut menyatu kembali.

Dalam kasus patah tulang, seringkali terdapat bagian/serpihan tulang yang terlepas. Sehingga saat tulang akan digabungkan kembali terdapat celah yang menghambat penyatuan. Pada saat operasi tulang, celah inilah yang kemudian diisi dengan bone filler tersebut.

Penelitian ini dilakukan Joko Triyono dari Fakultas Teknik (FT) UNS bersama dokter Suyatmi dari Fakultas Kedokteran (FK) UNS dan dokter I Dewa Nyoman Suci Anindya Murdiyantara dari RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, Klaten.

Joko Triyono mengatakan penelitian ini dilakukan sejak 2016, dilatarbelakangi antara lain bahwa semua kasus operasi patah tulang memerlukan material seperti ini dan belum ada produk lokal. Menurutnya, material yang ada sekarang berbahan sintetis dan masih impor dengan harga sangat mahal.

“Selain itu, survei 2010 jumlah pasien patah tulang di RS Ortopedi Prof. Dr. Soeharso Solo sebanyak 4.537 pasien. Artinya, kebutuhan akan bone graft ini sangat banyak,” ujarnya saat diwawancarai solopos.com di Laboratorium Material FT UNS, Jumat (13/9/2019).

Sementara itu, tulang sapi sebagai bahan untuk pembuatan bone graft sangat melimpah jumlahnya di Solo dan sekitarnya. Bahan ini bisa didapat dari di rumah-rumah pemotongan hewan (RPH). Sehingga jika produk ini ke depan dapat dimanfaatkan masyarakat, kelangsungan bahan bakunya terjamin.  

Joko menjelaskan dalam pembuatan bone graft ini diawali dengan pembelian tulang segar dari RPH Jagalan, Solo. Selanjutnya dilakukan demineralisasi dan deproteinisasi (menghilangkan kandungan mineral dan protein). Ini dilakukan dengan cara penjemuran di bawah sinar matahari selama sekitar 3 hari.

“Setelah tulang benar-benar kering, dilakukan perebusan hingga 3 kali. Kemudian tulang itu dipotong-potong berbentuk kubus berukuran 10x10x10 milimeter,” imbuh dosen Teknik Mesin yang menyelesaikan pendidikan doktoral bidang Biomedical Engineering (rekayasa biomedis) Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogja ini.  

Kubus bone graft ini kemudian dipanaskan di dalam oven dengan suhu yang dinaikkan secara bertahap sampai 1.200 derajat Celcius. Dalam proses pemanasan ini, ukuran bone graft ini akan mengecil hingga sekitar separuh dari sebelumnya.

Bone graft inilah yang nantinya digunakan untuk mengisi celah tulang patah yang akan disatukan, sebelum dokter memperkuatnya dengan pen,” imbuhnya.

Bone graft menurutnya memiliki rongga-rongga yang akan terisi secara alami sel-sel dari kedua sisi tulang yang patah.

“Sel-sel tulang dari kedua sisi yang patah akan tumbuh dan mengisi rongga-rongga sehingga penyatuan akan lebih cepat,” kata dia.

Dia menambahkan, material bone graft juga dapat terserap tubuh manusia. Syaratnya adalah biokompatibel, yakni setelah terpasang tidak timbul infeksi atau peradangan, serta tumbuh tulang baru/kalus. Sel-sel tulang masuk ke pori-pori (terlihat dengan mikroskop).

“Semua pernah kami ujicobakan kepada tikus putih dan syarat itu terpenuhi,” kata dia. 

Pada sisi lain, Joko berharap hasil temuannya bersama tim ini nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat. Namun dia menyadari untuk mencapainya, produk kesehatan ini harus melalui proses yang panjang dan regulasi yang ketat, yakni uji hewan (invito), uji klinis (kepada manusia) dan diajukan ke BOPM dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 

Berita Terkait

Berita Terkini

Pemerintah Percepat Tambah Lokasi Isolasi Pasien Covid-19

Pemerintah menyiapkan ribuan tempat tidur sebagai lokasi isolasi pasien Covid-19 sebagai respons semakin tingginya penularan virus corona.

Tak Siapkan RS Darurat, Satgas Covid-19 Sukoharjo: Masih Aman!

Pemkab Sukoharjo belum ada rencana untuk membuat RS darurat pasien Covid-19 karena bed occupancy rate (BOR) RS rujukan masih aman.

Terungkap, 2 Pemain Slovakia di Euro 2020 Positif Covid-19

Laga Swedia versus Slovakia dihantui penyebaran virus corona setelah Timnas Slovakia terjanglkiti Covid-19 di dua anggotanya.

Hak Pesangon Kabur, Pilot Merpati Mengadu ke Jokowi

Menyadari hak pesangon semakin tidak jelas, Paguyuban Pilot Eks Merpati atau PPEM bakal mengadu ke Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

3 Hari Pemberlakuan Jam Malam, Masih Banyak Warung Hik Sragen Yang Bandel

Sejumlah warung hik di Sragen diketahui masih nekat buka hingga lewat pukul 21.00 WIB yang sesuai aturan baru sudah masuk jam malam.

Singkirkan Minuman Sponsor di Euro 2020 Bisa Kena Denda

Tim di Euro 2020 bisa menghadapi denda jika pemain mereka memindahkan minuman yang disediakan sponsor pada sesi jumpa pers.

Ketentuan Baru Hajatan Klaten: Tamu Luar Kota Wajib Bawa Bukti Bebas Covid-19

Pemkab Klaten menetapkan sejumlah ketentuan baru terkait penyelenggaraan hajatan warga di tengah meningkatnya jumlah kasus Covid-19.

BMW Rilis Seri 4 Terbaru di Indonesia, Cek Harganya!

BMW Indonesia meluncurkan dua BMW Seri 4 terbaru. Kedua mobil itu diperkenalkan dalam varian coupe dan convertible.

Selebrasi Kevin De Bruyne Sederhana Penuh Makna di Euro 2020

Pemain Belgia Kevin De Bruyne melakukan selebrasi sederhana sarat makna seusai mencetak gol kemenangan Belgia atas Denmark di Euro 2020.

Kroasia 1-1 Republik Cheska: Perisic Selamatkan Kroasia dari Penalti Schick

Berbagi satu poin, Kroasia baru mendulang dua poin sedangkan Republik Cheska mengoleksi empat poin.

Matahari Terbit dari Utara Viral, Begini Penjelasan BMKG...

Di media sosial viral rekaman video matahari terbit dari utara padahal umumnya, matahari terbit dari timur sehingga viral di medsos.

Puluhan Tahun Berjaya, Ini Penyebab Ambruknya Perusahaan Serat Terbesar Hindia Belanda di Wonogiri

Perusahaan perkebunan serat terbesar Hindia Belanda di Wonogiri, Onderneming Mento Toelakan, mengalami kemunduran sejak penjajahan Jepang.