Inilah Bakat Lahar Bara, Pria Boyolali yang Rekam Guguran Lava di Puncak Merapi
Bakat Lahar Bara pria Boyolali yang nekat mendaki puncak Merapi dalam kondisi Siaga. (Youtube)

Solopos.com, BOYOLALI – Sosok pria asal Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, yang dikenal dengan nama Bakat Lahar Bara mendadak menjadi buah bibir. Pria itu menjadi bahan pembicaraan setelah aksinya mendaki dan merekam guguran lava di puncak Merapi viral di media sosial, Jumat (27/11/2020).

Lantas siapakah sosok Bakat Lahar Bara sebenarnya? Berdasarkan penelusuran Solopos.com, Minggu (29/11/2020), pria bernama asli Bakat Setiawan itu merupakan anggota SAR Barameru. Dia kerap melakukan aksi penyelamatan pendaki yang mengalami musibah di Gunung Merapi.

Pria berusia 34 tahun itu menganggap Merapi sebagai rumahnya. Dia memiliki ikatan emosional dengan gunung api aktif di Pulau Jawa itu.

"Merapi itu sudah kayak rumah saya. Jadi, saya bisa sebulan sekali naik rutin. Karena histori saya tentang Merapi terlalu banyak," jelasnya melalui video di channel Youtube Taufik Irvani yang diunggah Sabtu (28/11/2020).

Gak Kalah dari Eropa, Ini 7 Salad Lezat Khas Indonesia

Jasad Eri

Bakat Lahar Bara sempat melakukan aksi heroik menyelamatkan pendaki di dasar kawah Merapi pada 2015 silam. Dia merupakan orang pertama yang menyentuh jasad mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang meninggal di Gunung Merapi.

Kala itu dia melihat jasad Eri dalam kondisi tengkurap pada jarak 50 meter dari kawah 57. Menariknya dalam aksi tersebut dia sama sekali tidak menggunakan pakaian pengaman yang lengkap. Dia turun ke kawah Merapi tanpa memakai baju dan sepatu tahan panas karena merasa tidak nyaman.

Dia hanya memakai masker full face dan mempersiapkan tabung oksigen seberat 10 kg dengan daya tahan 1,5 jam untuk mengantisipasi gas sulfatara dan membantunya bernapas.

Asale Desa Kopen di Boyolali, Pusat Kopi Zaman Kompeni

Mendaki

Kini, Bakat Lahar Bara kembali viral setelah melakukan pendakian dan membagikan video rekaman kondisi terkini di puncak Merapi. Dia merekam guguran lava di kawasan puncak Merapi yang sudah retak pada Jumat (27/11/2020).

Bakat Lahar Bara mengaku prihatin melihat para pengungsi yang terus bertanya-tanya apakah kondisi Merapi saat ini berbahaya atau tidak. Sebab sampai saat ini erupsi belum juga terjadi. Berbagai pertanyaan itulah yang akhirnya membuat Bakat Lahar Bara menemukan ide merekam video kondisi Merapi.

Berbekal niat mengedukasi masyarakat, dia lantas mendaki Merapi mulai pukul 02.00 WIB dan tiba di puncak sekitar pukul 06.30 WIB.

"Saya ditunjukkan guguran yang besar di situ. Di sana cerah, kelihatan semua kawah seperti apa. Saya cukup lama di situ. Batu yang saya injak itu bergetar hebat. Ternyata puncak sudah enggak ada. Sekitar puncak retak besar sekali," jelasnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom