Ini yang Dimaksud Presiden Jokowi Soal Politikus Sontoloyo
Presiden Joko Widodo mengamati toilet khusus disabilitas ketika meninjau fasilitas umum untuk masyarakat berkebutuhan khusus di Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (16/10/2018). (Antara - Wahyu Putro A)

Solopos.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (23/10/2018), saat pembagian sertifikat di Jakarta, memperingatkan supaya masyarakat berhati-hati dengan politikus sontoloyo. Apa yang dimaksud Jokowi dengan politikus sontoloyo?

Ditanya mengenai hal tersebut, Jokowi menjelaskan banyak cara-cara yang tidak sehat yang digunakan politikus menjelang pemilihan umum untuk meraih simpati rakyat.

Jokowi yang akan menjadi calon petahana dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 itu mengatakan upaya menyerang lawan-lawan politik dengan cara yang tidak beradab, tidak beretika, tidak ada tata-krama merupakan sesuatu yang tidak sehat dan tidak baik.

"Oleh sebab itu, saya ingatkan ini bukan zamannya lagi menggunakan kampanye-kampanye misalnya politik adu domba, politik pecah belah, politik kebencian, sudah bukan zamannya," kata Presiden seusai menghadiri acara pembukaan Trade Expo Indonesia 2018 di Indonesia Convention Center (ICE), Tangerang, Banten, Rabu (24/10/2018).

Jokowi yang menjabat sebagai Presiden sejak 2014 itu mengatakan politik zaman sekarang seharusnya adalah politik adu program, adu gagasan, adu ide, adu prestasi atau adu rekam jejak.

"Ya kalau masih memakai cara-cara lama seperti itu, masih politik kebencian, politik SARA [suku, agama, ras dan antar golongan], politik adu domba, politik pecah belah, itu yang namanya tadi politik sontoloyo," kata Presiden.

Sebelumnya dalam pidatonya dalam acara pembagian sertifikat tanah di Jakarta, Selasa (23/10/2018), Jokowi juga meminta masyarakat untuk berhati-hati terhadap informasi yang bersifat provokatif, terutama terkait tahun politik. Menurut Presiden, banyak informasi palsu yang dilontarkan para politikus yang memanfaatkan momen tahun politik seperti saat ini.

"Itulah kepandaian para politikus, mempengaruhi masyarakat, hati-hati saya titip ini. Hati-hati banyak politikus yang baik-baik tapi juga banyak politikus yang sontoloyo," ucapnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom