Ini Total Harta Kekayaan Pengusaha Terkaya Asia dari Semarang

Tidak ada yang tahu pasti total harta kekayaan pengusaha terkaya Asia asal Semarang, Oei Tiong Ham, karena asetnya pun sulit didata saking banyaknya.

 Oei Tiong Ham, pengusaha terkaya asal Semarang yang dijuluki sebagai Raja Gula Asia. (Twitter/@potrtetlawas)

SOLOPOS.COM - Oei Tiong Ham, pengusaha terkaya asal Semarang yang dijuluki sebagai Raja Gula Asia. (Twitter/@potrtetlawas)

Solopos.com, SEMARANG — Harta warisan pengusaha terkaya Asia dari Semarang, Oei Tiong Ham, jumlahnya sangat fantastis. Bukan hanya uang, sederet aset kerajaan bisnisnya di dalam dan luar negeri memiliki nilai yang luar biasa. Lantas, berapa totalnya?

Berdasarkan sejumlah literatur yang ditelusuri Solopos.com pada Kamis (27/1/2022), tidak ada yang menyebutkan dengan pasti total warisan tersebut. Koran Sinpo menyebutkan harta warisan pengusaha terkaya Asia Tenggara asal Semarang ini jumlahnya sekitar Rp450 juta.

PromosiDekat Golden Triangle, Indonesia Ladang Empuk Jaringan Narkoba Global

Tetapi sumber lain menyebutkan total warisannya lebih dari 200 gulden atau sekitar Rp1,5 triliun. Ada juga sumber yang menyebutkan kekayaannya mencapai Rp27 triliun.

Baca juga: Mengulik Asal Kekayaan Pengusaha Terkaya Asia dari Semarang

Dalam kicauan akun Twitter @potretlawas pada 29 September 2018 disebutkan saat Oei Tiong Ham meninggal, bisnisnya diwariskan kepada Oei Tjong Swan, Oei Tjong Hauw, dan tujuh anaknya yang lain. Dua anak tertuanya, Oei Tjong Lan dan Oei Hui Lan, masing-masing mendapat warisan satu juta dolar. Sebanyak 200.000 dolar diwariskan kepada Oei Tjong Tiong. Sisanya, sebanyak 26 anak sahnya hanya mendapatkan jaminan hidup.

Sampai pada akhirnya harta warisan pengusaha terkaya asal Semarang itu menjadi sengketa yang berujung gugatan pengadilan oleh Oei Tjong Tee dan Oei Tjong Joe. Mereka menuduh sang ayah berada di bawah pengaruh istri terakhir, Ho Kiem Hoa Nio.

Kasus sengketa harta warisan ini pun menyedot perhatian publik. Untuk kali pertama khalayak menikmati drama keluarga konglomerat asal Semarang. Berbagai media massa nasional dan internasional membahas kasus yang amat menarik ini. Di antaranya koran Sinpo edisi 11 Juli 1924, Hanpo edisi 25 Oktober 1927, Swara Publik edisi 17 Maret 1931.

Baca juga: Ini Deretan Warisan Pengusaha Terkaya Asia dari Semarang yang Disita

Pembagian harta warisan itu menjadi sengketa karena status Oei Tiong Ham yang berada di dua ketentuan hukum, Singapura dan China. Jika dia mengikuti hukum China, maka harga peninggalannya akan dibagikan kepada para putranya. Sementara anak-anak perempuannya tidak bisa menerima apa-apa.

Selain uang, dia juga meninggalkan deretan aset di Indonesia berupa pabrik gula, perusahaan karet, dan berbagai perkebunan. Namun, semua aset tersebut disita oleh negara pada 1964.

Baca juga: Warisan Pengusaha Terkaya Asia dari Semarang Disita Rezim Sukarno?

Bisnis Runtuh

Riwayat kerajaan bisnis ini akhirnya tamat pada 1964 saat seluruh asetnya di Indonesia disita negara berdasarkan keputusan Pengadilan Ekonomi Semarang. Sepeninggal Oei Tjong Hauw, tidak ada penerus yang memiliki relasi bisnis memadai di Indonesia. Sebab, sebagian besar mereka berdomisili di luar negeri.

Situasi bertambah parah bagi Oei Tiong Ham Concern, saat salah seorang putra mendiang pengusaha terkaya Asia dari Semarang yang bernama Oei Tjong Tjay memilih berkoalisi dengan kubu politik yang “salah.” Saat itu dia bergabung dengan Partai Sosialis Indonesia (PSI). PSI kemudian dibubarkan pada tahun 1960, karena perannya dalam pemberontakan PRRI/Permesta.

Baca juga: Segini Total Harta Warisan Pengusaha Terkaya Asia dari Semarang?

Akan tetapi alasan resmi pemerintah Indonesia menyita seluruh aset warisan Oei Tiong Ham bukanlah politik, melainkan tuduhan pelanggaran peraturan valuta asing oleh perusahaan tersebut. Masalah ini bergulir dalam persidangaan selama tiga tahun, 1961-1964, yang berakhir pahit bagi keturunan Sang Raja Gula Asia itu.

Dalam pengadilan diputuskan bahwa seluruh asert Oei Tiong Ham Concern disita oleh pemerintah RI. Pemerintah lalu membentuk PT Perusahaan Perkembangan Ekonomi Indonesia Nasional Rajawali Nusantara, yang diberi wewenang mengelola seluruh aset ex Oei Tiong Ham Concern. Sekarang perusahaan ini bernama PT Rajawali Nusindo dan berstatus sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Aset-aset pribadi milik keturunan Oei Tiong Ham juga disita, termasuk rumah mewah di kawasan Gergaji, berbagai pabrik gula di Jawa dan Sumatra. Serta berbagai perusahaan lain yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatra, dan Sulawesi.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Aspal Meleleh, Krisis Iklim Perburuk Gelombang Panas India-Pakistan

+ PLUS Aspal Meleleh, Krisis Iklim Perburuk Gelombang Panas India-Pakistan

Gelombang panas ekstrim menghantam India dan Pakistan dengan cuaca bertemperatur tinggi hingga 50 derajat celcius yang membuat aspal meleleh dan diprediksi bakal lebih buruk akibat krisis iklim.

Berita Terkini

Begini Kronologi Kecelakaan Beruntun 4 Truk di Alas Roban Batang

Satu orang meninggal dunia dalam kecelakaan beruntun di Jalan Lingkar Alas Roban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (26/5/2022) siang.

Tabrakan Karambol 4 Truk di Alas Roban, 1 Meninggal

Tabrakan karambol yang melibatkan empat truk terjadi di Alas Roban, Kabupaten Batang, Jateng, Kamis (26/5/2022).

BKSDA Jateng Sebut Jejak Satwa Liar di Banjarnegara Bukan Tapak Harimau

Warga di Desa Penawaran, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menemukan jejak satwa liar di area persawahan dan kebun sekitar hutan Jlegong desa setempat.

Cegah Air Masuk, Pembangunan Tanggul Darurat di Tanjung Emas Dikebut

Pembangunan tanggul laut darurat di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dikebut.

Ngeri! Begini Kronologi Penganiayaan Hingga Korban Tewas di Jepara

Begini kronolohi kejadian sekelompok warga menganiaya tiga pemuda hingga akhirnya satu korban meninggal dunia.

Banjir Rob, 4 Kapal Batal Bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

Empat kapal gagal bongkar muat di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, karena banjir rob yang menggenangi kawasan itu.

2 Pelaku Penganiayaan Hingga Korban Tewas di Jepara Dibekuk di Bekasi

Aparat Polres Jepara berhasil menangkap pelaku penganiayaan yang mengakibatkan dua orang luka-luka dan satu orang meninggal dunia di Desa Bandanpete, Kecamatan Nalumsari.

Demak, Konon Kota Pelabuhan Terkaya di Jalur Sutra Pesisir Jawa

Selain Semarang, Demak menjadi salah satu daerah pesisir Jawa yang terendam banjir rob sejak awal pekan ini, dimana daerah yang dahulunya kota pelabuhan terkaya di jalur sutra tersebut konon sangat terkenal karena menjadi simpul penting dalam lalu lintas perdagangan di jalur rempah. 

Pembagian Zonasi PPDB 2022 SMA Negeri di Kota Semarang, Cek Yuk!

Berikut ini terdapat daftar pembagian wilaya zonasi SMA negeri di Kota Semarang dalam PPDB 2022 berdasarkan SK dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah.

Ada Bengkel Gratis, Warga Terdampak Rob Semarang Hemat Ratusan Ribu

Posko bengkel service gratis yang berlokasi di sebelah Kelurahan Tanjung Emas, membuat warga tak perlu merogok kocek dalam untuk reparasi kerusakan motor akibat banjir rob.

Raih Medali di SEA Games, 2 Mahasiwa Udinus Dapat Uang Pembinaan

Dua mahasiswa Udinus Semarang, Dinda Putri Lestari, dan Reinaldy Atmanegara, sukses meraih medali perunggu dalam ajang SEA Games 2021 di Vietnam.

3.600 Karung Pasir Disiapkan untuk Tutup Tanggul Jebol di Semarang

Sebanyak 3.600 karung pasir disiapkan untuk menutup lubang tanggul PT Lamicitra Nusantara, Semarang, yang jebol.

Cek Penanganan Banjir Rob di Semarang, Menteri PUPR Instruksikan Ini

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, meninjau langsung penanganan banjir rob di Kota Semarang yang terjadi sejak Senin (23/5/2022).

Salah Sasaran! Incar Babi Hutan, Pemburu di Banjarnegara Tembak Petani

Seorang pemburu babi hutan di Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng), ditangkap polisi setelah salah sasaran atau salah tembak petani pencari rumput.

BRI Buka Suara Soal Kasus Bansos Ditilap ASN di Kecamatan Ngaringan

BRI Cabang Purwodadi, akhirnya buka suara menggenai kasus dana bantuan sosial atau bansos yang diduga ditilap ASN di Kecamatan Ngaringan.