Ini Tip Bagi Jemaah Haji Menghadapi Cuaca Ekstrem di Arab Saudi

Ada beberapa tips yang wajib dilakukan oleh jemaah haji agar tetap sehat saat melakukan ibadah haji,

 Suasana saat calon jemaah haji (calhaj) Klaten mengikuti manasik di Gedung Al Mabrur kompleks RSU Islam Klaten, Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara, Senin (23/5/2022). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

SOLOPOS.COM - Suasana saat calon jemaah haji (calhaj) Klaten mengikuti manasik di Gedung Al Mabrur kompleks RSU Islam Klaten, Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara, Senin (23/5/2022). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, JAKARTA — Suhu di Arab Saudi saat ini sudah mencapai 44 derajat Celcius. Saat pelaksanaan ibadah haji beberapa waktu mendatang suhu diperkirakan mencapai 50 derajat Celcius.

Ada beberapa tip yang wajib dilakukan oleh jemaah haji agar tetap sehat saat melakukan ibadah haji, salah satunya adalah mendapatkan vaksin MERS.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Kementerian Kesehatan Kerajaan Arab Saudi memberikan saran kesehatan bagi jemaah haji yang akan melakukan perjalanan haji dan umrah.

Selain itu, jemaah haji juga harus memperhatikan kemampuan fisik dan kondisi kesehatannya sebelum mengajukan haji dan umrah.

Baca Juga: Cuaca Arab Saudi Mulai Ekstrem, Saat Musim Haji 50 Derajat Celcius

Dikutip dari NSW Health, mereka yang memiliki kondisi medis parah seperti kanker stadium akhir, penyakit jantung, pernapasan, hati, atau ginjal lanjut, dibebaskan dari kewajiban agama ini.

Coronavirus Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS-CoV)

MERS-CoV adalah virus baru yang menyebabkan penyakit pernapasan di sejumlah orang di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi.

Kebanyakan orang yang terinfeksi MERS-CoV menderita penyakit parah dan pneumonia, dan sekitar setengahnya telah meninggal dunia.

Meskipun virus tidak mudah menyebar antarmanusia, ada bukti penyebaran dari orang ke orang melalui kontak dekat yang lama.

Baca Juga: Menag Rilis HajiPintar, Calon Jemaah Haji pun Bisa Daftar Online

Peziarah dapat melindungi diri dari penyakit pernapasan dengan sering mencuci tangan; tidak menyentuh mulut, hidung, atau mata mereka; dan menghindari kontak dengan orang sakit.

Kementerian Kesehatan Saudi juga merekomendasikan memakai masker di tempat-tempat ramai, menghindari kontak langsung dengan unta, menghindari daging unta yang kurang matang dan menghindari minum susu unta mentah.

Berikut Tip Perjalanan Haji yang Sehat

1. Jemaah haji harus tetap terhidrasi dengan baik, memakai tabir surya, dan mencari tempat berteduh jika memungkinkan.

Beberapa ritual juga dapat dilakukan pada malam hari untuk menghindari panas di siang hari.

2. Minum air dan minuman yang disegel atau diketahui telah dimurnikan, dan makan makanan yang disajikan panas atau buah yang telah dikupas sendiri.

3. Sering-sering mencuci tangan dengan sabun dan air atau pembersih tangan disinfektan.

4. Untuk mencukur, pisau cukur yang tidak bersih dapat menularkan virus seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HIV.

Baca Juga: Arab Saudi Buka 1 Juta Kuota Haji 2022, Apa Kabar Calhaj Asal Boyolali?

Wisatawan harus dicukur menggunakan pisau sekali pakai di pusat yang ditunjuk secara resmi, atau menggunakan pisau sekali pakai mereka sendiri dan menghindari berbagai alat kebersihan pribadi.

5. Ikuti aturan keselamatan jalan untuk menghindari cedera.

Berhati-hatilah saat menyeberang jalan dan selalu gunakan sabuk pengaman saat bepergian dengan kendaraan bermotor.

6. Hindari daerah yang paling padat selama haji.

Baca Juga: Arab Saudi Buka Ibadah Haji Tahun Ini, Segini Perkiraan Biayanya

Jika ada pilihan, lakukan ritual pada jam-jam non-puncak yang tidak terlalu ramai.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Ingin Naik Haji? Simak 6 Tips Perjalanan Haji Indonesia

Sumber: Bisnis.com

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Faktor Penyebab Hubungan Inses dan Dampaknya Bagi Keturunan

+ PLUS Faktor Penyebab Hubungan Inses dan Dampaknya Bagi Keturunan

Kelainan genetik yang berujung meninggalnya bayi seusai dilahirkan merupakan salah satu dampak buruk dari hasil hubungan sedarah atau inses.

Berita Terkini

Faktor Penyebab Hubungan Inses dan Dampaknya Bagi Keturunan

Kelainan genetik yang berujung meninggalnya bayi seusai dilahirkan merupakan salah satu dampak buruk dari hasil hubungan sedarah atau inses.

Iduladha di Indonesia & Arab Saudi Berbeda, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Di bawah ini terdapat penjelasan ilmiah terkait perbedaan Hari Raya Iduladha di Indonesia dan Arab Saudi menurut Kementerian Agama RI.

Mengembalikan Musik Metal ke Jantung Klenengan

Rencana konser grup band rock progresif Dream Theater dan rencana penyelenggaraan lagi Rock in Solo pada 2022 layak disebut ikhtiar mengembalikan musik metal ke jantung klenengan.

Kenapa Iduladha 2022 di Indonesia dan Arab Saudi Berbeda?

Kira-kira kenapa Hari Raya Iduladha di Indonesia dan Arab Saudi jatuh pada tanggal yang berbeda? Ini jawaban dan penjelasan Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Ridwan Kamil dan Komunikasi Politik Menuju 2024

Pengelolaan citra atau image management yang dilakukan oleh Ridwan Kamil terlihat unik.

Bayi Hasil Hubungan Inses Kakak-Adik Meninggal Setelah Dilahirkan

Bayi laki-laki dengan kelainan genetik hasil hubungan inses antara kakak dan adik kandung di Dustlik, Uzbekistan, meninggal dunia dua jam setelah dilahirkan.

Narasi Kontra Polarisasi di Tengah Manuver Politik

Politikus dan cendekiawan berulang kali memperingatkan bahaya polarisasi, terutama yang berbasis keagamaan, terhadap demokrasi Indonesia.

Jangan Biarkan Taman Siswa Lenyap dari Ingatan

Sayang jika Taman Siswa sampai lenyap dari ingatan. Perlu ada gerakan penyelamatan Taman Siswa.

Taman Siswa dan Sisa-Sisa Romantisisme

Tanggal 3 Juli 2022 tepat seabad Perguruan Nasional Taman Siswa berdiri. Pada 3 Juli 1922, Ki Hajar Dewantara mendirikan perguruan nasional tersebut di Kota Jogja. Kini tersisa romantisisme dari idealisme Taman Siswa.

Peugeot e-Expert Hydrogen Kendaraan Van Serba Listrik

Peugeot menguji coba kendaraan listrik jenis van angkut berbahan bakar Hydrogen e-Expert, yang dilengkapi teknologi elektrifikasi

Keren! Mahasiswa ITNY Raih Juara II Lomba Cipta Puisi Nasional

Mahasiswa FTSP ITNY, Deandra Marhaendra, berhasil meraih Juara II dalam Lomba Cipta Puisi Nasional.

Sejarah Hari Ini: 3 Juli 1608, Kota Quebec Kanada Didirikan

Berbagai peristiwa penting dan bersejarah dari tahun ke tahun pada 3 Juli.

30 Hari Muhibah Budaya Jalur Rempah Berujung Spirit Majapahit

Nusantara adalah negeri yang diberkahi. Negeri yang dipilih Tuhan sebagai tempat pertama di bumi untuk menumbuhkan rempah.

Wow, Per Tahun, Orang Indonesia Gunakan 182,7 Miliar Kantong Plastik

masyarakat dunia diperkirakan membuang 5 triliun sampah kantong plastik setiap tahunnya.

Cuaca Buruk di Jakarta, Pesawat Berputar-putar & Transit di Palembang

Pesawat yang menuju ke Jakarta sempat mengalami kendala pendaratan akibat cuaca buruk.

Praktik Baik SDGs Desa Butuh Inovasi dan Kreativitas

Praktik baik implementasi Tujuan Pembangunan Desa Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Desa membutuhkan inisiatif, inovasi, kreativitas, dan kepeloporam dengan model berpikir yang tidak biasa atau out of the box.