Ini Tiga Alasan Presiden BEM UI Acungkan “Kartu Kuning” ke Jokowi

Ini Tiga Alasan Presiden BEM UI Acungkan “Kartu Kuning” ke Jokowi

SOLOPOS.COM - Ketua BEM UI 2018, Zaadit Taqwa, mengacungkan "kartu kuning" di hadapan Presiden Jokowi, saat menghadiri Dies Natalis ke-68 UI. (Istimewa/Facebook)

Zaadit Taqwa meminta Jokowi menyelesaikan persoalan suku Asmat hingga polemik Pj Kepala Daerah.

Solopos.com, JAKARTA – Ada tiga alasan yang membuat Presiden BEM UI, Zaadit Taqwa menghadiahi “Kartu Kuning” ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) seusai memberikan pidatonya di acara Dies Natalis ke-68 Universitas Indonesia dan Peresmian Forum Kebangsaan UI di Balairung UI, Depok, Jumat (2/1/2018).

Tak hanya memberikan "kartu kuning" dari buku paduan suara UI kepada Kepala Negara, Zaadit juga diketahui sempat meniupkan pluit layaknya sebuah pertandingan olahraga guna memberikan peringatan kepada orang nomor satu di Indonesia itu.

"Itu tadi buku paduan suara, karena pengawasan lumayan ketat tadi. Jadi pas masuk ke dalam, makanya kita pakai buku itu, biar bisa masuk," kata Zaadit.

Ia menjelaskan, hadiah berupa buku panduan berwarna kuning tersebut sebagai gambaran bila Kepala Negara telah mendapatkan kartu kuning dari rakyat. Artinya, lanjut dia, mantan Gubernur DKI Jakarta itu telah diberikan peringatan keras agar segera menyelesaikan sejumlah permasalahan bangsa.

"Kita bawa tiga tuntutan, dan kita sudah sampaikan lewat aksi di stasiun [Universitas Indonesia]," jelas Zaadit.

Adapun tiga tuntutan tersebut, kata Zaadit, pertama banyaknya kasus gizi buruk di Asmat, Papua agar segera diselesaikan oleh pemerintah pusat. "Kami ingin mau dipercepat penyelesaiannya karena sudah lama dan sudah banyak korban," ucapnya.

Kedua, sambung dia, pihaknya menolak adanya usulan Pj Gubernur berasal dari perwira tinggi TNI/Polri. Menurut dia, pemerintah ingin menghidupkan dwi fungsi TNI-Polri.

"Kita tidak ingin kalau misalnya kembali ke zaman orde baru, kita tidak pengen ada dwifungsi Polri, dimana Polisi aktif pegang jabatan gitu [gubernur] karena tidak sesuai dengan UU Pilkada dan UU Kepolisian," ujarnya.

Zaadit menambahkan, bahwa untuk tuntutan ketiga BEM UI menolak adanya rancangan aturan baru tentang Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang tengah disusun dari Draf Permenristekdikti tentang Ormawa. Hal itu karena dapat mengancam kebebasan berorganisasi dan gerakan kritis mahasiswa di Indonesia.

"Kita tidak pingin mahasiswa dalam bergerak atau berorganisasi dan berkretasi itu dikungkang, oleh peraturan yang kemudian dibatasi ruang gerak mahasiswa," imbuh Zaadit.

Zaadit terpaksa harus diamankan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dari ruangan Balairung UI ke Pengamanan Lingkungan Kampus (PLK) atas aksi protesnya yang menghadiahi 'kartu kuning' kepada Presiden Jokowi.

"Tidak ada (kekerasan), cuman diminta keterangan saja, diminta identitasnya. Aksi ini? dilakukan spontan, karena sebenarnya niatnya sudah ada tapi berubah-ubah rencana, menyesuaikan kondisi di dalam juga," tuturnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Setahun Proses Seleksi, 3 Jabatan Eselon II Pemkab Klaten Akhirnya Terisi

Bupati Klaten Sri Mulyani melantik tiga pejabat yang mengisi tiga jabatan eselon II yang selama setahun ini melewati proses seleksi.

Kisah ABG Klaten Terobos Penyekatan: Niat Beli Makan Ke Jogja, Pulang Jadi Tersangka

ABG Klaten yang nekat terobos penyekatan pemudik di Pospam Prambanan niatnya pergi ke Jogja untuk beli makan buat buka puasa.

Dikhawatirkan Picu Kerumunan, Pasar Tiban di Pekalongan Dibubarkan

Meningkatnya aktivitas warga menjelang Lebaran, terutama di Alun-alun Kota Pekalongan rawan memicu penyebaran virus corona.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Selasa 11 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Selasa, 11 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

Warga di 12 Padukuhan di Sleman Dilarang Salat Id Berjamaah

Kalau sudah zona merah, salat Idulfitri baik di masjid maupun lapangan tidak dibolehkan.

Kemenag Jateng Sebut Sudah 300 Ulama Meninggal Akibat Covid-19

Data dari Kementerian Agama pusat ada 300 ulama yang meninggal akibat terpapar Covid-19 se-Indonesia.

Kemenhub Ungkap Potensi Warga Mudik Besok

Kemenhub memperkirakan aktivitas mudik bakal terjadi lagi, Selasa (11/5/2021) besok dan Rabu (12/5/2021) lusa.

Tambang Emas Longsor di Sumbar, 4 Meninggal

Asnedi mengatakan longsor di lokasi tambang itu bukan sekali ini terjadi. Sebelumnya, menurut Asnedi, lokasi tambang itu pernah longsor Januari lalu.

Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal, Dinkes Tracing Safari Dakwah

Dinkes Riau meminta puskesmas yang wilayahnya ketempatan safari dakwah Ustaz Tengku Zulkarnain segera melalukan tracing kontak fisik.

Mudik Dilarang, Pedagang di Madiun Ngeluh Pasar Sepi Jelang Lebaran

Jika dibandingkan dengan momen Lebaran tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kondisi pasar menjadi paling sepi.

Usulan Liga 1 Tanpa Degradasi, Presiden Pasoepati: Ini Kompetisi atau Tarkam?

Presiden Pasoepati, Maryadi Gondrong, menyayangkan munculnya gagasan kompetisi tanpa degradasi di Liga 1 maupun Liga 2. Menurut Gondrong, liga tanpa degradasi sama saja mengebiri ruh kompetisi.