Ini Tantangan Lulusan Sekolah Vokasi UNS...
Sekolah Vokasi UNS. (Uns.ac.id)

Solopos.com, SOLO — Lulusan Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo harus mampu menjawab tantangan dunia industri dan dunia usaha dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dan bonus demografi.

Hal tersebut disampaikan Rektor UNS, Jamal Wiwoho dalam acara Penyerahan Sertifikat Lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UNS oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), di Gedung Auditorium UNS, Kamis (26/11/2020).

LG Patenkan Laptop Masa Depan, Layar Bisa Digulung Bak Kertas

Ia mengatakan, sampai akhir tahun 2022 seluruh lulusan Sekolah Vokasi UNS wajib memiliki minimal satu sertifikat kompetensi di selain ijazah. Sesuai indikator kinerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) 2020, maka 7% dari lulusan harus mempunyai sertifikat kompetensi teknis sebagai pendamping ijazah.

“Ini tugas berat SV UNS agar mulai sekarang sudah mempersiapkan segala sesuatunya, khususnya memetakan dan merencanakan skema-skema sertifikasi baru, serta melakukan kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi asesor sesuai dengan bidang ilmu dan kompetensi masing-masing,” ujarnya.

UNS Tanggung Jawab

Sementara itu, keberadaan LSP di UNS merupakan bukti dan bentuk tanggung jawab UNS dalam menyiapkan lulusan yang berdaya saing dan memiliki tingkat profesionalisme yang tinggi di era perubahan global.

Kata Fengsui, Rezeki Datang Tergantung Penataan Rumahmu...

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua BNSP, Miftakul Aziz, mengatakan usaha penyiapan skema kompetensi sertifikasi di LSP UNS harus didukung oleh dua hal, yaitu validitas yang terkait dengan ketelusuran dan penjaminan mutu.

“Berharap dengan keberadaan LSP maka penjaminan mutu yang akan dilakukan harus didukung dengan ekosistem yang ada di UNS. Karena, LSP hanya ujung dari proses yang akan dilakukan terhadap penyiapan SDM di UNS,” ujar Miftakul. (*)

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom