Ini Syarat Teknis Menjadi Desa Wisata di Wonogiri

Desa wisata merupakan bentuk integrasi antara potensi daya tarik wisata alam, budaya, dan hasil buatan manusia dalam satu kawasan tertentu dengan didukung atraksi, akomodasi, dan fasilitas lainnya sesuai kearifan lokal masyarakat.

 Pantai Paranggupito (Dok)

SOLOPOS.COM - Pantai Paranggupito (Dok)

Solopos.com, WONOGIRIDesa wisata merupakan bentuk integrasi antara potensi daya tarik wisata alam, budaya, dan hasil buatan manusia dalam satu kawasan tertentu dengan didukung atraksi, akomodasi, dan fasilitas lainnya sesuai kearifan lokal masyarakat. Hingga sekarang, jumlah desa wisata di Wonogiri mencapai enam desa.

Wisata alam meliputi daya tarik wisata berbasis sumber daya alam perdesaan, antara lain hutan, perkebunan rakyat, bahari, gas bumi, dan/atau sumber air panas dalam model pengembangan wisata agro.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Wisata budaya meliputi daya tarik wisata berbasis tradisi budaya dan kearifan lokal, seperti upacara adat, musik tradisional, tari tradisional, situs/cagar budaya, religi, kuliner, dan lain-lain.

Wisata hasil buatan manusia meliputi daya tarik wisata berbasis kreasi dan kreativitas perorangan maupun kelompok, seperti kerajinan tangan dalam bentuk seni rupa, lukis, taman kreasi, galeri, dan sanggar budaya setempat.

Tiga potensi itu dapat dikembangkan dan dipadukan satu sama lain. Sebanyak enam desa di Wonogiri yang sudah menjadi desa wisata, yakni Desa Sendang (Kecamatan Wonogiri), Conto (Kecamatan Bulukerto), Kepuhsari (Kecamatan Manyaran), Paranggupito (Kecamatan Paranggupito), Karang Lor (Kecamatan Manyaran), dan Sumberejo (Kecamatan Batuwarno).

Baca Juga: Pelatihan Desa Wisata Bakal Digelar Lagi, Desa di Wonogiri Diminta Bersiap

Sebagai desa wisata, keenam desa itu berhak diberi bantuan pengembangan yang bersumber dari bantuan keuangan provinsi (Bankeuprov) per tahun.

Berikut syarat teknis menjadi desa wisata:

1. Adanya deliniasi wilayah yang akan diusulkan menjadi desa wisata.

2. Pendataan profil wilayah.

3. Adanya potensi wisata yang akan dikembangkan.

Baca Juga: Tingkatkan Pariwisata, Desa Sendang Wonogiri Bangun Jalan Senilai Rp6 Miliar

4. Pendataan pengunjung desa wisata.

5. Terbentuknya kelembagaan calon pengelola desa wisata.

6. Ada kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah.

7. Ada rencan mitigasi bencana.

8. Ada rencana pengembangan desa wisata.

 

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Bukit Sidoguro Klaten, Taman Cantik dengan Pemandangan Rawa Jombor yang Menarik

      Kabupaten Klaten memiliki objek wisata berupa taman cantik seperti di luar negeri, yakni Bukit Sidoguro.

      Transaksi Nontunai di Sragen Tertinggi di Soloraya, Kedelapan Nasional

      Implementasi transaksi nontunai di Sragen di klaim tertinggi di Soloraya. Pemkab Sragen sudah menerapkan transaksi nontunai untuk setiap pembayaran hampir di semua bidang.

      Liga 3 Tak Kunjung Dimulai, Sejumlah Pemain Persiwi Wonogiri Menganggur

      Seluruh kompetisi resmi sepak bola dari Liga 1 hingga Liga 3 di Tanah Air belum kunjung bergulir sejak munculnya tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kota Malang, awal Oktober 2022.

      Polres Klaten Serahkan Bantuan 40 Sak Semen ke Masjid Miftahul Jannah Jimbung

      Polres Klaten menyerahkan bantuan guna mendukung renovasi Masjid Miftahul Jannah, Dukuh Ngasinan, Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes.

      Ini Profil Aipda Joko Mudo, Penumpang Helikopter Polisi yang Jatuh asal Sragen

      Aipda Joko Mudo menjadi salah satu korban jatuhnya Helikopter polisi. Ia dikenal sebagai sosok yang baik dan berhasil mengangkat derajat keluarga.

      Gunakan Knalpot Brong di Jl Slamet Riyadi Solo, 5 Sepeda Motor Disita

      Call center tim Sparta Polresta Solo banyak menerima aduan dan keluhan pengguna jalan maupun masyarakat lantaran terganggu suara knalpot brong.

      Filosofi Klepon, Kudapan yang akan Hadir di Pernikahan Kaesang-Erina

      Kue klepon merupakan makanan ringan tradisional yang berasal dari Jawa. Diceritakan, klepon untuk kali pertama diperkenalkan oleh imigran Indonesia kepada masyarakat Belanda pada 1950-an.

      Penumpang Helikopter Jatuh Asal Sragen Ditemukan, Keluarga Korban Bisa Menerima

      Salah satu penumpang helikopter polisi yang jatuh asal Sragen, Aipda Joko Mudo, telah ditemukan namun dalam kondisi meninggal dunia. Keluarga korban ingin almarhum dimakamkan di Sragen.

      Jejak Harta Karun Emas di Musuk Boyolali: Disebut Pripih, Bertulis Huruf Kawi

      Temuan artefak kebudayaan di Boyolali berbentuk pripih yang diyakini sebagai harta karun pada zaman dulu.

      3 Produk Pangan Strategi Ludes dalam 2 Jam di Pasar Murah Sragen

      Pasar murah itu dihelat sebagai rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 Provinsi Jateng.

      Besok, Instalasi Lampu Meriahkan Natal di Kawasan Pasar Gede Solo Dinyalakan

      Panitia akan menyalakan instalasi lampu perayaan Natal di Jl. Jenderal Sudirman dan Urip Sumoharjo pada Kamis (1/12/2022).

      Fixed! Dewan Pengupahan Sukoharjo Usul UMK 2023 Naik Rp140.121

      Dewan Pengupahan Sukoharjo telah mengusulan kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2023 sebesar 7,01 persen dari UMK sebelumnya.

      Soal UMK 2023, Diskopnaker Boyolali: Baru Persiapan Pleno Dewan Pengupahan

      Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Diskopnaker) Boyolali masih menunggu persiapan pleno dewan pengupahan soal UMK Boyolali.

      2.063 Pelari dari 11 Negara akan Ikuti Siksorogo Lawu Ultra di Karanganyar

      Siksorogo Lawu Ultra 2022 hadir dengan kategori 15 K, 30 K, 50 K, dan 80 K dengan batas waktu lari untuk laki-laki 23 jam, perempuan 24 jam.

      13 Pohon Natal Semarakkan Natal kawasan Jensud Solo

      Lampion khas Natal merupakan yang menjadi kali pertama diadakan kawasan Balai Kota Solo.