Ini Satu-Satunya Kecamatan di Sragen yang Belum Terjangkau PDAM

Pelayanan PDAM Tirtonegoro Sragen hampir menjangkau seluruh kecamatan di Sragen kecuali satu kecamatan.

 Sejumlah pekerja sibuk menggali tanah untuk memasang jaringan pipa di tepi jalan Sambungmacan-Jenar, belum lama ini. PDAM Tirto Negoro Sragen terus berupaya menambah jaringan pipa untuk melayani kebutuhan air bagi warga terdampak kekeringan di Kecamatan Jenar dan Tangen. (Moh. Khodiq Duhri/Solopos)

SOLOPOS.COM - Sejumlah pekerja sibuk menggali tanah untuk memasang jaringan pipa di tepi jalan Sambungmacan-Jenar, belum lama ini. PDAM Tirto Negoro Sragen terus berupaya menambah jaringan pipa untuk melayani kebutuhan air bagi warga terdampak kekeringan di Kecamatan Jenar dan Tangen. (Moh. Khodiq Duhri/Solopos)

Solopos.com, SRAGEN — Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirtonegoro Sragen telah memasang jaringan air bersih nyaris di semua kecamatan di Bumi Sukowati yang berjumlah 20. Hanya satu kecamatan yang belum terjangkau perusahaan pelat merah itu, yakni Miri, setidaknya sampai 2021.

Sementara kecamatan dengan pelanggan PDAM Tirtonegoro terbesar dipegang Karangmalang, bukan Sragen. Di Karangmalang terdapat 15.164 sambungan rumah.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Data tersebut didasarkan laporan Badan Pusar Statistik (BPS) Kabupaten Sragen yang dirilis pada 4 Juli 2022 lewat laman resminya. Berdasarkan data BPS tersebut, jumlah pelanggan PDAM pada 2021 mencapai 69.080 sambungan rumah. Angka tersebut meningkat bila dibandingkan di 2020 yang sebanyak 67.953 sambungan rumah. Data pelanggan air tersebut menyebar di 20 kecamatan kecuali Kecamatan Miri dan Tangen.

Data pengguna air di Kecamatan Karangmalang tertinggi selama dua tahun terakhir. Pada 2020 terdapat 14.533 sambungan rumah, di 2021 bertambah 631 sambungan  (4,34%) menjadi 15.164 sambungan rumah. Angka pelanggan air di Karangmalang pada 2019 ke belakang juga tertinggi se-Kabupaten Sragen.

Baca Juga: Gara-Gara Persoalan Ini Sambungan Air 2.000-an Pelanggan PDAM Sragen Diputus

Pengguna air di wilayah Kecamatan Sragen justru lebih rendah dibanding Karangmalang. Jumlah pelanggan PDAM di Kecamatan Sragen pada 2020 sebanyak 9.977 sambungan rumah, naik menjadi 10.313 sambungan rumah di 2021.

Pelanggar PDAM tertinggi ketiga berada di Kecamatan Kedawung di angka 9.342 sambungan rumah di 2020. Pada 2021 justru turun menjadi 9.072 sambungan rumah, atau berkurang 271 sambungan rumah (2,90%).

Sementara jumlah air yang digunakan mencapai 18.766.077 meter kubik (m3) pada 2020 naik menjadi 19.601.565 m3 di 2021. Dengan jumlah pelanggan terbanyak, Karangmalang secara otomatis paling banyak menggunakan air bersih PDAM yang mencapai  4.369.824 m3 pada 2020 dan 4.707.411 m3 pada 2021.

Baca Juga: 1.556 Keluarga di 4 Kecamatan di Sragen Krisis Air Bersih

Sedangkan penggunaan air di wilayah Kecamatan Sragen di angka 3.016.684 m3 pada 2020 dan 3.193.647 m3 pada 2021.

Jangkauan PDAM

Direktur Umum PDAM Sragen, Handoko, saat berbincang dengan Espos, Senin (25/7/2022), membenarkan data tersebut. Karangmalang memiliki pelanggan PDAM terbanyak karena hampir seluruh wilayah itu terjangkau layanan PDAM. Dari 10 desa dan kelurahan di Karangmalang, sebut dia, hanya satu desa yang belum terlayani, yakni Desa Jurangjero.

Sementara pelayanan PDAM di Kecamatan Sragen belum menjangkau seluruh wilayah. Desa Kedungupit dan sebagian wilayah Desa Tangkil belum terjangkau pelayanan PDAM.

“Sampai sekarang belum ada jaringan PDAM di wilayah Desa Kedungupit. Jaringan masuk ke wilayah Desa Tangkil saja baru dimulai pada 2020 yang lalu. Animonya memang kurang. Semua pelayanan air bersih itu hanya mengandalkan sumur dalam. PDAM memiliki 53 sumur dalam yang tersebar di 17 kecamatan,“ jelasnya.

Baca Juga: Meskipun Sudah Hujan, Wilayah di Sragen Ini Masih Krisis Air Bersih

Dari 53 sumur itu satu di antaranya ada di Bendo, Kecamatan Sukodono. Sumur di sana untuk menyuplai kebutuhan air di Kecamatan Gesi dan Mondokan. Kemudian untuk kebutuhan air bersih di Tangen dan Jenar diupayakan dari sumur yang ada di Sambungmacan, yakni di sebelah selatan Bengawan Solo.

“Khusus untuk Jenar dan Tangen itu, kami ditarget bisa mendapatkan 1.600 sambungan rumah sejak 2021-2023 mendatang. Kami optimistis target itu terlampaui di 2022 ini. Dalam tiga bulan terakhir, kami bisa mendapatkan pelanggan di Tangen hampir menyampai 1.000 pelanggan dan di Jenar sudah mendekati angka 500 pelanggan,“ katanya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

      + PLUS Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

      Konflik antara pelaku wisata di Taman Nasional Komodo dengan aparat kepolisian pada Senin (1/8/2022) adalah akibat kebijakan pemerintah yang mementingkan urusan investasi dibanding mendengar aspirasi masyarakat yang langsung terdampak kebijakan.

      Berita Terkini

      Tak Masalahkan Jalan Solo-Purwodadi Jadi Searah, Warga Beri Masukan Ini

      Masyarakat tidak mempermasalahkan rencana Dishub Solo mengubah jalan Solo-Purwodadi dan Jl Kolonel Sugiyono menjadi satu arah untuk mendukung proyek rel layang.

      Bandit Sosial Marak Terjadi di Klaten Tahun 1870-1900, Apa Itu?

      Istilah bandit mungkin sudah tidak asing di telinga masyarakat.

      Sambut HUT RI, Warga Binaan LP Kelas II B Klaten Lomba Makan Kerupuk

      Warga binaan pemasyarakatan (WBP) LP Kelas II B Klaten mengikuti aneka lomba di LP setempat, Jumat (5/8/2022).

      Pengumuman! Besok Pagi Hindari Simpang Joglo Solo, Ada Penutupan 1 Jam

      Bakal ada penutupan jalan kawasan Simpang Tujuh Joglo, Banjarsari, Solo, selama satu jam pada Rabu (10/8/2022) pagi.

      Bakar Daun Siang-Siang, Warga Perumahan di Jaten Karanganyar Waswas

      aksi bakar-bakar daun kering oleh warga di Desa Papahan, Tasikmadu, bikin warga lain di Perumahan, Desa Jati, Jaten, Karanganyar waswas. Mereka lantas meminta bantuan pemadam kebakaran untuk memadamkan api.

      Ada Raden Bagus Munyul di Situs Pringgoloyo Zaman Megalitikum Klaten

      Desa Sukorejo, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten diyakini menyimpan kawasan diduga situs peninggalan zaman megalitikum atau masa prasejarah.

      Pasar Hewan di Karanganyar Belum Juga Dibuka, Ada Apa?

      Disdagnakerkop UKM Karanganyar belum ada rencana membuka kembali pasar hewan yang sudah ditutup sejak Juni lalu.

      Upacara Detik-Detik Proklamasi di Karanganyar Digelar di Alun-Alun

      Pemkab Karanganyar memastikan menggelar upacara detik-detik proklamasi di Alun-Alun Karanganyar.

      Karanganyar Imbau Peternak Jaga Kebersihan Kandang Babi, Ini Tujuannya

      Pemkab Karanganyar mengimbau peternak babi memperhatikan kebersihan kandang mencegah penularan wabah PMK

      Kenapa Orang Solo Doyan Makan Sate Kambing & Tengkleng?

      Tahukah Anda kenapa orang Solo doyan makan aneka olahan kuliner kambing?

      Wow, Ada 9 Pasangan Suami-Istri di Sragen Maju di Pilkades 2022

      Ada 18 orang yang merupakan pasangan suami-istri yang maju dalam Pilkades serentak di Sragen.

      Kabar Duka, Kades Gladagsari Boyolali Meninggal Dunia

      Setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sepekan, Kades Gladagsari Edy Suryanto meninggal dunia di rumahnya.

      Ada Senjata Api di Daftar Aset Pemkot Solo, Ini Kenyataannya

      Laman resmi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Solo menyebutkan ada dua senjata api yang menjadi aset Pemkot Solo.

      Karyawan Pabrik Pergoki Api Menyala dari Rumah Warga Jetak Sragen

      Sumber api diduga berasal dari obat nyamuk yang menyalat kain di sekitar lokasi.

      Ditinggal Pergi, Dapur Rumah Warga Mandong Klaten Terbakar

      Kapolsek Trucuk AKP Sarwoko menjelaskan saat kejadian pemilik rumah tidak berada di tempat