Kondisi arus lalu lintas di Simpang Empat Kartasura padat lancar pada lima hari menjelang Lebaran atau H-5, Minggu (10/6/2018). (Solopos-Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO –Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sukoharjo  menyiapkan manajemen dan rekayasa lalu lintas untuk mencegah kemacetan.

Daerah yang rawan macet saat arus mudik dan balik Lebaran salah satunya adalah sekitar Bundaran Kartasura. Penumpukan kendaraan bermotor diprediksi terjadi di sekitar Bundaran Kartasura.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub Sukoharjo, Ahmad Saryono, mengatakan arus mudik Lebaran diprediksi meningkat dibanding tahun sebelumnya. Kendaraan bermotor pribadi seperti mobil dan sepeda motor bakal mendominasi jalur mudik Lebaran. Para pemudik dari wilayah Jakarta dan sekitar yang hendak pulang kampung ke wilayah Jawa Tengah maupun Jawa Timur dipastikan melewati Bundaran Kartasura.

“Kami bakal berkoordinasi dengan Satlantas Polres Sukoharjo untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Bundaran Kartasura,” kata Ahmad Saryono saat ditemui wartawan di kantornya, Senin (13/5/2019).

Bundaran Kartasura merupakan titik temu arus lalu lintas dari Jogja-Solo dan Semarang-Solo. Peningkatan volume kendaraan bermotor berimplikasi pada kemacetan arus lalu lintas.

Dia memperkirakan peningkatan volume kendaraan bermotor terjadi dari arah Jogja-Solo. “Kendaraan yang melewati ruas jalan tol Solo-Kertosono [Soker] bakal keluar melewati pintu tol di Ngasem, Boyolali, dan Klodran. Tidak ada masalah jika kendaraan lewat jalan tol,” ujar dia.

Manajemen dan rekayasa lalu lintas yang disiapkan tak jauh berbeda dengan Lebaran tahun lalu. Arus lalu lintas dari Semarang dialihkan melewati Jl. Indronoto dan Luwes Kartasura. Sementara arus lalu lintas dari Jogja-Solo dialihkan ke simpang tiga Parangtejo melewati underpass Makamhaji. 

 

Avatar
Editor:
Syifaul

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten