Ini Pesan Mbah Moen untuk Warga Nahdlatul Ulama di Klaten

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, KLATEN – Puluhan ribu warga Nahdlatul Ulama (NU) membanjiri Alun-alun Klaten saat digelar istigasah kubro guna memperingati harlah ke-96 NU, Rabu (3/4/2019). Dalam kesempatan itu, warga NU diminta tetap nasionalis.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Salat Subuh berjemaah di Alun-alun serta khataman Alquran. Acara itu dihadiri Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Maimun Zubair. Presiden, Joko Widodo (Jokowi), yang direncanakan mendatangi kegiatan tersebut batal hadir.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

Ketua Pengurus Cabang (PC) NU Klaten, Mujiburrahman, mengatakan istigasah digelar untuk mendoakan agar keutuhan NKRI tetap terjaga. “Indonesia itu negara kesepakatan. Jadi Indonesia didirikan oleh semua umat beragama, tidak hanya Islam,” kata Mujib saat ditemui wartawan di sela-sela kegiatan.

Istigasah tersebut dinilai penting lantaran bermunculan orang-orang yang ingin mengubah ideologi Indonesia dengan ideologi khilafah. “Kami memohon kepada Allah agar Indonesia tetap menjadi NKRI berdasarkan Pancasila hingga akhir. Karena kami tahu konsep di belakang untuk mengubah ideologi negara itu luar biasa. Bagi NU, NKRI harga mati. Siapa pun yang mencoba merongrong NKRI dan Pancasila, NU ada di depan,” jelas Mujib.

Peringatan harlah NU itu diperkirakan diikuti puluhan ribu orang. Jumlah tersebut berdasarkan kupon yang sudah terambil. Dalam harlah tersebut, panitia membagikan beragam hadiah dengan hadiah utama tiga tiket umrah.

“Dalam kegiatan ini peserta mendaftar ke pengurus di tingkat kelurahan dan kecamatan. Kupon yang terambil sekitar 38.000 kupon. Jumlah jemaah yang datang hari ini ya sekitar itu,” jelas dia.

Soal kehadiran Jokowi, Mujib mengatakan awalnya presiden dijadwalkan menghadiri peringatan Harlah NU di Alun-alun Klaten. “Untuk Pak Presiden memang tidak bisa hadir. Informasinya ada tugas lain. Kalau dari kami tidak masalah yang penting kegiatan berjalan lancar,” tutur dia.

Disinggung soal Pemilu 2019, Mujib menegaskan tidak ada arahan dari PCNU Klaten untuk memilih sosok calon presiden-wakil presiden tertentu. “Pilihlah pemimpin yang menyayangi rakyatnya, mengayomi rakyatnya, dan pemimpin yang tetap berkomitmen tegaknya NKRI dan Pancasila. Tidak ada arahan untuk memilih siapa. Tidak perlu diarahkan saya pikir semuanya sudah memahami,” ungkapnya.

Sementara itu, KH. Maimun Zubair yang akrab disapa Mbah Moen mengajak seluruh warga NU tidak melupakan sejarah perjuangan para pahwalan merebut kemerdekaan. Ia juga mengingatkan warga NU menjaga keutuhan NKRI.

“Kalau ada yang ingin mengubah menjadi negara khilafah artinya dia tidak tahu sejarah. Pahlawan dan ulama sudah berjuang. Maka kita harus menjaga,” urai dia.

Mbah Moen mengatakan NU tidak bisa dilepaskan dengan sejarah perjuangan memperebutkan kemerdekaan Indonesia. Lantaran hal itu, ia meminta warga NU tetap nasionalis.

“Jadi NU itu jangan sampai bukan nasional. Harus cinta kepada bangsa. Oleh karena itu harus dijaga ukhuwah wathoniah, ukhuwah kebangsaan, selain ukhuwah diniyah islamiyah,” katanya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Mengayuh Sejarah Becak yang Lahir di Jepang sejak Restorasi Meiji

+ PLUS Mengayuh Sejarah Becak yang Lahir di Jepang sejak Restorasi Meiji

Di banyak negara berkembang di Asia dan Afrika, bahkan negara maju seperti di Jepang, becak masih menjadi sarana transportasi. Restorasi Meiji menjadi momentum sejarah lahirnya becak sebagai sarana transportasi di Jepang.

Berita Terkini

Mengayuh Sejarah Becak yang Lahir di Jepang sejak Restorasi Meiji

Di banyak negara berkembang di Asia dan Afrika, bahkan negara maju seperti di Jepang, becak masih menjadi sarana transportasi. Restorasi Meiji menjadi momentum sejarah lahirnya becak sebagai sarana transportasi di Jepang.

Update PMK Sukoharjo: 800 Kasus Terjangkit, 1.300 Ternak Sudah Divaksin

Jumlah total jatah vaksin PMK yang diterima Sukoharjo ada 2.100 dosis, dengan prioritas penyuntikan di zona hijau.

Harga Dan Spesifikasi Samsung Galaxy XCover 6 Pro

Samsung merilis smartphone baru Galaxy XCover 6 Pro pada Juli 2022. Berapa harga dan spesifikasi Samsung Galaxy XCover 6 Pro?

Akhir Semester I/2022, Rupiah Hampir Tembus Rp15.000 Per Dolar AS

Indeks dolar AS pada pukul 15.10 WIB terpantau turut melemah 0,0510 poin atau 0,05% ke level 105,055.

Terkuak! Penyebab Air Sungai Berbusa di Karangdowo Klaten

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) mengecek ke lokasi alur sungai di Dukuh Jetis, Desa Tulas, Kecamatan Karangdowo yang sempat berbusa, Rabu (29/6/2022) sore.

Pendaftaran Aplikasi MyPertamina Hanya untuk Pemilik Roda 4

Pembukaan pendaftaran yang dilakukan di 11 daerah yang telah ditentukan tidak diperlukan untuk kendaraan roda dua.

Semakin Tergelincir, Berapa Harga Bitcoin Hari Ini?

Harga Bitcoin pada Kamis (30/6/2022) hari ini menyentuh ke level Rp288.562.098 atau US$19.361 berdasarkan pantuan di indodax.

Berduaan di Kamar Hotel Klaten, Sejoli Remaja Ini Alasan Mampir Mandi

Sebanyak enam pasangan tak resmi terjaring razia tim gabungan, Kamis (30/6/2022). Dari keenam pasangan itu, ada satu pasangan yang masih usia remaja.

Alasan Makam Mbah Lenguk Tak Dipindah Saat Pasar Jamu Nguter Dibangun

Makam Mbah Lenguk ada di ujung lorong Pasar Jamu Nguter Sukoharjo yang terlindungi bangunan mungil mirip rumah lengkap dengan pintu kayu.

Sunny Tanuwidjaya, Eks Staf Ahok, Kini Dukung Anies Baswedan

Profil Sunny Tanuwidjaja bukanlah sosok baru di dunia perpolitikan khususnya Jakarta.

Koki Janda Semua, Warung Makan di Sukoharjo Ini Masakannya Suedeep!

Koki di warung makan Rudy 21 di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, semuanya berstatus janda.

Klaten Hari Ini: 30 Juni 2014, Pernah Ditemukan Ayam Terinfeksi Kolera

Delapan tahun lalu, tepatnya 30 Juni 2014, Solopos.com menurunkan berita tentang temuan ayam potong terinfeksi penyakit kolera yang dijual bebas di Pasar Kota Klaten.

Ngangeni Lur! Ini Nama Bus Bumel Trayek Solo-Wonogiri

Bus bumel trayek Solo-Wonogiri pernah berjaya pada era 1980 hingga awal tahun 2000. Namun sekarang, bus bumel berpotensi tergilas roda zaman.

Ironis, Sejumlah SD Inklusi di Karanganyar Tak Punya Guru Inklusi

Sejumlah SD inklusi di Karanganyar tak memiliki guru inklusi. Persoalan ini muncul setelah kewenangan pengelolan SLB ditarik pemerintah provinsi.