Ini Peran Enam Tersangka Pemicu 131 Aremania Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan

Keenam tersangka tragedi Kanjuruhan berasal dari sipil sebanyak tiga orang dan sisanya dari Polri.

 Ribuan suporter klub sepak bola berkumpul  dan menyalakan lililn saat doa bersama tragedi Kanjuruhan di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Selasa (4/10/2022) malam. (Antara/Kalandra)

SOLOPOS.COM - Ribuan suporter klub sepak bola berkumpul dan menyalakan lililn saat doa bersama tragedi Kanjuruhan di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Selasa (4/10/2022) malam. (Antara/Kalandra)

Solopos.com, MALANG – Enam orang ditetapkan sebagai tersangka tragedi Kanjuruhan, Malang yang menewaskan 131 suporter Aremania seusai laga Arema FC vs Persebaya pada Sabtu (1/10/2022) lalu.

Keenam tersangka tersebut berasal dari sipil sebanyak tiga orang dan sisanya dari Polri.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Mereka dijerat Pasal 359 jo Pasal 360 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan nyawa melayang serta Pasal 103 ayat 1 UU Nomor 11/2022 tentang Keolahragaan.

Berikut peran keenam tersangka tragedi Kanjuruhan, Malang.

1. Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita

Akhmad Hadian Lukita dianggap lalai karena tidak melakukan verifikasi kelayakan Stadion Kanjuruhan sebelum Liga 1 2022/2023 bergulir.

Verifikasi terakhir yang dilakukan di Stadion Kanjuruhan terjadi pada 2020 di mana saat itu terdapat sejumlah perbaikan yang harus dilakukan.

Namun hingga menjelang tragedi Kanjuruhan, perbaikan itu tidak pernah dilakukan.

Baca Juga: 33 Anak Meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan, Terkecil Berusia 4 Tahun

“Yang bersangkutan kami tetapkan sebagai tersangka. Kami melakukan olah TKP. Berdasarkan pendalaman ditemukan PT LIB selaku penyelenggara tidak memverifikasi Stadion Kanjuruhan sebelum liga bergulir. Verfikasi terakhir tahun 2020 dan ada catatan yang harusnya dipenuhi terkait keselamatan. Dan di tahun 2022 tidak dikeluarkan verifikasi dan hanya menggunakan hasil tahun 2020 dan belum ada perbaikan terhadap catatan hasil verifikasi tersebut,” ujar Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam jumpa pers, Kamis (6/10/2022) malam, seperti dikutip Solopos.com dari Breaking News KompasTV.

2. Ketua panitia pertandingan, Abdul Haris

Abdul Haris ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap lalai membuat panduan keselamatan di Stadion Kanjuruhan.

Ia juga orang yang bertanggung jawab mencetak tiket sebanyak 42.000 lembar padahal kapasitas Stadion Kanjuruhan hanya 38.000 tempat duduk.

“Ditemukan fakta penonton hampir 42.00. Dari panitia tidak menyiapkan rencana darurat untuk menangani situasi khusus sebagaimana Pasal 8 Regulasi Keselamatan PSSI Tahun 2021. Saudara AH tidak membuat dokumen tentang kondisi stadion dan tidak membuat panduan keselamatan,” lanjut Kapolri.

3. Ketua Pengamanan (Security Officer) Suko Sutrisno

Suko Sutrisno ditetapkan tersangka karena tidak membuat dokumen penilaian risiko untuk semua pertandingan di Stadion Kanjuruhan.

Dan yang fatal, ia memerintahkan petugas penjaga gerbang tribune pergi saat terjadinya kerusuhan padahal saat itu kondisi gerbang belum terbuka penuh.

“Yang bersangkutan tidak membuat dokumen penilaian risiko untuk semua pertandingan, memerintahkan steward untuk meninggalkan gerbang pada saat terjadi insiden, seharusnya steward di situ dan membuka gerbang 15 menit sebelum pertandingan berakhir,” ujar Kapolri.

4. Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto

Kompol Wahyu dianggap lalai terkait penggunaan gas air mata di Stadion Kanjuruhan yang menjadi penyebab utama banyaknya korban jiwa.

Menurut Kapolri, Kompol Wahyu sebenarnya sudah tahu tentang regulasi FIFA yang melarang penggunaan gas air mata untuk mengendalikan suporter rusuh.

“Yang bersangkutan tahu tahu terkait adanya aturan FIFA tentang gas air mata namun tidak mencegah atau melarang pemakaian gas air mata,” kata Kapolri.

5. Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi

AKP Bambang Sidik melakukan kesalahan fatal karena memerintahkan anggotanya menembakkan gas air mata saat suporter mulai rusuh.

“Yang bersangkutan memerintahkan anggotanya untuk menembakkan gas air mata, karenanya ikut ditetapkan sebagai tersangka sebagai penanggung jawab pasukan,” imbuh Kapolri.

6. Danki 3 Sat Brimob Polda Jatim AKP Hasdarman

Sama dengan Kasat Samapta AKP Bambang Sidik, AKP Hasdarman juga menjadi tersangka memerintahkan anggotanya menembakkan gas air mata ke suporter yang mulai rusuh.

Baca Juga: Direktur PT LIB dan 3 Komandan Polisi Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      3 Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNS Solo Juara Lomba Creative Idea Fest 2022

      Raih juara 3 lomba marketing communication dalam Creative Idea Fest 2022 pada 17 September 2022, tiga mahasiswa Ilmu Komunikasi UNS harumkan nama UNS di tingkat Nasional.

      KPU Telah Tetapkan Jadwal dan Tahapan Pemilu 2024, Berikut Perinciannya

      Jadwal dan Tahapan Pemilu 2024 sudah diatur melalui PKPU No. No. 3/2022 dan sudah berjalan beberapa tahapan Pemilu 2024.

      Eliezer 2,5 Jam Buka Skenario Sambo Bunuh Yosua, Panen Doa dari Warganet

      Warganet mendukung Richard karena meyakini anggota Polri berpangkat paling rendah itu berkata jujur.

      Jawab Tantangan Digitalisasi Media, UNS TV Hadirkan Beragam Program Baru

      UNS TV sebagai televisi kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo hadirkan wajah baru dengan sejumlah program-program menarik.

      Pelatih Panjat Tebing Dianiaya Murid, Polisi Jaktim Turun Tangan

      Video penganiayaan pelatih panjat tebing oleh anak didiknya itu beredar di internet sejak Senin (26/11/2022) lalu.

      BMKG Prakirakan Sebagian Kota Besar Cerah Berawan Selasa, 6 Desember 2022

      Kota besar yang diperkirakan cerah berawan yakni Denpasar, Jakarta Pusat, Gorontalo, Surabaya, Tarakan, Ambon, Kupang, Manokwari, Pekanbaru, Makassar, Yogyakarta, Jambi, Samarinda, Bandar Lampung, Jayapura, Kendari, Manado, Padang, dan Palembang.

      Kasus Dugaan Suap Restitusi Proyek Tol Solo-Kertosono segera Disidangkan

      Penyidik KPK menyerahkan barang bukti dan dua tersangka dalam kasus dugaan suap restitusi pajak proyek pembangunan Jalan Tol Solo-Kertosono ke pengadilan.

      Jimly Asshiddiqie: Penulis Buku Terbanyak soal Hukum, Demokrasi dan Sosial

      Jimly Asshiddiqie dianugerahi rekor dari Leprid sebagai tokoh Indonesia pertama di dunia yang menjadi penulis buku tentang hukum, demokrasi, dan sosial terbanyak.

      Misteri 4 Jasad Mengering di Kalideres Diungkap Pekan Ini

      Hasil penyelidikan penemuan empat jasad mengering di Kalideres, Jakarta Barat akan diumumkan pekan ini.

      KPK Surati Panglima TNI, Eks KSAU Tetap Mangkir dari Sidang Korupsi Helikopter

      Meski surat sudah dikirimkan KPK kepada Panglima TNI namun hingga kini eks KSAU Marsekal (Purn) Agus Supriatna tidak juga memenuhi panggilan untuk hadir sebagai saksi.

      Rekomendasi Hak Justice Collaborator Bharada E, Kejagung: Bisa Diajukan 3 Tahap

      Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana, menyebut rekomendasi hak justice collaborator Bharada E yang diajukan LPSK bisa diajukan dalam tiga tahap.

      Penipu Berkedok Tarik Uang Gaib, Korban Pingsan setelah Minum Ramuan Khusus

      Korban yang telah menyetor uang diberi minuman khusus hingga pingsan lalu ditinggal pergi para pelaku.

      Dugaan Kebohongan Ricky Rizal: Tak Dengar Perintah Sambo untuk Tembak Yosua

      Ricky Rizal mengaku tidak mendengar saat Sambo memerintahkan agar Richard Eliezer menembak Yosua.

      Sidang Kasus Lin Che Wei Cs, Saksi Ahli: Masalahnya Distribusi Minyak Goreng

      Saksi Ahli Tata Niaga Minyak Goreng dan Industri Sawit, Wiko Saputra, mengungkapkan penyebab kelangkaan minyak goreng pada periode Januari-Maret 2022 lantaran masalah distribusi.

      Ricky Rizal Tutupi Kasus Sambo, Hakim: Kasihan Anak Istrimu di Rumah

      Hakim Wahyu meminta Ricky Rizal agar memikirkan nasib anak istrinya di rumah kelak jika ia masih terus berbohong menutupi kasus Ferdy Sambo.

      Mengenal Prabu Rabindra, MUA Cilik Solo yang Punya Rencana Karier Matang

      Prabu Rabindra Wisnu Wardhana, siswa kelas IX di SMP Negeri 10 Solo telah memiliki sertifikat kompetensi di bidang kecantikan kulit untuk kualifikasi periasan wajah atau MUA