Ini Pengakuan Pelaku Tabrak Lari di Jalan Sriwijaya Semarang

Pelaku tabrak lari di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang, yang mayat korban ditemukan di saluran air, mengaku tidak sadar telah menabrak korban hingga meninggal.

 Ilustrasi korban tabrak lari. (Dok)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi korban tabrak lari. (Dok)

Solopos.com, SEMARANG — Penemuan mayat pria paruh baya di saluran air Jalan Sriwijaya, Kota Semarang, Kamis (11/8/2022) sore, akhirnya menemukan titik terang. Mayat tersebut merupakan korban tabrak lari yang pelakunya berprofesi sebagai pengacara di Kota Semarang.

Pelaku tabrak lari itu bernama Giant Permana, 28, warga Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Pelaku telah diringkus aparat kepolisian dan diamankan di Mapolrestabes Semarang.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Di hadapan polisi, pelaku mengaku tidak sadar telah menabrak orang hingga menyebabkan korban meninggal dunia dan terlempar ke saluran air. Ia bahkan berdalih sempat berhenti seusai merasa mobilnya menabrak sesuatu, namun tak menemukan apa-apa.

“Jalannya gelap, penerangan di lokasi juga kurang. Saya enggak tahu kalau itu orang. Tapi pas kejadian [merasa menabrak sesuatu] sudah turun, ngecek, mencari tahu apa itu. Tapi, enggak ketemu,” aku Giant saat dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolrestabes Semarang, Jumat (12/8/2022).

Pelaku tabrak lari di Jalan Sriwijaya Semarang ini pun tidak menampik jika saat kejadian padangannya teralihkan karena melihat telepon seluler. Kala itu, dirinya baru pulang dari salah satu tempat usaha di Daerah Fatmawati, Kecamatan Pedurungan.

“Baru pulang dari sana. Kecepatan kira-kira pas itu sekitar 50 km per jam,” jelasnya.

Baca juga: Mayat di Jalan Sriwijaya Semarang Korban Tabrak Lari, Ini Pelakunya

Kendati demikian, polisi menemukan mobil pelaku yang digunakan menabrak korban terlihat peyok di bagian kiri. Polisi juga menemukan rambut yang setelah dilakukan pemeriksaan merupakan milik korban.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol. Irwan Anwar, mengaku terungkapnya kasus tabrak lari di Jalan Sriwijaya ini berdasarkan rekaman CCTV yang ada di lokasi kejadian. Dalam rekaman CCTV itu terlihat mobil Toyota Yaris yang digunakan pelaku melintas di Jalan Sriwijaya Semarang, tepatnya depan Perpustakaan Daerah Jateng, dan menabrak korban bernama Hendro Margo Raharjo, 59, warga Wonotingal, Kecamatan Candisari, Kota Semarang.

“Hasil olah TKP dan rekaman CCTV diketahu ini peristiwa kecelakaan tabrakan. Korban pensiunan pegawai Dinas Lingkungan Hidup,” terang Irwan.

Baca juga: Mayat di Saluran Air Jalan Sriwijaya Semarang Diduga Korban Tabrak Lari

Irwan menyebut peristiwa tabrak lari di Jalan Sriwijaya Semarang itu terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, korban yang sedang berolahraga tiba-tiba diserempet mobil yang melaju dari arah timur menuju barat hingga jatuh ke saluran air. Mayat korban baru ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB oleh dua anak laki-laki yang tengah mencari cacing di saluran air tersebut.

 

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Ternyata, Warga Argomulyo Salatiga Kesulitan Air Bersih Sejak Agustus

      Sejumlah warga di Kelurahan Randuacir, Kota Salatiga, mengeluhkan sulitnya mendapatkan kebutuhan air bersih sejak Agustus 2022 atau saat musim kemarau.

      Beli Jenglot Pakai Uang Palsu di Banjarnegara, Kakek asal Purworejo Ditangkap

      Seorang kakek asal Purworejo berniat membeli jimat berbentuk jenglot di Banjarnegara dengan menggunakan uang palsu.

      Gubernur Ganjar Terbitkan SE, Kepala Daerah di Jateng Harus Gunakan Aspal Buton

      Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menerbitkan SE yang meminta kepada kepala daerah di seluruh Jateng untuk menggunakan aspal Buton.

      Inspiratif, Pemuda Tuntang Semarang Bawa Kerajinan Eceng Gondok ke Pasar Eropa

      Kisah inspiratif datang dari pemuda asal Tuntang, Kabupaten Semarang, yang menyulap eceng gondok Rawa Pening menjadi kerajinan bernilai tinggi dan diminati pasar Eropa.

      Srintil Sang Primadona, Mahal dan Satu-Satunya di Dunia

      Srintil adalah nama tembakau khas dan satu-satunya di dunia yang berasal dari Temanggung yang harga per kilogramnya hampir setara dengan emas 24 karat.

      Sosok Moetiah Korban G30S/PKI Kebal Ditembak di Kuburan Massal Plumbon Semarang

      Cerita korban G30S/PKI, Moetiah, yang kebal saat ditembak dan dimasukkan hidup-hidup ke dalam kuburan massal di Plumbon, Semarang, Jawa Tengah.

      Bandara Ngloram Diminta Buka Penerbangan Komersial Lagi, Ini Kata Bupati Blora

      Bandara Ngloram di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah (Jateng), diminta untuk kembali melayani penerbangan komersial.

      Cuaca Ekstrem Landa Jateng dalam 3 Hari ke Depan

      BMKG memprakirakan sejumlah wilayah di Jateng akan mengalami cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi selama tiga hari ini.

      Kamp Plantungan Kendal: Dulu Penjara bagi Gerwani, Kini Pemandian Air Panas

      Pemandian air panas Tirta Assyifa di perbatasan Kabupaten Kendal dan Batang di Jawa Tengah menyimpan kepingan peristiwa tahun 1965, yakni terkait Kamp Plantungan.

      Jadi Tersangka Kasus Suap, Pengacara Semarang Ngaku Tak Kenal Hakim MA

      Pengacara Semarang, Yosep Parera, yang ditangkap KPK atas dugaan kasus suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) mengaku tidak kenal dengan hakim agung.

      Kasus Pembunuhan PNS Semarang Belum Terungkap, 3 Saksi Minta Perlindungan LPSK

      LPSK mengungkap ada tiga saksi dalam kasus pembunuhan PNS Kota Semarang, Iwan Boedi, yang mengajukan permohonan perlindungan.

      Pengacara Semarang Tersangka Suap MA Beri Pernyataan Tertulis, Begini Isinya

      Pengacara asal Semarang, Yosep Parera, yang menjadi tersangka kasus dugaan suap hakim agung Mahkamah Agung (MA) memberikan pernyataan tertulis atas kasus yang tengah menjeratnya.

      Pandemi Melandai, Kunjungan Wisatawan Candi Borobudur Penuhi Target

      Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Candi Borobudur pada tahun 2022 ini diklaim telah memenuhi target, yakni 1,2 juta orang.

      Kuburan Massal Terduga PKI di Grobogan, Lokasinya Ada di Hutan Gundih

      Kuburan massal yang dipercaya merupakan tempat pembantaian anggota PKI berada di Hutan Gundih, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan.

      Seru, Ribuan Siswa SMKN 1 Jambu Semarang Buat Kreasi Eceng Gondok

      SMK Negeri 1 Jambu Semarang mengajak seluruh siswa, alumni, dan guru membuat kreasi atau kerajinan dari eceng gondok.