Kategori: Klaten

Ini Lho Skenario Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka 5 SMP di Klaten


Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso

Solopos.com, KLATEN – Pemkab Klaten belum bisa memutuskan kepastian waktu pelaksanaan pembelajaran tatap muka atau PTM yang dilakukan uji coba di lima sekolah.

Pemkab masih membahas kematangan kesiapan PTM meskipun masih bersifat uji coba. Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Klaten, Sujarwanto Dwiatmoko, mengatakan kajian untuk menggelar pembelajaran tatap muka sudah ada sejak dua bulan silam.

Rencana itu sempat urung digulirkan lantaran ada peningkatan kasus Covid-19. Belakangan, rencana tersebut bergulir lagi. Hanya saja, rencana uji coba pembelajaran tatap muka itu masih dalam pembahasan hingga Jumat (2/10/2020).

Kecelakaan di Tol Sragen Tewaskan Pasutri Asal Sleman, Begini Kronologinya

Sujarwanto mengatakan pembahasan masih dilakukan untuk memastikan kematangan beragam skenario yang dipersiapkan sekolah.

“Hari ini kami masih membahas kematangannya. Sekali itu jalan, maksud kami jangan sampai ada risiko yang muncul. Jadi saat ini belum diputuskan meski Senin [5/10/2020] diupayakan itu bisa berjalan,” kata Sujarwanto di Kecamatan Jatinom, Jumat.

Berada di Daerah Relatif Aman

Sebagai informasi, ada lima SMP yang direncanakan menggelar uji coba pembelajaran tatap muka. Kelima sekolah itu yakni SMPN 2 Klaten, SMPN 1 Kemalang, SMPN 1 Kebonarum, SMPN 1 Gantiwarno, dan SMPN 1 Karangdowo.

Salah satu alasan kelima sekolah dipilih lantaran berada di daerah relatif aman atau tak ada kasus warga terkonfirmasi positif Covid-19.

Rencananya, uji coba pembelajaran tatap muka digelar Senin pekan depan dan berlangsung selama sepekan. Selama pembelajaran tatap muka digelar, protokol kesehatan pencegahan Covid-19 diterapkan secara ketat.

Banyak Pekerja Seni Wonogiri Belum Terima Bansos

Pelaksana Humas SMPN 2 Klaten, Tonang Juniarta, mengatakan secara umum persiapan untuk mengadakan pembelajaran tatap muka sudah dilakukan. Sarpras disiapkan sesuai ketentuan Disdik.

Salah satunya seperti tempat cuci tangan menggunakan keran air otomatis tanpa disentuh bikinan siswa SMPN 2 Klaten. Standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan juga sudah disiapkan.

Ketika pembelajaran tatap muka berlangsung, siswa masuk sepekan dua kali. Satu kelas hanya terdiri dari 10 siswa.

"Jadi total ada 240 siswa sekali masuk. Untuk jam pelajaran berlangsung selama 2,5 jam. Selama pekan pertama, materi pembelajaran tentang penekanan pemahaman kesadaran untuk menaati protokol kesehatan," urai dia.

Smart Village Nusantara Launching di Kemuning Karanganyar, Apa Itu?

SOP itu juga mengatur jam siswa tiba di sekolah. Agar tak terjadi kerumunan ketika memasuki sekolah, jam tiba di sekolah setiap tingkatan kelas dipisahkan. Kelas VII tiba di sekolah pukul 07.15 WIB, kelas VIII tiba di sekolah pukul 07.30 WIB dan kelas IX pukul 07.45 WIB.

Siswa Diantar dan Dijemput

Soal keberangkatan siswa, Tonang menjelaskan siswa diutamakan diantar orang tua mereka termasuk dijemput ketika pulang. "Untuk yang rumahnya dekat, bisa saja berangkat sendiri. Tetapi, kami tekankan agar siswa diantar dan dijemput," urai dia.

Tonang juga menuturkan untuk menggelar pembelajaran tatap muka itu sekolah mengajukan pemberitahuan ke kecamatan serta puskesmas.

"Saat ini menunggu izin dari gugus tugas kabupaten dilanjutkan instruksi dari Disdik. Kalau dari kabupaten mengizinkan Senin bisa dilaksanakan, rencana uji coba pembelajaran tatap muka dilaksanakan. Kalau tidak mendapatkan izin, kami akan menyampaikan pemberitahuan ke orang tua jika belum bisa dilaksanakan [pembelajaran jarak jauh masih berlangsung]," ungkap dia.

Sambangi 40-An Desa Terdampak Tol Solo-Jogja, Tim Pemkab Klaten Temukan 1 Objek Diduga Cagar Budaya

Disinggung persetujuan orang tua, Tonang mengatakan dari total 771 siswa, 86 persen orang tua mengizinkan anak mereka mengikuti pembelajaran tatap muka.

"Sedangkan untuk yang tidak diizinkan tetap belajar dari rumah dan tetap dilayani [pembelajaran jarak jauh]," ujar dia.

Share