Ini Langkah Awal UNS Solo Mengelola Hutan Bromo Karanganyar

Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo akan menyinkronkan rencana pemanfaatan kawasan Hutan Bromo Karanganyar dengan peraturan yang berlaku.

Ini Langkah Awal UNS Solo Mengelola Hutan Bromo Karanganyar

SOLOPOS.COM - Bupati Karanganyar, Juliyatmono (kedua kanan), bersama Rektor UNS Solo, Jamal Wiwoho (keempat kanan), mengikuti jalan sehat di Hutan Bromo Karanganyar, Jumat (9/8/2019). (Solopos-Sri Sumi Handayani

Solopos.com, KARANGANYAR — Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo akan menyinkronkan rencana pemanfaatan kawasan Hutan Bromo Karanganyar dengan peraturan yang berlaku.

Rektor UNS Solo, Jamal Wiwoho, menyampaikan itu saat ditanya rencana pengelolaan kawasan Hutan Bromo di Kelurahan Gedong, Kecamatan Karanganyar. Jamal menghadiri Jalan Sehat di Hutan Bromo Karanganyar yang diselenggarakan UNS Solo bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar, Jumat (9/8) pukul 06.30 WIB.

Untuk diketahui, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengizinkan UNS Solo mengelola 122,78 hektare (ha) lahan di kawasan Hutan Bromo Karanganyar. Pengelolaan kawasan Hutan Bromo Karanganyar oleh UNS berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 177/MenLHK/Setjen/PLA.0/4/2018 tentang Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK).

UNS memulai dengan membuka Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Pendidikan dan Pelatihan KHDTK Hutan Bromo Karanganyar. Peresmian oleh Dirjen Planologi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sigit Hardwinarto, didampingi Rektor UNS periode 2015-2019, Ravik Karsidi, dan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, 3 November 2018.

“Hutan Bromo ini, arep dikapakne [mau diapakan]. Optimalkan Hutan Bromo supaya lebih bermanfaat untuk masyarakat dan UNS. Kami jadikan semacam center of excellence [pusat layanan unggulan] kegiatan Prodi Pengelolaan Hutan dan Ilmu Lingkungan. Terima kasih Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, semangat Bupati luar biasa,” kata Jamal saat berbincang dengan wartawan seusai acara.

Jamal menyampaikan UNS akan mengecek peraturan perundang-undangan yang berlaku sebelum memutuskan akan memanfaatkan kawasan Hutan Bromo menjadi apa. Tetapi Jamal tidak menampik rencana UNS membuka Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan.

“Proses tidak bisa cepat karena banyak syarat. Misal, memiliki lima doktor dengan background sesuai, lahan praktik lapangan. Tetapi segera, secepatnya. Bisa digunakan taman pendidikan. Tinggal disentuh saja karena bahan sudah ada. Soal dukungan dana dari Pemkab, sesuai prosedur hati-hati,” tutur dia.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyatakan kesiapan mendukung UNS Solo memanfaatkan dan mengelola kawasan Hutan Bromo Karanganyar. Secara tegas, Bupati siap memberikan dukungan dana maupun pembuatan kebijakan.

“Kami tindak lanjuti [kawasan Hutan Bromo] bisa dimanfaatkan bersama untuk penelitian, pendidikan, wisata, dan lain-lain. Berbagi peran menggarap Hutan Bromo sehingga dapat memberikan nilai tambah. Support supaya segera [dikelola]. Disamping melindungi hutan yg hijau, ada banyak hal yang bisa diperoleh,” tutur Bupati saat ditemui wartawan seusai acara.

Yuli, sapaan akrabnya, menyampaikan Pemkab akan memberikan dukungan sesuai kewenangan yang diperbolehkan aturan berlaku.

“Sesuai kewenangan yang diperbolehkan aturan. Kalau boleh dana, ya dana atau regulasi yang sesuai. Berkontribusi itu kewajiban pemerintah. Segera ada bentuk konkret [pemanfaatan kawasan Hutan Bromo]. UNS punya cukup ilmu dan ini tempat strategis,” ungkap dia. 

Berita Terkait

Berita Terkini

Pasien Covid-19 Kini Lebih Cepat Meninggal, Ini Penyebabnya

Pasien sering terlambat dibawa ke rumah sakit hingga berujung meninggal dunia.

Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Plupuh dan Miri Sragen Rendah, Kenapa Ya?

Anggaran penanganan Covid-19 di dua kecamatan Sragen yakni Miri dan Plupuh, masih rendah, kurang dari 30 persen hingga awal Agustus ini.

Waduh, Tingkat Keterisian Bed RS Rujukan Covid-19 Klaten Masih Tinggi Lur!

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) RS rujukan Covid-19 Kabupaten Klaten hingga awal pekan ini masih tinggi.

Kena Prank Keluarga Akidi Tio, Kapolda Sumsel Memilih Berpikir Positif

Ada atau tidaknya dana Rp2 triliun tidak menyurutkan ikhtiar Polda Sumsel menanggulangi Covid-19.

Pasien Positif Corona Tanpa Gejala Sukoharjo Didorong Isolasi di 2 Tempat Ini

Pasien positif terpapar virus corona tanpa gejala atau bergejala ringan di Kabupaten Sukoharjo didorong menjalani isolasi di tempat khusus.

Ahli IPB: Harimau Tak Bisa Tularkan Corona ke Manusia

Kejadian penyakit pada hewan di berbagai belahan dunia sangat identik, yakni hewan tersebut tertular dari pemiliknya.

Pelayanan Kantor Kecamatan Jebres Solo Buka Lagi setelah Tutup karena 10 Pegawai Positif Corona

Pelayanan kantor Kecamatan Jebres, Solo, sudah kembali dibuka setelah sempat tutup beberapa hari karena sejumah pegawai terpapar Covid-19.

Kasus Covid-19 Tambah 22.404, Jateng Penyumbang Terbanyak

Dari kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 22.404 hari ini, Jateng berkontribusi 3.218.

Lima Makanan dan Minuman Ini Mampu Atasi Dehidrasi

Jangan abaikan rasa haus apalagi di musim kemarau, karena itu salah satu sinyal bahwa tubuh Anda sedang mengalami dehidrasi.

12 Daerah di Jawa-Bali Naik ke PPKM Level 4, Ini Daftarnya

Sebanyak 12 daerah naik ke PPKM Level 4, sembilan daerah turun ke PPKM Level 3, dan satu daerah turun ke PPKM Level 2.

Ada Buruh Kena PHK Belum Dapat Pesangon, FKSPN Karanganyar Mengadu ke DPRD 

FKSPN Karanganyar mengadu ke DPRD tentang masalah buruh berupa pesangon setelah kena PHK dan tali asih buruh meninggal yang belum dibayarkan.

Kelabui Petugas, Seorang Napi Lapas Madiun Kabur

Seorang narapidana atau napi Lapas Klas I Madiun bernama Peprianto kabur dari penjara dengan cara pura-pura ke kamar kecil untuk kencing.