Ini Kronologi Penangkapan Terduga Pelaku Sweeping Social Kitchen Solo di Arena Sekaten
Suasana Sekaten Solo setelah penangkapan seorang jukir yang diduga terlibat aksi sweeping Social Kitchen, Rabu (21/12/2016). (Nicoalus Irawan/JIBI/Solopos)

Polisi menangkap seorang lelaki yang diduga terlibat aksi sweeping di Social Kitchen Solo.

 

Solopos.com, SOLO -- Aparat Polda Jawa Tengah (Jateng) menangkap seorang lelaki yang diduga terlibat aksi sweeping di resto Social Kitchen Solo, Rabu (21/12/2016) malam. Penangkapan yang berlangsung di arena Sekaten kawasan Benteng Vastenburg itu sempat disertai suara tembakan peringatan.

 

Juru parkir wahana permainan Sekaten, Nur Sahid, 35, menuturkan kronologi kejadian yang terjadi sekira pukul 21.30 WIB tersebut. Menurut dia, peristiwa itu berlangsung cepat di tengah suasana padat pengunjung.

 

"Tadi ada satu lelaki lari ke tengah-tengah sini menghindari kejaran polisi. Lalu ada bunyi tembakan tiga kali. Dia ketangkap lalu dibawa ke mobil yang sudah diparkir di depan dan diangkut pergi," terang dia saat ditemui wartawan, seusai kejadian.

 

Dia mengatakan ada belasan polisi berseragam dan berpakaian preman yang mengejar sesosok pria tersebut. "Pengunjung tadi mengira suara tembakan peringatan tadi cuma mercon. Ternyata ada penangkapan," katanya.

 

Ihwal sosok yang ditangkap tersebut, dia mengaku tidak mengenalnya. "Enggak tahu. Di sini banyak orang. Kami juga tidak nggagas karena suasananya sedang ramai pengunjung dan kejadian sangat cepat," jelasnya.

 

Salah satu sumber di Polresta Solo, saat dihubungi wartawan, membenarkan adanya suara tembakan di wahana permainan Sekaten yang digelar di pelataran Benteng Vastenburg.

 

Menurut dia, tembakan peringatan tersebut terkait penangkapan Y, 36, salah satu terduga pelaku perusakan restoran dan tempat hiburan malam Social Kitchen, Minggu (18/12/2016) dini hari.

 

"Itu suara tembakan peringatan dari anggota Ditreskrimum Polda Jateng terkait penangkapan salah satu terduga pelaku perusakan tempat hiburan malam. Tembakan terpaksa dilepaskan karena terduga mencoba melawan," kata dia.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom