Sandy Eko Prasetyo (dari kiri ke kanan) dan Imam Suachadij berbincang dengan Head of Corporate Affairs Go-jek Wilayah Jateng, DIY, Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara, Alfianto Domy Aji, Rabu (20/2/2019). (Bisnis-Alif Nazzala Rizqi)

Semarangpos.com, SEMARANG — Memilih jam kerja yang tak biasa membuat Imam Suachadij, 50, kerap pula melayani penumpang yang tak lumrah, termasuk perempuan yang hendak melahirkan. Pecahnya air ketuban di mobil justru menjadikan kisah inspiratifnya menjadi viral di media sosial.

Sandy Eko Prasetyo, 33, warga Jl. Cemara I Kav. 12, Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah yang memviralkan kisah inspiratif tersebut. Kala itu, sekitar pukul 02.00 WIB, istrinya, Febriana Kristiningrum, 28, yang sedang hamil tua merasakan kontraksi tanda hendak melahirkan.

"Istri saya sudah mengeluh mulas sejak pukul 02.00 WIB Saya pun membawa istri saya ke Klinik Pratama yang berjarak sekitar 30 m dari rumah. Sampai di sana, ternyata bidan sakit. Saya pun langsung inisiatif membawa istri ke bidan terdekat di Damarjaya. Setelah sampai di sana, ternyata jam praktik hanya sampai pukul 21.00 WIB," kisah Sandy, Rabu (20/2/2019).

Saat itu, lanjut dia, istrinya sudah mengalami pembukaan sehingga tidak sanggup berjalan. Ia pun berinisiatif memesan Gocar dari aplikasi Go-Jek di pesawat telepon selulernya. "Istri saya sudah enggak sanggup naik motor. Akhirnya tiduran di pinggir jalan sambil menunggu Gocar datang. Enggak lama, sekitar lima menit, mobil datang. Saat itu Pak Imam Suachadij," lanjutnya.

Awalnya, Sandy memesan taksi online itu untuk melayani perjalanan ke RS Banyumanik. Tetapi, karena keadaan sudah darurat dan tidak ingin mengambil risiko lagi, ia pun meminta driver untuk berputar arah menuju RS Hermina Banyumanik. Beruntung driver mau mengerti dan karena kebaikan hati driver itulah istrinya berhasil melahirkan dengan selamat. 

"Saat perjalanan menuju rumah sakit, saya tertinggal jauh dari mobil Pak Imam. Baru bertemu di rumah sakit. Itu pun istri saya sudah ditangani dan menuju IGD. Mobil Pak Imam kondisi sudah kotor dan bau, saat itu saya fokus menemani istri saya dulu di IGD dan meminta Pak Imam menunggu di luar karena saya juga ingin membantu membersihkan mobilnya. Tapi ketika saya kembali ke luar, Pak Imam sudah tidak ada. Lalu, paginya, saya unggah kisah saya di Facebook MIK Semar," tuturnya.

Imam Suachadij, driver Gojek yang membantu persalinan tersebut, tidak menyangka tindakan yang dilakukannya menjadi viral di media sosial setelah diunggah Sandy di group Facebook MIK Semar. Rupanya, tindakan semacam yang ia lakukan itu bukan hal baru karena Imam memang memilih jam kerja yang tak lazim dipilih driver taksi online pada umumnya.

"Jam kerja saya memang berbeda dengan driver-driver lain. Saya mulai bekerja pukul 00.00 WIB karena jalan lancar, jadi bisa lebih menghemat BBM. Nah, saat itu, saya sedang kumpul bersama komunitas di daerah Tusam. Sekitar pukul 04.00 WIB, ada orderan masuk, karena darurat akan mengantar ke rumah sakit saya pun bergegas menuju ke lokasi," paparnya.

Sesampai di lokasi penjemputan, dia melihat Febriana sudah tiduran di samping motor di pinggir jalan. Imam pun langsung memutar mobil dan bergegas membantu Sandy membopong istrinya ke dalam mobil.

"Kebetulan saya hapal jalan, jadi saya ambil jalan pintas agar cepat sampai tujuan. Di jalan itu, istri Mas Sandy sudah teriak-teriak kesakitan. Saya cuma bisa bilang, 'sebentar lagi sampai, Mbak. Tenang, atur napas'. Padahal lokasi masih cukup jauh," aku dia.

Setelah sampai rumah sakit tujuan, ia pun bergegas meminta pihak rumah sakit untuk segera menangani. Ia mengaku melihat air ketuban Febriana pecah. Setelah mendapat pertolongan, ia tak memikirkan tentang biaya antar Gocar. Ia pun sendirian membersihkan mobilnya dan menyatakan order telah selsai dilaksanakan.

"Setelah itu, saya selesaikan orderan dan membersihkan mobil. Tak lama ada orderan lagi yang masuk, rutenya cukup jauh ke daerah Ngaliyan. Saya langsung tancap gas untuk pick up penumpang," terangnya.

Jam kerja yang berbeda dengan driver lain, diakui Imam seringkali membuatnya berhadapan dengan hal-hal darurat. Bukan hanya membantu persalinan, ia bahkan pernah diminta mengantar jenazah. "Saya ikhlas menolong dan tidak suka membaginya di media sosial," tegasnya.

Namun, unggahan Sandi di media sosial membuatnya menonjol karena netizen memviralkannya sebagai tanda terima kasih, Sandy dan Imam akhirnya dipertemukan kembali oleh pihak Go-Jek di Warung Penang, Jl. Singosari Raya No 71, Pleburan, Semarang Selatan, Kota Semarang, Jateng, Rabu (20/2/2019).

Head of Corporate Affairs Go-Jek untuk wilayah Jateng, DIY, Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara, Alfianto Domy Aji, mengaku bangga atas tindakan Imam. Diakuinya, banyak mitra GoJek yang memiliki rasa sosial tinggi meskipun tak semua terekspose di hadapan publik.

"Khusus untuk Pak Imam, kami memberikan apresiasi berupa langganan program Go-Jek Swadaya, yakni asuransi Pasarpolis dan asuransi kesehatan Allianz selama dua tahun. Harapan kami, apresiasi ini memberikan tambahan semangat bagi Pak Imam untuk terus bekerja dengan tulus, menjadi driver Go-Jek andal yang membantu sesama dan selalu memberikan pelayanan terbaiknya," kata dia.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten