Ini Keistimewaan Kue Cucur  Pranggong Boyolali yang Tembus Pasar Nasional
Kepala Desa Pranggong, Wagimin (kanan) dan Ketua Kelompok Tani Desa Pranggong, Kisminah (tengah), menunjukkan kue cucur khas Pranggong, Juli 2020. (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)

Solopos.com, BOYOLALI -- Kue cucur bikinan warga Desa Pranggong, Kecamatan Andong, Boyolali, sukses menembus pasar nasional melalui penjualan online. Keberhasilan itu tak lepas dari perubahan kemasan kue cucur yang menjadi lebih menarik.

Kue cucur merupakan kudapan tradisional yang terbuat dari tepung beras dan gula merah yang digoreng. Kue tersebut berbentuk khas, yakni bulat dengan bagian tengah yang menggembung, sedangkan bagian tepinya lebih tipis.

Namun ada juga yang bulat dan berserat karena dicampur dengan parutan kelapa. Seperti kue cucur dari Desa Pranggong, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali. Konon kue cucur tersebut sudah diproduksi di desa itu sejak 1995 dan menjadi kue cucur khas Pranggong.

Sukarelawan Gibran Sumbang 7 Kardus Pakaian untuk Warga Griya PMI Solo

Kisminah, Ketua Kelompok Tani Desa Pranggong, menuturkan kue cucur khas Pranggong sudah menjadi produk unggulan desa tersebut. Kue itu memiliki komposisi tepung beras, tepung terigu, gula Jawa, gula pasir, kepala dan vanili.

"Kue cucur sudah menjadi produk unggulan kami. Saat ini cucur Pranggong sudah banyak dipesan konsumen dari berbagai daerah secara online. Untuk harga Rp22.000 per dus [isi 12]," tutur dia, akhir Juli 2020.

Untuk mendukung pemasaran, kue cucur Pranggong mulai memerhatikan kemasan. Jika sebelumnya hanya dikemas secara sederhana, kini dengan dukungan dari mahasiswa KKN beberapa perguruan tinggi di desa itu, cucur Pranggong tampil lebih menarik.

Wajah Baru Jembatan Peninggalan Belanda di Wonogiri, Bikin Auto Selfie!

Wajah Baru Kemasan Kue Cucur

Dus dominasi warna merah dengan tutup kombinasi mika transparan. Gambar dan keterangan di permukaan kemasan makin membuat penampilan jajanan ini meyakinkan.

Melalui kemasan yang lebih menarik dan pemasaran secara online, kue cucur Pranggong pun sudah menyebar ke berbagai daerah hingga luar Pulau Jawa. Dari segi rasa, cucur Pranggong memiliki cita rasa gurih dan manis serta tekstur yang lembut di mulut.

Selain kue cucur, Kisminah menyebutkan Pranggong juga memiliki jajanan khas lain yang juga sudah dipasarkan ke berbagai daerah. Di antaranya adalah rumini dan keripik singkong. Rumini hampir seperti ceriping dari singkong, namun dibuat dengan cara diparut.

Wow! Jateng Valley Bakal Jadi Tempat Wisata Terbesar se-Asia Tenggara

Kepala Desa Pranggong, Wagimin, pembenahan kemasan produk lokal mulai dilakukan sekitar 2016 lalu, ketika desa kedatangan mahasiswa KKN dari beberapa perguruan tinggi.

"Jadi dulu para mahasiswa ini mengarahkan, baiknya seperti ini, baiknya seperti itu. Intinya mendukung ke arah yang lebih baik. Sebelumnya kemasannya hanya pres biasa. Sekarang dibuat kemasan lebih menarik," terang dia kepada Solopos.com, Sabtu (1/8/2020).

Melalui kemasan dan pemasaran yang juga dilakukan secara online, produk lokal Pranggong pun kini menyasar pasar nasional. Hanya, untuk membeli cucur, pembeli harus memesan dulu sehari atau dua hari sebelumnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom