Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, menunjukkan jari telunjuk sesuai memberikan hak suaranya pada Pemilu 2019 di TPS 28, Pucangsawit, Jebres, Solo, Rabu (17/4/2019). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, memberikan komentar terkait people power yang digaungkan kubu capres-cawapres 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019, Rabu (22/5/2019)mendatang.

Rudy, sapaan akrabnya, menyebut gerakan people power sebenarnya telah dilakukan pada 17 April lalu. Sebagai warga di negara demokrasi, memberikan hak suara untuk memilih presiden dan wakil presiden serta wakil rakyat yang bakal duduk di kursi DPRD, DPR, dan DPD adalah gerakan rakyat (people power) yang sesungguhnya.

Kendati begitu, Rudy tak bisa melarang jika ada warga Solo yang bergerak ke Jakarta untuk berunjuk rasa di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 22 Mei.

“Saya enggak bisa melarang. Enggak ada kewenangan juga untuk mengimbau. Kalau seperti itu [ikut people power] tergantung individunya. Masyarakat juga sudah pintar. Penyampaian pendapat juga boleh-boleh saja. Silakan. Mereka yang mau mengajak itu juga pasti sudah punya perhitungan. Gerakan untuk kedaulatan rakyat sudah selesai, pemilu kemarin itu people power,” kata dia kepada wartawan, belum lama ini.

Rudy menyerahkan keputusan bergabung pada gerakan people power itu kepada rakyat. Ia meyakini warga Solo sudah cerdas sehingga tak perlu arahan darinya.

“Warga Solo itu sangat cerdas. Saya serahkan kepada individu masing-masing saat diajak untuk itu [people power]. Bagaimana mereka menyikapi, terserah individunya,” kata Rudy.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten