Ini Kata Legenda Bulutangkis Soal Peluang Indonesia di Piala Thomas & Uber
Salah seorang legenda bulu tangkis Indonesia, Haryanto Arbi. (JIBI/Solopos/Antara/Dok.)

Solopos.com, JAKARTA — Dua legenda bulutangkis, Hariyanto Arbi dan Christian Hadinata, mengungkapkan peluang Indonesia dalam Piala Thomas dan Uber 2020. Ajang bergengsi bulutangkis dunia itu dijadwalkan 3-11 Oktober di Aarhus, Denmark.

Menurut Hariyanto Arbi yang merupakan juara Thomas Cup 1994-2000 peluang tim Thomas Indonesia untuk mendatangkan kembali trofi lambang supremasi bulutangkis beregu dunia itu ke Tanah Air sangat besar. Alasan optimismenya itu adalah karena adanya ganda putra nomor satu dan dua dunia di tim Merah Putih.

Limbah Masker dan APD di India Jadi Batu Bata

"Peluang Indonesia di Piala Thomas besar sekali dengan ganda nomor satu dan dua dunia berada di kita. Pemain tunggal juga bisa lah melawan pemain lain," ucap Arbi dalam bincang media virtual sebgaimana dipantau Kantor Berita Antara, Senin (7/9/2020).

Sementara itu, untuk tim Uber, harapan Arbi tak muluk-muluk. Ia menilai peluang tim bulutangkis Indonesia bisa melangkah hingga semifinal saja sudah merupakan pencapaian yang bagus.

Tergantung Strategi

Hal senada juga disampaikan Christian Hadinata. Juara All England 1972 dan 1973 itu mengatakan bahwa yang perlu dilakukan tim beregu putra untuk merebut trofi Piala Thomas saat ini hanya bagaimana mengatur strategi pemasangan pemain saat menghadapi negara pesaing.

Sementara itu, untuk tim beregu putri, ia hanya berharap mereka bisa membuat kejutan. “Kalau Piala Uber pencapaian semifinal itu pencapaian yang bagus. Syukur-syukur di semifinal bisa membuat kejutan sampai ke final,” kata Christian.

Dikubur Hidup-Hidup, Nenek-Nenek di Kluang Viral

Sudah 18 tahun lamanya tim bulutangkis Indonesia harus mengalami puasa gelar Piala Thomas. Terakhir kali Merah Putih merengkuh trofi tersebut adalah pada 2002 kala berhasil mengalahkan Malaysia 3-2 dalam laga final di Guangzhou, China.

Pada pergelaran tahun ini, tim Thomas Indonesia menghuni Grup A bersama Malaysia, Belanda, dan Inggris. Sementara itu, tim bulutangkis beregu putri Indonesia harus membuktikan peluang mereka di Grup B dengan pesaing dari Korea Selatan, Australia, dan Malaysia.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Antara



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom