Ini Kasus Kekerasan Seksual Anak di Sragen yang Belum Jelas Nasibnya

Sedikitnya ada tiga kasus kekerasan seksual pada anak-anak di Sragen yang proses hukumnya jalan di tempat.

 Ilustrasi anak korban kekerasan seksual. (winnipegsun.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi anak korban kekerasan seksual. (winnipegsun.com)

Solopos.com, SRAGEN — Mencuatnya kasus bocah SMP di Kecamatan Jenar, Sragen, yang melahirkan bayi laki-laki semakin menambah daftar panjang kasus kekerasan seksual pada anak di Bumi Sukowati. Yang bikin prihatin, belum semua proses hukun kasus kekerasan seksual pada anak itu mendapat kejelasan.

Bahkan, ada kasus yang sudah dua tahun dilaporkan hingga kini belum ada kejelasan siapa tersangkanya.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Kasus Bocah SMP Melahirkan

Kasus seorang bocah perempuan yang masih duduk di kelas I SMP di Jenar yang melahirkan bayi laki-laki membuat warga setempat resah. Warga juga tak sabar dengan progres penyelidikan yang dilakukan aparat Polres Sragen yang mereka anggap tak jelas.

Korban melahirkan bayi laki-laki sepekan lalu. Korban diduga dicabuli pada Agustus 2021 lalu. Pihak keluarga korban telah melaporkan kasus itu ke Polres Sragen pada Maret 2022 lalu, saat korban dalam kondisi masih hamil.

Baca Juga: Warga Tak Sabar Pada Penyelidikan Kasus Bocah SMP Melahirkan di Sragen

“Karena tidak ada kejelasan kemudian saya dan warga lainnya mengadu ke Polsek Jenar. Dari pihak Polsek kaget karena pihak keluarga korban sudah membuat laporan ke Polres Sragen tanpa ada pemberitahuan ke Polsek. Saya tanya lagi ke keluarga dan katanya sudah diperiksa Polres. Sebulan lalu, saya tanyakan ke Polres Sragen dan dari pihak Polres diminta menunggu bayi yang dikandung anak itu lahir untuk selanjut dilakukan tes DNA,” jelas Y, tetangga korban yang ikut mendampingi keluarga korban melapor ke polisi, Senin (14/6/2022).

Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama, melalui Kasi Humas, AKP Suwarso, menerangkan kasus ini ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Sragen.

Suwarso menerangkan kasus ini masih penyelidikan karena minim saksi. “Saksi-saksi yang sudah diperiksa sebanyak delapan orang. Delapan orang itu adalah yang dekat dengan korban. Pemeriksaanya di Polres Sragen,” ujarnya.

Kasus Siswi SMK Diperkosa

Sebelum kasus ini mencuat, kasus kekerasan seksual lain yang yang belum jelas proses hukumnya adalah kasus siswi SMK di Sragen. Siswi tersebut diduga jadi korban pemerkosaan saat melakukan praktik kerja lapangan (PKL) pada 22 April 2022 lalu. Diduga, pelakunya adalah bos toko peralatan Internet, tempat korban melakukan PKL.

Baca Juga: Siswi SMK di Sragen Diduga Diperkosa Saat Praktik Kerja Lapangan

Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Sragen dan ditangani oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim). Setelah dilaporkan ke polisi, pelaku justru melaporkan balik korban dengan tuduhan melakukan perbuatan tidak menyenangkan.

Ketua Aliansi Peduli Perempuan Sukowati (APPS) Sragen, Sugiarsi,  menjelaskan kasus ini terjadi pada 22 April 2022 dan dilaporkan ke polisi sehari setelahnya atau 23 April 2022.

“Pelakunya diduga bos tempat korban melakukan PKL. Polres sudah memeriksa saksi-saksi dan mengambil visum terhadap korban,” ujar Sugiarsi saat ditemui di kediamannya, Kamis (9/6/2022).

Sugiarsi, mengatakan polisi memang sudah memeriksa sejumlah saksi. Namun, saksi terlapor alias pelaku, menurutnya, belum diperiksa polisi.

Baca Juga: Kakek Bocah SMP Yang Melahirkan Siap Biayai Tes DNA, Segini Biayanya

“Korban memang diduga diperkosa, tetapi tidak hamil. Saya berharap perkara ini segera tuntas sesuai ketentuan hukum dalam UU Perlindungan Anak. Saksi-saksi sudah diperiksa tetapi terlapor belum,” ujarnya.

AKP Suwarso mengatakan laporan kasus itu sudah diterima. Pemeriksaan saksi sudah dilakukan. Visum terhadap korban juga sudah diambil. “Gelar perkara pernah dilakukan sekali. Perkembangan sampai sekarang masih pemeriksaan saksi-saksi,” jelasnya, Kamis.

Kasus Pencabulan Anak di Sukodono

Sudah 1,5 tahun berlalu, proses hukum kasus dugaan perkosaan anak di bawah umur di Kecamatan Sukodono, Sragen tak jelas. Polres Sragen belum berhasil menangkap pelaku perbuatan keji itu.

Sudah beberapa kali Polres melakukan gelar perkara, namun belum juga ada titik terang. Hingga akhirya Tim Supervisi Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng turun tangan.

Kasus dugaan perkosaan terhadap anak di bawah umur itu dilaporkan ke Polres Sragen pada Desember 2020. Kasus itu menimpa seorang bocah perempuan berinisial W yang saat kejadian baru berumur 10 tahun. Ia dilaporkan menjadi korban perkosaan hingga dua kali pada November dan Desember 2020.

Baca Juga: Setahun Berlalu, Apa Kabar Kasus Pemerkosaan Anak Sukodono Sragen?

Kasus perkosaan pertama dilakukan pria berinisial S, 38, seorang pesilat yang juga tetangga korban. Perbuatan jahat itu dilakukan di hadapan rekan korban yang juga berjenis kelamin perempuan berinisial P, 15, di rumah kosong di Sukodono pada 10 November 2020.

Kasus kedua terjadi di kamar mandi di balai desa. Pelaku tak lain adalah segerombolan siswa SMP. Adapun P juga menjadi korban dalam kasus perkosaan kedua di sebuah kamar mandi balai desa itu.

Hingga akhir Mei lalu belum ada satu pun pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama, yang baru dilantik Rabu (11/5/2022), mengungkap proses penyidikan oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sragen.

“Sampai hari ini [Sabtu, 21/5/2022], penyidik bekerja siang dan malam, melakukan gelar perkara, dan melaksanakan hal-hal yang direkomendasikan tim supervisi Polda Jateng. Tim Ditreskrimum Polda Jateng turun ke Sragen pada Maret atau April lalu bersama-sama penyidik membuat alat bukti dan langkah yang sudah dikerjakan Polres Sragen. Langkah itu menelurkan poin-poin pendalaman yang harus dikerjakan penyidik,” ungkap Kapolres.

Itu deretan kasus pelecehan seksual terhadap anak di Sragen yang belum ada tersangkanya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Bermalam di Jl. Mayor Kusmanto Demi Jaga Lapak Jualan di CFD Klaten

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten, Supriyono, menjelaskan PKL hanya diperbolehkan menempati kawasan paving di kedua sisi Jl. Mayor Kusmanto.

Lantang! Rudy Solo: Ganjar Pranowo Presiden ke-8 RI

Ketua DPC PDIP Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, memprediksi Ganjar Pranowo menjadi presiden kedelapan RI.

Warga Sragen Meninggal Tak Wajar: Mayat Sujud Tapi Kepala Masuk Ember

Warga Sragen diduga meninggal secara tak wajar karena posisi mayatnya seperti sujud, namun kepalanya berada di dalam ember di kamar mandi.

Makam Jenazah Warga Sragen Dibongkar, Meninggal Tak Wajar?

Jenazah warga Sragen yang diduga meninggal tak wajar diautopsi setelah kuburannya dibongkar.

Sang Legenda! Naik Damar Sasongko Solo-Sukoharjo Serasa Bus Perang

Bus perintis Solo-Jatipuro, Damar Sasongko, merupakan sang legenda di Sukoharjo yang memacu adrenalin penumpang karena serasa menumpang bus perang.

60 Mobil Ikuti Bhayangkara Autoshow di Wonogiri, Ini Keseruannya

Polres Wonogiri menggelar Bhayangkara autoshow yang diikuti 60 peserta mobil modifikasi dari sejumlah daerah di Tanah Air

Baru 6 Hari Dimakamkan, Tim Dokter Polda Jateng Autopsi Warga Sragen

Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama melalui Kanit Pidana Umum Polres Sragen Ipda Setya Pramana mengatakan autopsi ini atas permintaan keluarga karena adanya kecurigaan dan kejanggalan saat meninggal dunia.

Desain Bangunan Pasar Jongke Tak Berubah, Kios Akan Tampak dari Luar

Kepala Bidang Sarana Distribusi Perdagangan Dinas Perdagangan Solo, Joko Sartono menjelaskan kios Pasar Kabangan dan Jongke nanti kelihatan dari jalan.

Nostalgia Naik 7 Bus Legend Rute Solo-Sukoharjo, Sensasinya Hmm Mantap

Deretan bus perintis yang legend di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah sampai saat ini masih cukup eksis meskipun jumlah penumpangnya terus menurun.

Gagal Diraih Solo, Ini Potensi 4 Kota Kreatif Unesco di Indonesia

Kota Solo dua kali gagal meraih predikat The Unesco Creative Cities Network (UCCN) atau Kota Kreatif Unesco. Di Indonesia, terdapat empat kota yang sudah dinobatkan sebagai Kota Kreatif Unesco.

Obati Rindu! CFD Klaten di Jl Mayor Kusmanto Diserbu Warga

Penyelenggaraan CFD perdana di Klaten setelah dua tahun tutup akibat pandemi Covid-19 diserbu warga.

Disebut Tak Punya Bumel, Ini Deretan Bus Kota Legend di Sukoharjo

Masih ingat dengan deretan bus perintis yang legend di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah?

Bulan Bakti IIDI, Bagikan 1.000 Telur untuk Anak-Anak di CFD

Sebanyak 1.000 telur dibagikan dalam rangka Bulan Bakti Ikatan Istri Dokter Indonesia, yang mengusung tema dukung program prioritas nasional cegah stunting.

Warga Banjiri CFD Perdana di Jl. Mayor Kusmanto Klaten

Warga membanjiri kawasan jalan Mayor Kusmanto yang digunakan untuk area CFD.

Round Up Masalah PPDB SMA/SMK di Solo: Zonasi - Manipulasi Bikin Pusing

Sederet masalah mewarnai proses PPDB SMA/SMK di Kota Solo pada tahun ini.

Round Up Remaja Wonogiri Hilang - Hamil, Ayah Bayi Masih Misterius

Sosok ayah bayi dalam kandungan remaja Wonogiri yang hilang setahun lalu sampai saat ini belum diketahui dengan pasti.