Ilustrasi penderita vertigo. (Freepik)

Solopos.com, SOLO – Setiap orang berisiko terkena vertigo. Oleh sebab itu ada baiknya Anda memahami seperti apa gejala vertigo untuk mendeteksi penyakit tersebut. Gajala paling umum dari vertigo adalah penderita merasa pusing dan sekelilingnya berputar.

Dokter Spesialis Saraf Rumah Sakit Dr. Oen Kandang Sapi, Solo, Rahadian Singosancoyo, Mkes., menjelaskan, vertigo juga dapat disertai dengan gejala lain. Seperti mual, berkereringat, hilangnya pendengaran, bahkan bisa sampai muntah.

Sebaiknya penderita vertigo segera dibawa ke dokter. Apalagi jika diserta gejala seperti tubuh terasa lemah, penglihatan berbayang, kesulitan berbicara, pergerakan mata tidak normal, penurunan kesadaran, respons melambat, kesulitan berjalan, dan demam.

Lantas apa penyebab terjadinya vertigo? Menurut Rahadian, vertigo disebabkan gangguan pada telinga bagian dalam (vertigo perifer) dan gangguan pada otak atau sistem saraf pusat (vertigo sentral).

Pada dasarnya, telinga memiliki dua saraf keseimbangan yang berfungsi mengirim sinyal untuk menentukan arah dan kendali keseimbangan pada otak. Ketika salah satu saraf tersebut mengalami inflamasi atau peradangan, tambah dr. Rahadian, itu akan menyebabkan vertigo.

“Infeksi yang kemudian berlanjut peradangan pada telinga bagian dalam bisa disebabkan oleh virus dan bakteri. Ketika orang terkena flu atau tifus, virus atau bakteri akan menjalar ke telinga bagian dalam. Oleh karena itu sebaiknya ketika terkena flu atau tifus, pengobatan harus tuntas,” jelas Rahadian.

Penyebab lainnya, gangguan pada otak atau sistem saraf pusat. Bisa berupa penyumbatan saluran darah atau pecahnya pembuluh darah ke otak. Apabila penyebabnya gangguan pada otak, sebaiknya penderita segera dibawa ke dokter agar tidak menjadi lebih parah.

Beberapa kondisi kesehatan seseorang juga bisa menyebabkan terjadinya vertigo, seperti diabetes, migrain, strok, penyakit parkinson, dan tumor otak. Beberapa faktor lain juga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami vertigo.

Mulai dari berusia di atas 50 tahun, mengalami kecelakaan terutama yang menimbulkan cidera pada leher dan kepala. Kemudian mengalami stres berat juga meningkatkan risiko terkena vertigo.

“Kebiasaan mengonsumsi alkohol dan merokok juga dapat meningkatkan risiko seseroang terkena vertigo kendati hal itu terjadi dalam jangka waktu lama,” ujar Rahadian.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten