Ini Fakta Pentingnya Kekuatan Merek yang Diukur dalam Riset SBBI 2020

Posisi merek (brand) sangat penting di dalam pemasaran. Merek bukan sekadar simbol, logo, atau nama, tetapi aset tak tampak (intangible) yang punya nilai luar biasa.

  • Ini Fakta Pentingnya Kekuatan Merek yang Diukur dalam Riset SBBI 2020

    SBBI 2020

Solopos.com, SOLO -- Posisi merek (brand) sangat penting di dalam pemasaran. Merek bukan sekadar simbol, logo, atau nama, tetapi aset tak tampak (intangible) yang punya nilai luar biasa.

Bahkan dalam kondisi tertentu merek bisa melebihi aset-aset yang tampak (tangible) dalam perusahaan. Di sisi lain, merek juga kekuatan untuk menumbuhkan kepercayaan konsumen.

Lantaran itulah, penyelenggara Solo Best Brand and Innovation (SBBI) 2020 berfokus pada penilaian merek.

Hilang 12 Jam, Bocah 3 Tahun Asal Klaten Ditemukan Meninggal Mengapung di Sungai Balong

Koordinator Divisi Riset SBBI 2020, Sholahuddin, mengatakan dalam berbagai riset pemasaran, merek secara empiris punya pengaruh besar terhadap pemasaran, termasuk keputusan belanja konsumen.

Perusahaan yang sukses juga karena mereka mampu membangun brand yang dipercaya masyarakat. Merek-merek yang kuat bisa bertahan dan terus berkembang di tengah perubahan lingkungan bisnis yang cepat. Sebaliknya, merek-merek yang lemah akan mudah tersingkir.

Merek Kuat Tak Cukup

Akan tetapi, merek kuat saja tidak cukup kalau tidak diikuti inovasi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Banyak merek besar akhirnya hilang karena ketidakmampuan mengelola merek. Mereka gagal menangkap kebutuhan konsumen.

Di Sragen, Suara Dentuman Terdengar Seperti Ban Truk Meletus

“Menyadari aspek penting posisi merek ini, jaringan media Solopos Group membuat riset pemasaran berbasis merek yang bernama SBBI 2020. Riset ini menjadi dasar untuk memberikan penghargaan kepada para pemegang merek yang produknya beredar di Kota Solo dan daerah sekitarnya,” kata dia kepada Solopos.com, Minggu (10/5/2020).

Sholahuddin menjelaskan SBBI merupakan riset sekaligus penghargaan yang berbasis pada merek.

SBBI diukur berdasarkan konsep kekuatan merek (brand equity) yang dikembangkan oleh pakar pemasaran David Aaker dikombinasikan dengan teori-teori pemasaran lain yang relevan. Jadilah sebuah hasil riset lengkap yang bisa untuk mengukur kekuatan sebuah merek.

Pencurian di Minimarket Solo, Layar Monitor dan Rokok Digondol Maling

Hal ini bisa dimaknai, merek-merek yang menjadi pemenang SBBI adalah yang kuat di antara kompetitor, khususnya dalam perspektif konsumen di Solo dan sekitarnya.

Mereka layak diberi penghargaan berupa SBBI Award 2020 karena bisa meraih prestasi sebagai merek terbaik. Penghargaan ini sebagai apresiasi jaringan media Solopos Group atas dedikasi para pengelola merek dalam melayani konsumen di Solo dan sekitarnya.

Merek Konsisten Menang

Hasil riset SBBI 2020 ini bisa menjadi indikator untuk mengukur posisi merek di pasar baik bagi pengelola merek maupun konsumen.

83.653 Nasabah Bank/Nonbank di Soloraya Dapat Keringanan Cicil Utang

Bagi pelaku usaha, merek yang jadi pemenang SBBI 2020 menunjukkan merek mereka bisa diterima konsumen. Begitu pula bagi merek yang belum menang menjadi pekerjaan rumah untuk memperbaiki kinerjanya dalam mengelola merek.

Lebih lanjut dia memaparkan ada 18 merek yang konsisten memenangi SBBI dari tahun ke tahun. Di antara mereka ada yang menang selama 11 kali berturut-turut.

Sebanyak 18 merek tersebut masing-masing dari kategori mobil MPV, mobil hatch back, leasing mobil, motor manual, diler motor, rokok kretek filter, mal, hypermarket, supermarket, tabungan bank, tabungan anak, kamera, cat tembok, printer, mie instan, laboratorium diagnostik, batik, dan obat masuk angin terstandar.

Solopos Hari Ini: Jimpitan untuk Kemanusiaan

“Merek yang konsisten memenangi kompetisi SBBI bisa disebut sebagai merek yang kuat. Buktinya merek tetap memenangi survei beberapa tahun,” paparnya.

Ketua SBBI Award 2020, Yonantha Chandra, menambahkan merek bukan sekadar gambar logo dan nama. Menurut dia, di dalamnya terkandung filosofi, nilai, dan komitmen perusahaan yang akan membedakannya dengan perusahaan lain.

Untuk menjaga performa merek dibutuhkan konsistensi, kerja keras, dan inovasi secara terus-menerus agar produk barang dan jasa ini menancap kuat di hati dan pikiran konsumen.

Apes Lur, Warga Desa di Wonogiri Ini Terdampak Covid-19 Plus Direpotkan Babi Hutan

Yonantha menjelaskan survei SBBI 2020 yang diadakan Harian Umum Solopos membantu para pemegang merek untuk mengetahui kinerja merek mereka di Soloraya berdasarkan persepsi dan pengalaman konsumen.

SBBI 2020 memotret secara riil persepsi dan pengalaman konsumen terhadap merek sebuah produk barang dan jasa yang beredar di Soloraya.

Info Lainnya