Ini Dugaan Asal-Usul Munculnya Api dari Tanah di Tanon Sragen

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, SRAGEN — Sejumlah dugaan mencuat atas kemunculan api dari dalam tanah di tegalan seluas 4.000 meter persegi di antara kebun jati di Dukuh Banyurip RT 022 Desa Bonagung, Tanon, Sragen, Jawa Tengah, sejak Minggu (18/8/2019) malam.

Ladang tadah hujan yang terletak di perbatasan Desa Bonagung dan Kalikobok tiba-tiba mengeluarkan api yang menjulur ke atas dengan ketinggian 20 cm dari permukaan tanah. Api itu keluar dari lubang menganga dengan diameter 15 cm dengan kedalaman 70 cm. Rongga lubang itu dari permukaan tanah terlihat membara berwarna merah kekuning-kuningan.

Api itu diduga muncul dari gas nitrogen yang berasal dari perut bumi. Sejumlah warga menuturkan sekitar 20 tahun silam pernah dilakukan penelitian dengan melibatkan pihak pemerintah desa setempat tentang adanya kandungan gas alam di sekitar lokasi munculnya api misterius itu.

“Hasil penelitian itu menyebut kandungan gas alam di sekitar perbatasan Bonagung dan Kalikobok ini tak akan habis selama 50 tahun,” ujar warga Dukuh Banyurip RT 016, Desa Kalikobok, Tanon, Sragen, Asep Nurdiansyah, 30, saat berbincang dengan , Senin (19/8/2019) siang.

Sementara itu, Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sragen Anjarwati Sri Sayekti menduga api itu muncul karena ada lapisan laut purba yang mengandung gas nitrogen.

Dia mengatakan ketika terjadi gesekan maka akan menimbulkan nyala api. “Itu sisa peninggalan purba pada 3 juta tahun lalu. Kandungan gas nitrogennya cukup banyak di lokasi itu,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, lokasi ladang tempat keluarnya api dari tanah berada di lembah sedalam 5 meter dari permukaan tanah permukiman dan berjarak 100 meter dari permukiman penduduk. Lokasinya dekat dengan hutan rakyat.

Tempat itu juga berjarak 2 km dari lokasi penemuan batu akik mani gajah yang sempat menggemparkan warga Bonagung pada 2015 lalu. Ladang itu milik Wignyo Dikromo alias Rebo, 65, yang tinggal di Dukuh Banyurip RT 016, Desa Kalikobok, Tanon, Sragen.

Rebo mengetahui adanya gas panas bumi sejak 10 hari terakhir. Ia meraba-raba tanah ladangnya sambil istirahat terasa hangat dan seperti mencium bau seperti bensin. Pada Minggu sore, Rebo duduk-duduk sambil istirahat setelah menggarap ladang yang ditanami kacang tanah itu di bawah pohon mlanding. Saat itulah Rebo melihat seperti bara api pada batu yang digunakan untuk menutup lubang sumur dalam yang digalinya dua tahun lalu.

“Batu itu saya buka ternyata sudah panas. Dari dalam lubang itu terlihat ada hawa panas tetapi belum muncul apinya. Lubang itu pada dua tahun lalu saya gali dengan menghabiskan pipa sebanyak 17 batang, masing-masing sepanjang 4 meteran. Setelah itu saya pulang memberitahu keluarga dan adik saya serta warga,” kisah Rebo saat ditemui , Senin siang.

Rebo berkisah habis Magrib adiknya membawa cangkul dan mengeruk tanah di sekitar lubang. Pada saat itulah, ujar dia, api mulai menyembur ke atas. 

Berita Terkait

Espos Premium

Perjalanan Makin Longgar,  Angkutan Darat Sudah Siap dengan Protokol Kesehatan Belum?

Perjalanan Makin Longgar, Angkutan Darat Sudah Siap dengan Protokol Kesehatan Belum?

Pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) pada moda transportasi darat  seperti bus menjadi bahan sorotan lantaran pengawasannya masih rendah. Penguatan pelaksanaan prokes penting guna menanggapi perubahan pandemi menjadi endemi.

Berita Terkini

Peta Jalan Indonesia Digital bagi Generasi Muda sebagai Game Changer Masa Depan

Salah satu agenda besar yang menjadi prioritas Pemerintah untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. tersebut adalah peningkatan kualitas SDM terutama pada generasi muda.

Daftar 25 Wilayah Rawan Tsunami di Pulau Jawa, 4 di Jateng Termasuk Wonogiri

Inilah 25 wilayah di Pulau Jawa yang memiliki potensi rawan bencana tsunami dan gempa bumi.

Repatriasi Warga Australia di Bali

Sekitar 186 orang warga negara Australia kembali ke negaranya

Potensi Tsunami 33,5 Meter di Wonogiri, 6 Pantai Ini Berpotensi Terdampak

Wonogiri menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi bencana tsunami dengan ketinggian hingga 33,5 meter.

Top! Ini 5 Media Online Paling Dipercaya Publik

Hasil penelitian kali ini membahas tentang lima media massa online yang paling dipercaya publik, khususnya kaum marginal.

Pesantren Didorong Manfaatkan KUR dengan Subsidi Bunga 3%, Ini Tujuannya

Sebagai respons atas dampak pandemi Covid-19, Pemerintah melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) berusaha untuk membangkitkan aktivitas usaha UMKM.

Pimpinan MIT Ali Kalora Tewas Tertembak, Ini Foto-Foto Barang Bukti yang Ditemukan

Kontak tembak terjadi Sabtu (19/9/2021) antara Satgas Madago Raya dan kelompok teroris MIT Poso

Puluhan Kendaraan Menuju ke Hutan Pinus Mangunan Diminta Putar Balik

Puluhan kendaraan yang menuju ke Hutan Pinus di Mangunan, Dlingo, Bantul, DIY, diminta putar balik karena pemberlakuan penyekatan.

Voice Note di Whatsapp Kok Terdengar Lebih Cepat? Kenali Cara Ubah Setelannya

Kenali setelan kecepatan pemutaran pesan suara/voice note pada aplikasi Whatsapp.

Ali Kalora Ditembak Mati Satgas Madago Raya, Mahfud Md Minta Masyarakat Tenang

Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Ali Kalora, tewas ditembak Satgas Madago Raya. Menko Polhukam Mahfud Md meminta masyarakat tetap tenang.

Jangan Lupa Cicipi Pindang Tetel Jika Singgah ke Pekalongan

Kuliner Pekalongan berupa pindang tetel menjadi sajian yang wajib Anda cicipi ketika bertandang ke sana, karena rasanya yang lezat tiada duanya.

Wajib Tahu! Ini Manfaat Aplikasi PeduliLindungi

Tahukah Anda kali ini membahas tentang sederet manfaat aplikasi PeduliLindungi.

Perjalanan Makin Longgar, Angkutan Darat Sudah Siap dengan Protokol Kesehatan Belum?

Pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) pada moda transportasi darat  seperti bus menjadi bahan sorotan lantaran pengawasannya masih rendah. Penguatan pelaksanaan prokes penting guna menanggapi perubahan pandemi menjadi endemi.

Profil Wihaji, Bupati Batang Kelahiran Sragen Cucu Abdi Dalem Mangkunegaran Solo

Wihaji merupakan putra daerah Kabupaten Sragen yang lahir pada 22 Agustus 1976, cucu abdi dalem Mangkunegaran Solo yang saat ini menjabat sebagai Bupati Batang.

Misteri Kematian Pria Jakarta Timur Saat Live Tiktok, Keluarga Tepis Dugaan Bunuh Diri

Belum lama ini jagat dunia maya Tanah Air dihebohkan dengan kematian pria IS, 29, saat live di Tiktok di rumah susun di Jatinegara, Jakarta Timur.

Sinyal Lemah, Penarapan Aplikasi PeduliLindungi di Tawangmangu Jadi Susah

Penerapan aplikasi PeduliLindungi di kawasan wisata Tawangmangu, Karanganyar, terkendala sinyal internet yang lemah.