Ilustrasi tempe semangit. (Instagram @fidelcuisine)

Solopos.com, SEMARANG — Nama Tempe Semangit mungkin masih terasa asing bagi penggemar karya kuliner di luar Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng). Namun, siapa sangka jika hidangan ini memiliki banyak penggemar di Pati.

Karya kuliner berbahan tempe ini bahkan cukup tersohor di Pati, selain nasi gandul, sego tewel, dan petis runting. Dikutip dari laman Internet resmi Pemprov Jateng, tempe semangit merupakan produk kuliner dari Desa Jontro, Kecamatan Wedarijaksa, Pati, Jateng.

Hidangan ini terbilang unik. Keunikan karya kuliner khas Pati ini terletak pada bahan dasar tempe yang harus sudah hampir basi sebelum dimasak.

Selain itu, karya kuliner ini memiliki rasa yang pedas dipadukan dengan kuah santan dan rempah-rempah yang kuat. Dari situlah masyarakat menyebut kuliner tersebut dengan nama tempe semangit atau sego tempe pedes.

“Banyak yang suka dengan makanan ini karena rasa pedasnya khas. Selain itu, banyak yang bilang kalau tempe yang sudah hampir busuk kalau dimasak nikmatnya beda dengan tempe yang masih segar. Lebih enak seperti itu,” ujar salah seorang penjual tempe semangit, Susanti, asal Desa Jontro.

Susanti mengaku warungnya enggak pernah sepi. Ia membuka warungnya setiap hari sekitar pukul 09.00 WIB. Biasanya, warungnya ramai dikunjungi pembeli saat sore hingga petang hari.

“Warungnya tidak pernah sepi. Setiap hari buka mulai pukul 9 pagi hingga habis Isya. Kadang juga sebelum Isya sudah habis terjual. Apalagi kalau sore sampai habis Maghrib, kami kewalahan meladeni pembeli,” ujarnya.

Selain di Desa Jontro dan Kecamatan Wedarijaksa, warung-warung yang menjual karya kuliner tempe pedes ini juga mulai banyak ditemukan di sekitar Kota Pati. Selain cita rasanya yang lezat, kuliner tempe pedas juga dikenal ramah di kantong, karena harganya relatif murah, yakni Rp3.000-Rp8.000 per porsi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten