Ilustrasi Solo International Performing Arts (SIPA) yang masuk dalam Kalender Event Jateng 2019. (Solopos.com-Dok.)

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) memasukkan 70  event dalam Kalender Event 2019. Ke-70 event itu beberapa di antaranya merupakan event bertaraf internasional, seperti Solo International Performing Arts (SIPA) maupun Dieng Culture Festival.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Sinoeng Noegroho Rachmadi, mengatakan keberadaan event terbukti sangat ampuh menarik minat wisatawan. Ia mencontohkan kasus Taman Balekambang yang kerap menggelar event hingga tingkat kunjungan wisatawannya mampu melampaui objek wisata lain yang bertaraf internasional, seperti Candi Prambanan.

“Pada tahun 2017 lalu, kunjungan wisatawan di Taman Balekambang mencapai 2,5 juta. Sementara yang ke Prambanan hanya 910.000 orang. Bahkan, jumlah pengunjung Taman Balekambang hampir menyaingi Candi Borobudur yang berkisar 2,9 juta wisawatan,” ujar Sinoeng di Semarang, Senin (4/2/2019).

Atas dasar pemikiran itu, Sinoeng pun mengaku pihaknya akan memperbanyak event guna mendongkrak kunjungan wisatawan di Jateng. Terlebih lagi, selama 2018 lalu tingkat kunjungan wisatawan di Jateng, terutama asing mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Selama 2018 lalu, kunjungan wisatawan asing atau mancanegera di Jateng hanya berkisar 677.168 orang. Jumlah ini mengalami penurunan sekitar 13,37% dibanding wisman yang berkunjung di Jateng selama 2017, yakni 781.107 orang.

“Maka itu kita perlu perbanyak event. Selain 70 event yang masuk Kalender Events Jateng itu, di tiap kabupaten/kota tentu juga akan ada event yang lain yang merupakan agenda wisata masing-masing,” imbuh Sinoeng.

Sinoeng menambahkan 70 agenda wisata yang masuk dalam Kalender Event Jateng 2019 itu dibagi dalam tiga kategori, yakni budaya, perayaan, dan keberagaman.

Untuk kategori budaya, ada 17 event yang menjadi andalan Jateng, antara lain Borobudur Marathon, Festival Kota Lama, Festival Batik International, Festival Cheng Ho, SIPA, Dieng Culture Festival, hingga Festival Tembakau di Boyolali.

Sementara untuk kategori perayaan ada delapan event yang menjadi andalan wisata di Jateng, antara lain yakni Tradisi Ampyang Maulid di Kudus, Imlek di Kota Semarang, hingga Suran Tutup Ngisor di Kabupaten Magelang.

Sedangkan event berkonsep keberagaman yang menjadi andalan pariwisata di Jateng berjumlah 45, antara lauin Grebeg Sudiro di Solo, Tradisi Jenang Tebokan di Kudus, Yaa Qowiyuu di Klaten, hingga Festival Kenthongan di Banyumas.

“Dari 70 event itu enam di antaranya masuk dalam daftar 100 Wonderful Events dari Kemenpar [Kementerian Pariwisata]. Tahun lalu event tersebut juga masuk agenda Kemenpar, seperti Grebeg Sudiro dan SIPA di Solo,” sambung Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disporapar Jateng, Trenggono.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten