Ini Dalih Polda Jateng Tangkap Caleg Gerindra yang Hina Jokowi Pasca-Pemilu…

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Semarangpos.com, SEMARANG — Aparat Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) memiliki alasan tersendiri meringkus calon anggota legislatif (caleg) DPR dari Partai Gerindra, Maryanto, pasca-pemungutan suara Pemilu 2019 berakhir.

Kasubdit V Siber Direskrimsus Polda Jateng, AKBP Agung Prabowo, mengatakan pihaknya sebenarnya sudah melakukan pemanggilan terhadap Maryanto sebanyak dua kali, yakni bulan Desember 2018 dan April 2019. Ia dipanggil untuk dimintai keterangan terkait dugaan kasus penghinaan atau ujaran kebencian terhadap keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang dilakukan di media sosial Facebook sejak November 2018.

“Dua kali dipanggil tidak hadir, Desember dan April. Ketiga, maka kami lakukan penindakan,” kata Agung kepada wartawan di kantornya, Jl. Sukun Raya, Banyumanik, Kota Semarang, Rabu (29/5/2019).

Selain itu, Agung mengaku penanganan kasus caleg asal Wonogiri itu memang terbilang lama. Hal itu karena pihaknya menunggu tersangka menjalani proses Pileg 2019.

Setelah itu, pada Selasa (14/5/2019), kebetulan tersangka tengah berada di Masjid At-Taqwa, kompleks Mapolda Jateng, Jl. Pahlawan, Kota Semarang. Akhirnya, tersangka pun diringkus dan saat ini menjalani proses pemeriksaan dengan ditahan di Mapolda Jateng.

“Penangkapan di masjid, kebetulan pelaku di sana dan kami sedang ada kegiatan di Mapolda Jateng,” ujar Agung.

Sementara itu, Kanit II Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jateng, AKP Gunawan Wibisono, mengatakan penyelidikan terkait kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Presiden Jokowi dilakukan patroli siber di dunia maya.

Pihaknya kemudian menemukan adanya akun bernama Maryanto Gerindra yang mengungah link tautan berisi ujara kebencian yang menyebut Jokowi terkait dengan organisasi terlarang, PKI.

“Kami rutin melakukan patrol siber. Ada 3 unggahan termasuk komentar, ini komentar dari teman-temannya. Dia mengatakan dulu Jokowi bukan presiden, tapi PKI,” ujarnya.

Maryanto saat ini masih mendekam di tahanan Mapolda Jateng. Ia terancam hukuman penjara di atas lima tahun dan denda Rp1 miliar atas dugaan Pasal 28 ayat 2 UU No.19/2016 berikut perubahannya pada UU No.11/2018 Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Yang bersangkutan sudah mengakui postingannya itu dan mengakui itu akunnya,” imbuh Agung.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Berita Terkait

Berita Terkini

Sejarah Sirkuit Internasional di Bintan Batam Dimulai dari Sekarang

Sirkuit kelas internasional di Bintan, Batam, bakal dibangun dan ditarget selesai tahun 2023.

Solo Youth Edutech Festival 2021 Digelar Model Hybrid, Begini Konsepnya

YRP Solo mengadakan Solo Youth Edutech Festival 2021 mulai Selasa hingga Jumat menggunakan konsep hybrid, yakni secara virtual dan tatap muka langsung.

Sejarah Hari Ini: 27 Oktober 1928, Kongres Pemuda II Dihelat di Jakarta

Aneka peristiwa terjadi di dunia pada 27 Oktober terangkum dalam Sejarah Hari Ini salah satunya terkait dimulainya Kongres Pemuda II di Jakarta.

Ke Mal di Sukoharjo, Ganjar Nonton Film Bioskop tentang Eks Napiter

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menonton film dokumenter tentang eks napiter yang berusaha kembali ke masyarakat saat berkunjung ke Sukoharjo.

Smartphone Sadis, Sony Xperia Pro-I Seharga Rp25 Jutaan Dirilis

Sony Xperia Pro-I resmi diluncurkan dibanderol $1.799,99.

Ini Target Waktu Pembebasan Lahan Tol Jogja Solo Seksi 1

Proses pembebasan lahan jalan tol Jogja Solo di Purwomartani, Kalasan sudah menyerap anggaran Rp344 miliar.

5 Bocah Main Air di Sungai, 1 Hilang

Keceriaan lima bocah itu berubah menjadi malapetaka setelah terdengar suara teriakan minta tolong dari para korban.

PLTSa Putri Cempo Solo, Puluhan Kontainer Material Mulai Berdatangan

Investor pembangunan PLTSa Putri Cempo Solo mendatangkan puluhan kontainer material dari India, China, dan Austria.

Ustaz di Lampung Unggah Video Dibegal, Eh Ternyata Abal-Abal

Karena menyebut nama Lampung, video rekayasa pembegalan itu dianggap membikin resah.

Nekat Goda Pacar Orang, Pria di Sidoarjo Jawa Timur Tewas Dikeroyok

Nekat goda pacar orang, seorang pemuda meninggal setelah menjadi korban pengeroyokan di kawasan GOR Sidoarjo, Jawa Timur.

Jumlah Subscriber Atta Halilintar Naik Pesat, Ini Kuncinya

Meski mengaku tak lagi ngaya, kenyataannya jumlah subscriber di channel Youtube Atta Halilintar tetap saja bertambah.

Langgar PPKM, Holywings dan Kafe Marabunta di Semarang Disegel

Dua kafe di Semarang, yakni Holywings dan Marabunta, disegel polisi karena melanggar aturan PPKM level 1 dengan buka lebih dari pukul 24.00 WIB.

Ini Skema Hyundai Hadapi Penyetopan Mobil Bensin-Solar Tahun 2050

Skema Hyundai hadapi kebijakan penyetopan penjualan mobil berbahan bakar bensin dan solar.

Pekan Terakhir Solo Great Sale 2021, Banjir Promo Diskon hingga 50%

Sejumlah merchant memberikan beragam promo hingga diskon 50% pada pekan terakhir penyelenggaraan Solo Great Sale (SGS) 2021.

Tuntut Usut Kasus Diklat Maut Menwa UNS, Mahasiswa Gelar Aksi 100 Lilin

mahasiswa mendesak rektorat tegas dan transparan dalam menyikapi kasus meninggalnya Gilang Endi