Ini Daftar 4 Kasus Covid-19 di Sekolah di Soloraya, Nomor 2 Paling Heboh
Siswa menjalani uji coba PTM di SMAN 2 Wonogiri, Rabu (11/11/2020). Uji coba PTM di sekolahan tersebut tetap berjalan meski sang kepala sekolah terkonfirmasi positif Covid-19. (istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Sedikitnya empat kasus Covid-19 ditemukan di sekolah di Soloraya. Empat kasus itu terjadi di jenjang SMA dan sederajat yang mulai menerapkan uji coba pembelajaran tatap muka.

Saat ini pengelola empat sekolah yang terpapar Covid-19 itu telah menerapkan sejumlah kebijakan untuk mencegah penularan virus ini.

Berikut daftar empat kasus Covid-19 yang terjadi di sekolah di Soloraya. Yang paling menyita perhatian adalah kasus di SMAN 1 Polokarto, Sukoharjo, karena menyebar hingga membuat 11 guru terkonfirmasi positif Covid-19.

Guru SMKN 6 Gatak Sukoharjo Kena Covid-19 Kontak Erat Nakes di Solo

1. SMKN 6 Gatak, Sukoharjo

Seorang guru SMKN 6 Gatak terkonfirmasi positif Covid-19. Kasus Covid-19 di salah satu sekolah di Soloraya ini bersumber dari kontak erat kasus tenaga kesehatan rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Solo.

Gara-gara satu guru positif tersebut,12 guru lainnya harus menjalani tes swab. Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan sekolah ini kini ditutup sementara waktu.

Penutupan menunggu hasil uji swab 12 guru di SMKN 6 Gatak yang menjadi kontak erat. "Kasus guru SMKN 6 di Gatak ini sudah kita tracing. Hasilnya ada 12 guru yang menjadi kontak erat, dan semuanya di-swab," katanya ketika berbincang dengan Solopos.com, Kamis (12/11/2020).

Maling Bacok Korban Di Jebres Solo Ternyata Residivis Pengeroyokan 3 Tahun Lalu

2. SMAN 1 Polokarto, Sukoharjo

Aktivitas di SMAN 1 Polokarto ditutup sementara menyusul 11 guru sekolah di Soloraya itu terkonfirmasi positif Covid-19. Para guru yang terpapar Covid-19 menjalani isolasi mandiri di rumah hingga dinyatakan sembuh.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Rabu (11/11/2020), ada 17 guru kontak erat pasien positif Covid-19. Mereka menjalani uji swab pada 4 November. Hasil uji swab keluar pada Selasa (10/11/2020) yang menyebutkan 10 guru terkonfirmasi positif dan satu guru inkonklusif.

Guna mencegah persebaran Covid-19, aktivitas di sekolah di Soloraya itu ditutup sementara mulai Selasa. “ Transmisi penularan Covid-19 diduga berasal dari salah satu guru yang terinfeksi virus, namun tak bergejala,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo, Darno.

Waspada Banjir, EWS di Kota Madiun Diaktifkan

3. SMAN 2 Wonogiri

Kepala SMAN 2 Wonogiri, Sumanto, terkonfirmasi positif Covid-19, Selasa (11/11/2020). Dia mengaku tidak pernah berkontak dengan siswa di sekolah di Soloraya itu yang menjadi peserta uji coba pembelajaran tatap muka.

Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga Plt. Bupati Wonogiri, Edy Santosa, Rabu (11/11/2020), menyampaikan Sumanto merupakan orang tanpa gejala atau OTG sehingga harus menjalani karantina mandiri di rumahnya.

Lima hari sebelum terkonfirmasi positif, Sumanto tidak berkegiatan di sekolah di Soloraya itu lantaran dia berada di Jakarta setelah menjalani tes swab di SMAN 2 Wonogiri, Kamis (5/11/2020). Artinya, setelah tes usap hingga kini Sumanto sama sekali tidak berkontak dengan guru, karyawan, maupun siswa peserta uji coba PTM. “Guru, karyawan, dan siswa [peserta] aman. Hasil tes swab mereka negatif semua. Karena itu simulasi PTM tetap dilanjutkan,” kata Edy.

Warga Desa Klakah Boyolali: Malam Mengungsi, Kembali ke Rumah Pagi

4. SMAN 1 Solo

Guru SMAN 1 Solo harus bekerja dari rumah atau work from home (WFH) karena salah satu rekan mereka terkonfirmasi positif Covid-19 pada September 2020.

Kepala SMAN 1 Solo, Harminingsih, mengatakan kegiatan sudah berlangsung sejak Senin (21/9/2020). “Iya, memang guru dan karyawan bekerja di rumah karena ada salah satu guru kami yang positif [Covid-19],” ujarnya, Kamis (24/9/2020).

Guru di sekolah di Soloraya tersebut diperkirakan terpapar kerabatnya dari Bekasi saat bertemu di Solo beberapa waktu lalu. “Informasi yang kami dapat, salah satu guru kami ini ada saudaranya dari Bekasi yang datang ke Solo karena ada acara. Kemudian saudaranya itu kemudian diketahui positif [Covid-19],” kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom