Ini Cawabup Paling Tajir di Klaten, Harta Kekayaan Senilai Rp7,2 Miliar
Pasangan calon bupati-wakil bupati, Arif Budiyono-Harjanta, menyerahkan berkas pendaftaran sebagai paslon untuk Pilkada 2020 kepada Ketua KPU Klaten, Kartika Sari Handayani, Minggu (6/9/2020).(Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Harjanta alias HJT menjadi calon wakil bupati (cawabup) terkaya di Klaten. Harta kekayannya senilai Rp7,2 miliar, lebih tinggi dibandingkan cawabup lainnya, yakni Muhammad Fajri (Rp4,8 miliar) dan Yoga Hardaya (Rp4,2 miliar).

Jadi Cawali Rival Gibran di Pilkada Solo, Tukang Jahit Ini Punya Kekayaan Rp1,98 Miliar

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) HJT disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, 26 Agustus 2020. Laporan itu telah diverifikasi, 24 September 2020. Total harta yang dimiliki HJT senilai Rp7.283.809.428.

Rincian harta HJT sebagai pendamping Arif Budiyono (ABY) di Pilkada 2020, yakni tanah dan bangunan senilai Rp6.645.500.000. HJT memiliki 11 bidang tanah. Berikut rinciannya;

  • Tanah dan bangunan 187 meter persegi/187 meter persegi (Klaten).
  • Tanah dan bangunan 180 meter persegi/180 meter persegi (Klaten).
  • Tanah dan bangunan 171 meter persegi/171 meter persegi (Klaten).
  • Tanah dan bangunan 147 meter persegi/147 meter persegi (Klaten).
  • Tanah dan bangunan 200 meter persegi/200 meter persegi (Klaten)
  • Tanah 200 meter persegi (Klaten), tanah 382 meter persegi (Banyumas)
  • Tanah 250 meter persegi (Klaten), tanah 269 meter persegi (Klaten)
  • Tanah 260 meter persehi (Klaten), tanah 247 meter persegi (Klaten).

Dalam laporannya, HJT juga memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp327.000.000. HJT memiliki enam unit kendaraan. Harta bergerak lainnya milik HJT senilai Rp4.000.000. Kas dan setara kas HJT senilai Rp374.802.428.

HJT tak memiliki surat berharga dan harta lainnya. HJT memiliki utang senilai Rp40.493.000.

Kekayaan Cabup Boyolali Said Hidayat Hampir Rp4 Miliar, Tanpa Utang Lho!

Urutan Kedua

Cawabup di Klaten dengan kekayaan tertinggi nomor 2, yakni Muhammad Fajri. Pendamping One Krisnata di Pilkada 2020 ini memiliki total harta kekayaan senilai Rp4.849.900.000. Muhammad Fajri menyampaikan laporannya 2 September 2020 dan sudah diverifikasi 24 September 2020.

Harta Fajri berupa tanah dan bangunan senilai Rp2.500.000.000. Tanah dan bangunan Muhammad Fajri berukuran 290 meter persegi/360 meter persegi (Solo). Muhammad Fajri juga memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp421.500.000. Muhammad Fajri memiliki empat kendaaran.

One Krisnata Muhammad Fajri covid-19 cawabup klaten covid-19 muhammad fajri covid-19
One Krisnata (tiga dari kiri) dan Muhammad fajri (dua dari kiri) saat mempeorleh rekomendasi Partai Gerindra di Semarang, Senin (3/8/2020). (Istimewa)

Di samping itu, Muhammad Fajri memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp28.400.000. Kas dan setara kas yang dimiliki Muhammad Fajri senilai Rp2.500.000.000. Muhammad Fajri tak memiliki surat berharga dan harta lainnya.
Utang Muhammad Fajri senilai Rp600.000.000.

Penasaran? Ini Harta Kekayaan Dan Utang Gibran Cawali Pilkada Solo

Yoga Hardaya

Cawabup terakhir yang memiliki harta kekayaan paling sedikit, yakni Yoga Hardaya. Pendamping Sri Mulyani di Pilkada 2020 ini memiliki harta dengan total Rp4.219.750.000. Yoga Hardaya menyampaikan laporan harta kekayaannya ke KPK, 3 September 2020 dan sudah diverifikasi 24 September 2020.

Harta kekayaan Yoga Hardaya berupa tanah dan bangunan senilai Rp3.280.500.000. Rinciannya, tanah dan bangunan 71,68 meter persegi/25 meter persegi (Klaten), tanah dan bangunan 8 meter persegi/9,5 meter persegi (Klaten), tanah dan bangunan 14,5 meter persegi/32,75 meter persegi (Klaten), tanah dan bangunan 12,1 meter persegi/20 meter persegi (Sleman).

Yoga Hardaya juga memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp693.000.000. Kendaraan yang dimiliki Yoga Hardaya sebanyak enam unit.

Yoga Hardaya memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp41.250.000. Kas dan setara kas yang dimiliki Yoga Hardaya senilai Rp205.000.000. Yoga Hardaya tidak memiliki surat berharga, harta lain, dan utang.

"Terkait isi laporannya [LHKPN], yang tahu KPK. KPU Klaten hanya minta tanda terimanya saja [sebagai salah satu persyaratan yang harus dipenuhi paslon]," kata anggota Komisioner Divisi Teknis KPU Klaten, Samsul Huda, kepada Solopos.com, Jumat (25/9/2020).



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom