Pesawat Garuda Indonesia dan Lion Air di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan. (Bisnis-Paulus Tandi Bone)

Solopos.com, JAKARTA — Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyambut baik wacana tentang operasional maskapai asing di rute-rute penerbangan domestik Indonesia. Namun sejumlah catatan ia sampaikan.

Menurutnya, maskapai asing ini bisa menghadirkan kompetisi sehingga terjadi keseimbangan baru antara permintaan dan ketersediaan layanan. "Bukan asingnya tetapi kompetisinya. Teori basic economy kan begitu. Harga akan jadi lebih fair. Kalau supply sedikit demand banyak harga tinggi," ujarnya, Rabu (5/6/2019).

Kendati demikian, dia menekankan bahwa ada sejumlah ketentuan yang perlu dilihat dan dipatuhi terkait hal ini. Salah satunya adalah terkait dengan kepemilikan penyedia layanan penerbangan asing yang masuk ke Indonesia di mana setidaknya 51% kepemilikan harus dari dalam negeri.

Dia menyebutkan, kepemilikan 51% dalam negeri itu itu tak melulu harus oleh maskapai penerbangan juga.  "Ownership harus dengan orang lokal. Ga mesti dengan orang yang punya bisnis penerbangan," katanya.

Hal berikutnya, adalah terkait dengan rute. Maskapai asing yang masuk ke Indonesia tidak boleh hanya mengambil rute-rute gemuk saja tetapi juga rute-rute ke daerah perintis. 

Kendati demikian, sejauh ini belum ada pembahasan terkait perbandingan jumlah rute gemuk dan rute perintis yang bisa dan harus diambil oleh maskapai asing. Menurutnya, hal ini perlu dibahas mendalam dengan pihak terkait seperti Indonesian National Air Carrier Association (INACA) dan lainnya.

Adapun, untuk menghindari kalah saing, maskapai dalam negeri pun diminta untuk terus berbenah dan menata diri. Dia pun yakin bahwa maskapai dalam negeri tangguh dan siap menghadapi persaingan.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten