Anggota Djarum Adventure Club berfoto bersama di puncak Gunung Ungaran, Minggu (23/6/2019). (Istimewa)

Solopos.com, SEMARANG - Djarum Adventure Club (DAC) menggelar berbagai kegiatan sejak terbentuk 28 Oktober 2018. Pada Sabtu-Minggu (22-23/6/2019), mereka mendaki Gunung Ungaran. Aktivitas klub yang menjadi wadah karyawan Djarum itu tidak sekadar mendaki. Di setiap pendakian, konservasi dilakukan dengan menanam pohon dan memungut sampah sepanjang perjalanan.

“Pada pendakian ini, kami menanam pohon mahoni. Kami juga menyebar bibit pohon kaliandra, hasil pusat pembibitan tanaman di Djarum. Selain itu para peserta juga memungut sampah di sepanjang perjalanan,” ujar pembina DAC, Vincentius Arvi Oktaviendra, dalam rilis yang diterima Solopos.com, Selasa (25/6/2019).

Pohon kaliandra berasal dari Guetamala dan memiliki bunga yang indah dengan warna pink. Manfaat pohon ini adalah menahan erosi di dataran tinggi. Daunnya bisa digunakan sebagai makanan ternak. “Selain konservasi, kegiatan naik Gunung Ungaran ini sebagai pemanasan sebelum menjelajah ke gunung lain. Banyak peserta baru yang ambil bagian. Agustus mendatang kami akan naik ke Gunung Prau dalam rangka HUT Kemerdekaan Indonesia,” tambah dia.

Dalam rangka HUT ke-68 PT Djarum, DAC mendaki tujuh gunung yang berlokasi di Jawa Tengaah. Tujuh gunung tersebut antara lain Gunung Temanggung, Gunung Prau, dan Gunung Kembang di Wonosobo serta Gunung Andong di Magelang.

Arvi menambahkan saat ini PT Djarum juga membuat plastik ramah lingkungan. Plastik dari bahan singkong ini bernama Cassava. Plastik tersebut saat terkena air panas, bisa larut. Dalam beberapa kesempatan naik gunung, plastik ini selalu dibawa, karena mudah terurai di tanah, dibandingkan plastik organik lainnya.

Salah satu peserta, Laili Fitriyana, terkesan mengikuti pendakian ke Gunung Ungaran. Selain melepas stres dan olahraga, melalui kegiatan ini dia bisa ikut menjaga kelestarian alam. Dia berharap anak, cucu, dan generasi seterusnya masih bisa menikmati alam dan gunung di Indonesia.

“Tidak ada persiapan khusus, hanya sedikit latihan fisik dan kemas-kemas barang, sehari sebelum perjalanan,'' ujar dia.

Ketua DAC, Agus Satriyo Budi, menceritakan pada awal terbentuknya, DAC hanya memiliki 25 anggota, namun dalam perkembangannya anggota bertambah mencapai 150 orang dari seluruh divisi di PT Djarum.

Selain kegiatan internal, kegiatan eksternal juga beberapa kali diikuti. Salah satunya kegiatan 1.001 pendaki menanam pohon di Ungaran beberapa waktu lalu. Selain mengikutkan anggotanya, beberapa pohon juga disumbangkan untuk ditanam. Dia berharap DAC bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan konservasi di Indonesia.

''Jadi kami komitmen pada acara konservasi. Mulai dari pemungutan sampah, hingga penghijauan dengan menenam dan menyebar bibit pohon. Harapannya, hutan-hutan gunung di Indoneia tetap lestari,'' tambah dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten