• Para peserta Salatiga Christmas Parade menampilkan pertunjukan drumblek, Sabtu (14/12/2019). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Solopos.com, SALATIGA – Umat Kristiani di Salatiga memiliki tradisi yang unik untuk menyambut Natal. Salah satunya yakni dengan menggelar pawai atau karnaval yang disebut Salatiga Christmas Parade.

Tahun ini, acara Salatiga Christmas Parade kembali digelar, Sabtu (14/12/2019). Ribuan umat Kristiani Salatiga pun tumpah ruah turun ke jalan.

Sambil mengenakan pakaian bertema natal, mereka berjalan dari kampus Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menuju kompleks kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Salatiga.

Sepanjang perjalanan, mereka juga menampilkan pertunjukan drumband, dan drumblek, sambil diiringi mobil hias. Parade itu pun menjadi perhatian bagi warga yang tengah melintas di sepanjang jalan yang dilalui peserta.

Ketua Badan Kerja sama Gereja Salatiga (BKGS), Purwanto, mengatakan total ada 46 kelompok dari gereja dan sekolah yang mengikuti parade tersebut. Mereka berjalan kaki sekitar dua kilometer untuk menyapa warga dan menyambut perayaan Natal 2019 yang segera tiba.

“Ada 2.900 peserta yang ikut parade, mereka dari gereja dan sekolah,” ujar Purwanto kepada wartawan di Salatiga.

Menurut Purwanto, Salatiga Christmas Parade merupakan salah satu perwujudan toleransi di Kota Salatiga. Selain itu, ia juga berharap acara itu menjadi ikon pariwisata di Salatiga.

• Wali Kota Salatiga, Yuliyanto (tengah), dan Ketua DPRD Salatiga, Dance Ishkak Palit (paling kiri), menyaksikan Salatiga Christmas Parade di kompleks Kantor DPRD Salatiga, Sabtu (14/12/2019). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

“Kami harap acara ini bisa menjadi daya tarik wisatawan ke Salatiga. Acara ini bisa menjadi pariwisata religi agar umat Kristiani dari daerah lain berkunjung ke Salatiga, karena ini kegiatan rutin tahunan,” terangnya.

Purwanto mengungkapkan tema Salatiga Christmas Parade tahun ini adalah Kebhinnekaan Menuju Tunggal Ika. Tema itu diartikan sebagai ungkapan umat Kristiani di Salatiga yang beraneka ragam tapi sangat mendambakan perdamaian dan menghargaan perbedaan.

“Dengan tema ini, kami mengingatkan kepada seluruh umat Kristiani agar selalu bisa menerima perbedaan dan meningkatkan rasa toleransi,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga selalu memberikan ruang dan kesempatan seluruh warga untuk berekspresi, tanpa terkecuali.

“Termasuk warga Kristiani untuk melaksanakan perayaan hari besar keagamaannya, termasuk Salatiga Christmas Parade di tahun ini dan tahun-tahun yang akan datang,” ujarnya.

Yuliyanto berharap kegiatan ini bisa membantu masyarakat di Salatiga merawat dan meningkatkan toleransi. Terlebih lagi selama ini Kota Salatiga terkenal sebagai kota paling toleran nomor dua di Indonesia.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten