Ini Bunyi Pasal dalam Perbup No. 67/2022 yang Diprotes Perangkat Desa di Sragen

Ada beberapa pasal dalam Perbup Sragen No. 67/2022 tentang Pengelolaan Aset Desa yang membuat perangkat desa tidak nyaman karena mengutak-atik soal tanah bengkok yang dianggap jadi hak mereka.

 Ketua Praja Sragen Sumanto (tengah) menerima nasi tumpeng perwakilan dari kecamatan di Gedung IPHI Nglorog, Sragen, Sabtu (12/11/2022) lalu. (Solopos.com/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Ketua Praja Sragen Sumanto (tengah) menerima nasi tumpeng perwakilan dari kecamatan di Gedung IPHI Nglorog, Sragen, Sabtu (12/11/2022) lalu. (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Perangkat desa di Sragen memprotes Peraturan Bupati (Perbup) No. 67/2022 tentang Perubahan atas Perbup No.76/2017 tentang Pengelolaan Aset Desa. Perbup itu dianggap merugikan mereka.

Perbup tersebut mengatur tentang pengelolan aset desa berupa tanah bengkok dengan cara disewa. Para perangkat desa menilai tanah bengkok menjadi hak mereka. Sebelum direvisi menjadi Perbup 67/2022, perangkat desa yang tergabung dalam Praja Sragen juga memprotes Perbu No76/2017.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Berikut ini pasal-pasal di Perbup No. 67/2022 yang disoal Praja Sragen.

Pasal 16

Pemanfaatan aset desa berupa sewa dilakukan atas dasar

  1. tidak mengubah status kepemilikan aset desa;
  2. menguntungkan desa;
  3. jangka waktu paling lama 3 (tiga) tahun sesuai dengan jenis kekayaan desa dan dapat diperpanjang; dan
  4. penetapan tarif sewa ditetapkan dengan keputusan Kepala Desa setelah mendapat persetujuan BPD.

Baca Juga: Praja Sragen bakal Ajukan Revisi Perbup Aset Desa, Bupati Menolak

Pasal 21A

(1) Pemanfaatan aset desa berupa tanah kas desa eks-bengkok dilakukan dengan cara sewa.

(2) Hasil sewa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan untuk membayar tunjangan bagi Kepala Desa dan Perangkat Desa selama yang bersangkutan menjabat dan dimasukkan ke rekening kas desa yang ditetapkan dalam APBDesa.

Pasal 21B

Tata cara pelaksanaan Sewa Tanah Kas Desa Eks Bengkok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21A ayat (1) adalah sebagai berikut:

  1. sewa tanah kas desa eks bengkok dengan pola tanam dan jenis tanamannya lebih dari 1 (satu) tahun harus mendapatkan ijin camat;
  2. sewa tanah kas desa eks bengkok sebagaimana dimaksud pada huruf a paling lama 3 (tiga) tahun dan tidak melewati masa jabatan;
  3. kepala desa selaku pemegang kekuasaan pengelolaan aset desa mengajukan permohonan tarif sewatanah kas desa eks bengkok kepada BPD;
  4. setelah mendapatkan persetujuan BPD, kepala desa menetapkan keputusan tentang tarif sewa tanah kas desa eks bengkok;
  5. kepala desa dan perangkat desa mengajukan permohonan sewatanah kas desa eks bengkok kepada kades selaku pemegang kekuasaan pengelolaan aset desa;
  6. kades dan perdes melaksanakan rapat untuk membahas permohonan sewa tanah kas desa eks bengkok disaksikan oleh camat;
  7. pelaksanaan sewa tanah kas desa eks bengkok sebagaimana dimaksud pada huruf a dilakukan setiap tahun;
  8. hasil penetapan nilai sewa tanah kas desa eks bengkok dituangkan dalam berita acara;
  9. pembayaran sewa tanah kas desa eks bengkok dibayarkan dalam tahun anggaran berkenaan dan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Desa yang disahkan oleh camat; dan
  10. penyewa membayar pajak bumi dan bangunan atas obyek bidang tanah kas desa eks bengkok.

Baca Juga: Sambut Pergantian Sekda, Praja Sragen Syukuran dengan 100 Tumpeng

Sikap Bupati

Seperti diberitakan, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menolak merevisi Perbup No. 67/2022 tentang Pengelolaan Aset Desa. Sebelumnya Praja Sragen meminta Bupati merevisi Perbup tersebut karena dianggap bertentangan dengan Perbup No. 47/2019 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan Perangkat Desa Lainnya di Kabupaten Sragen.

“Kami sudah melakukan revisi sesuai peraturan perundang-undangan atas Perbup sebelumnya. Anda boleh tinggal di luar Sragen atau luar Indonesia kalau tidak menurut [dengan aturan]. Tidak ada revisi! Tetap itu [Perbup 67/2022],” ujar Bupati Yuni saat ditemui wartawan di halaman RSUD Sukowati Tangen, Sragen, Senin (14/11/2022).

Rencana pengajuan revisi atas Perbup No. 67/2022 itu diungkapkan Ketua Praja Sragen, Sumanto dalam rapat koordinasi dan syukuran pergantian Sekretaris Daerah (Sekda) yang baru di Gedung IPHI Nglorog, Sragen, Sabtu (12/11/2022) lalu.

“Kalau bicara subtansinya, ada hal-hal yang belum diatur di Perbup tersebut dan membuat repot perangkat desa. Misalnya, bengkok untuk kepala desa dan perangkat desa sudah diatur tetapi bengkok untuk BPD [Badan Permusyawaratan Desa], RT, dan pensiunan belum diatur,” ujar Sumanto.

Baca Juga: Kecuali Solo dan Wonogiri, Kades/Lurah di Soloraya Bermotor Dinas N-Max Merah

Dia mengungkapkan Perbup No. 76/2017 tidak dilaksanakan karena Praja selalu geger karena kukuh menilai tanah bengkok itu melekat pada jabatan. “Dulu bunyinya dilelang sekarang menjadi disewa. Perbup No. 67/2022 itu justru mengatur bengkok itu disewakan dengan aturan yang rumit,” ujarnya.

Dalam forum ini, Sumanto meminta persetujuan untuk meminta Bupati Sragen merevisi Perbup No. 67/2022 tersebut karena bengkok yang menjadi hak perangkat desa diutik-utik.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Selain Parang, Batik Motif Slobog juga Wajib Dihindari Tamu Pernikahan Kaesang

      Selain parang/lereng, ada motif batik lain yang wajib dihindari untuk dikenakana oleh tamu acara pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono, yaitu motif slobog.

      Korsleting, 1 Rumah di Permukiman Padat Penduduk Delanggu Klaten Terbakar

      Diduga akibat korsleting, satu rumah di tengah permukiman Dukuh Sanggrahan, Desa Sabrang, Kecamatan Delanggu terbakar, Jumat (9/12/2022) dini hari.

      Solopos Hari Ini: Pesta Raya Demokrasi di Desa

      Pemilihan kepala desa (pilkades) di Sukoharjo menjadi pesta rakyat dan dirayakan dengan cara yang khas.

      Presien Jokowi Ungkap Momen Iriana hingga Bobby Menangis saat Siraman Kaesang

      Presiden Jokowi mengungkapkan momen Kaesang Pangarep, Ibu Negara Iriana, dan Bobby Nasution menangis saat acara siraman jelang pernikahan Kaesang di Sumber, Solo, Jumat (9/12/2022).

      Kalahkan Solo, Penurunan Kemiskinan di Sragen 2022 Tertinggi Kedua di Soloraya

      Persentase penurunan kemiskinan di Sragen tahun ini menjadi yang tertinggi kedua di Soloraya. Bahkan, dibandingkan persentase penurunan kemiskinan rata-rata di Jateng, Sragen masih lebih tinggi.

      Belum Nyerah! Tuntas Subagyo Yakin PKR bakal Berlaga di Pemilu 2024

      Ketua Umum Partai Kedaulatan Rakyat (PKR), Tuntas Subagyo, optimistis partainya bakal lolos dan bisa berlaga di Pemilu 2024.

      Bermodal Rp500.000, Mantan KPM PKH di Sragen Kini Miliki 3 Warung Mi Ayam

      Juragan mi ayam dengan label warung Pak Ndut itu menyatakan keluar dari keluarga penerima manfaat (KPM) PKH tahun lalu dan kini sukses dengan memiliki tiga warung mi ayam di wilayah Masaran.

      Janur Kuning Melengkung dan Kembar Mayang dalam Pernikahan Adat Jawa

      Puluhan janur kuning melengkung mulai dipasang menjelang pernikahan adat Jawa, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono, Minggu (11/12/2022), selain janur kuning, kembar mayang juga ikut dipasang.

      Realisasi Pendapatan Pajak 2022 di Sukoharjo Naik 16,91%

      Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Sukoharjo Richard Tri Handoko menyebut capaian realisasi pajak daerah sampai dengan (30/11/2022) naik 16,91%.

      Bakesbangpol Karanganyar Gelar Penguatan Kerukunan Beragama, Ini Tujuannya

      Pertemuan bertujuan merawat kerukunan umat beragama dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan serta stabilitas negara.

      Ribuan Sukarelawan Jokowi akan Pakai Tanda Pengenal di Pernikahan Kaesang

      Saat ini terdata 13.000 orang lebih [sukarelawan] yang akan datang dan seluruhnya akan diberi tanda pengenal.

      Menang Lawan Petahana, Cakades Terpilih di Wonogiri Akan Rangkul Lawan

      Aris Wahyu Suryanto, mengatakan setelah dinyatakan terpilih dan mengalahkan cakades petahana nomor urut 2, Margono, akan berupaya membangun hubungan baik dengan pihak lawan

      Stok Darah PMI Karanganyar Hari Ini 9 Desember 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Karanganyar hari ini, Jumat (9/12/2022), bisa disimak pada artikel ini.

      Nyam, Festival Durian Lokal Digelar 4 Hari di Selogiri Wonogiri, Ini Jadwalnya

      Di antara durian lokal yang dijual, berasal dari Sumatra, Kalimantan, hingga beberapa daerah di Jawa. Harga yang ditawarkan pun beragam, mulai dari Rp100.000/tiga buah hingga Rp120.000/buah.

      Diawali Menteri Nyirami Kaesang, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Terakhir

      Ada tujuh pasangan yang melakukan siraman kepada calon manten Kaesang yang merupakan keluarga Presiden Jokowi serta menteri, yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md bersama istri.