Kepala DPMPTSP Salatiga, Sulistyaningsih, memberikan paparan kepada para pelaku usaha terkait perizinan online di Kantor DPMPTSP Salatiga, beberapa waktu lalu. (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Semarangpos.com, SALATIGA –  Kondisi wilayah yang sempit tak membuat investasi di Kota Salatiga surut. Memasukki usia ke-1.269 investasi di kota yang terletak di kaki Gunung Merbabu itu justru kian menggeliat, terutama di bidang perdagangan dan jasa.

Data yang diperoleh Solopos dari Dinas Penenaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Salatiga menyebutkan sepanjang 2019 sudah ada sekitar 185 pelaku usaha yang melakukan investasi di Salatiga. Nilai investasinya pun mencapai sekitar Rp384.232.280.946 atau naik sekitar 58% dari realisasi 2018, yakni Rp243.031.287.366.

Kepala DPMPTSP Kota Salatiga, Sulistyaningsih, menyebutkan mayoritas investor di Kota Salatiga merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mereka melakukan investasi pada sektor perdagangan dan jasa.

“Saat ini memang banyak pelaku UMKM yang melakukan investasi. Hal ini sejalan dengan instruksi Wali Kota Salatiga yang menginginkan pertumbuhan ekonomi dari sektor UMKM,” ujar Sulistyaningsih saat dijumpai Espos beberapa waktu lalu.

Sulistyaningsih menyebutkan mengeliatnya investasi di Kota Salatiga juga tak bisa dilepaskan dari aspek kemudahan yang diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga dalam bidang perizinan usaha.

Saat ini perizinan usaha di Kota Salatiga telah menerapkan sistem elektronik atau online, melalui tiga aplikasi yakni Online Single Submission (OSS), Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG), dan aplikasi SiCantik.

“Dengan aplikasi online ini membuat pelaku usaha lebih mudah dalam melakukan perizinan. Pelaku usaha dapat melakukan input data permohonan secara mandiri tanpa harus datang ke kantor DPMPTSP Kota Salatiga,” imbuh mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Salatiga itu.

Dengan sistem online ini, DPMPTSP Kota Salatiga pun optimistis akan banyak pelaku usaha yang melakukan investasi di kota berslogan Hati Beriman itu. Terutama dari sektor UMKM.

Terlebih lagi hingga saat ini masih banyak pelaku UMKM yang belum mengurus perizinan usahanya. Data yang diterima DPMPTS Kota Salatiga ada sekitar 1.350 UMKM yang ada di kota tersebut. Namun dari jumlah sebanyak itu baru 10% atau sekitar 125 UMKM yang telah mengurus perizinannya.

“Dengan kondisi geografis Salatiga yang terbilang kecil, fokus investasi kami lebih kepada penanaman modal dalam negeri (PMDN), yakni dari sektor UMKM. Meski pun dari sektor PMA [penanaman modal asing] juga tidak bisa diabaikan,” ujar perempuan yang akrab disapa Lis itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten