Tutup Iklan

Ini Besaran UMR Tahun 2022 yang Diinginkan Buruh di Jateng

Serikat buruh di Jateng yang tergabung dalam KSPI berharap UMR atau UMP Jateng pada 2022 mengalami kenaikan sekitar 10%.

 Ilustrasi demo buruh menolak upah murah. (Dok. JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi demo buruh menolak upah murah. (Dok. JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)

Solopos.com, SEMARANG — Serikat pekerja atau buruh di Jawa Tengah (Jateng) berharap pemerintah di Jawa Tengah (Jateng) tidak menggunakan aturan baku dalam menetapkan kenaikan Upah Minimum Regional (UMP) atau Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minumum Kabupaten/Kota (UMK) 2022. Mereka ingin pemerintah di Jateng memutuskan kenaikan UMP maupun UMK sesuai kebutuhan hidup layak (KHL).

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jateng, Aulia Hakim, menyebutkan berdasarkan survei KHL yang telah dilakukan para buruh, idealnya UMR dan UMK tahun 2022 di Jateng mengalami kenaikan sekitar 10% dibanding tahun lalu. Pada tahun lalu, UMP di Jateng ditetapkan naik sekitar 3,7% menjadi Rp1.798.979,12. Praktis, jika tahun ini mengalami kenaikan 10%, UMP Jateng yang diinginkan buruh adalah Rp1.978.877,032.

“Itu harapan kami [UMP naik 10%]. Kenaikan 10% sesuai dengan survei KHL yang telah kita lakukan, sesuai dengan kebutuhan para buruh, terutama selama masa pandemi ini. Pada masa pandemi ini kan kebutuhan buruh juga mengalami kenaikan, harus beli masker, handsanitizer, dan juga vitamin. Makanya, kami berharap pemerintah memenuhi tuntutan kami,” ujar Aulia kepada Solopos.com, Rabu (26/10/2021).

Baca juga: UMR Jateng 2022 Diprediksi Naik, Jadi Berapa?

Kendati demikian, Aulia mengaku keinginan kaum pekerja atau buruh itu akan mengalami sedikit hambatan. Hal ini menyusul aturan baku dari pemerintah yang memutuskan mekanisme penetapan UMR seusai UU No.11/2020 tentang Cipta Kerja dan PP No.36/2021 tentang Pengupahan.

“Kalau mengacu pada aturan itu, kenaikan UMP akan ditentukan berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Kalau seperti itu, jelas kita tidak akan mengalami kenaikan yang signifikan. Apalagi, pertumbuhan ekonomi kan mengalami kontraksi. Kalau pun naik, prediksi kami sekitar 1-2%. Itu enggak sesuai bagi buruh memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng, Sakina Rosellasari, mengatakan pihaknya akan segera membahas UMR 2022 dalam waktu dekat ini. “Sesuai regulasi [pengumuman UMP akan dilakukan] tanggal 21 November,” jelas Sakina.

Dewan Pengupahan Provinsi (DPP) Jateng mulai pekan depan juga akan melakukan pembahasan UMP 2022. Rencana, dalam agenda itu akan dihabah mengenai tahapan pembahasan dan rapat penetapan UMR atau UMP 2022.

Baca juga: UMK Kota Semarang 2017 Naik 11,2% Jadi Rp2.125.000

Penentuan UMP Jateng itu nantinya akan dijadikan acuan sebelum pembahasan upah minimum turunnya, yakni UMK di 35 kabupaten/kota. Berdasarkan Pasal 29 PP No.36/2021, penentuan UMP mesti ditetapkan paling lambat 21 November. Sedangkan penetapan UMK ditetapkan selambat-lambatnya 30 November.

Saat ini, UMP Jawa Tengah masih berada di bawah provinsi-provinsi tetangga. UMP Jawa Barat dan Jawa Timur saat ini sudah berada di atas Rp1.800.000 sementara di Jawa Tengah angkanya berada di Rp1.789.979. Sedangkan dari 35 kabupaten/kota di Jateng, UMK tertinggi ada di Kota Semarang, yakni Rp2.810.025. Sedangkan UMK terendah di Jateng ada di Kabupaten Banjarnegara, yakni Rp1.805.000.


Berita Terkait

Berita Terkini

Sebut Penetapan UMK 2022 Jateng Inkonstitusional, Buruh Siapkan Gugatan

Buruh di Jateng yang tergabung dalam Aliansi Buruh Jawa Tengah menyebut penetapan UMK 2022 di Jateng yang diputuskan Gubernur Ganjar Pranowo inkonstitusional.

Bupati Grobogan Minta Permasalahan Pertanian di MT Satu Diselesaikan

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengingatkan masih ada pekerjaan rumah terkait pertanian pada musim tanam satu (MT-1).

Gasak 16 Tabung Oksigen RSUD Muntilan, Warga Semarang Ditangkap

Seorang warga Kota Semarang ditangkap aparat kepolisian setelah mencuri 16 tabung oksigen milik RSUD Muntilan, Kabupaten Magelang.

Kapal Kebakaran di Cilacap, Distribusi Pupuk di Jateng Aman

PT Pupuk Indonesia memastikan kebakaran yang melanda kapal bermuatan pupuk, KM Soemantri Brodjonegoro, di perairan Cilacap tak berdampak pada alur distribusi pupuk di Jateng.

Salatiga Terapkan PPKM Level 1, Wali Kota: Tetap Disiplin Prokes

Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, memutuskan status PPKM di wilayahnya menjadi level 1 berdasarkan Instruksi Mendagri (Inmendagri).

5 Rekomendasi Kuliner Khas Pemalang

Inilah rekomendasi lima kuliner khas Pemalang yang lezat dan wajib dicicipi.

Keripik Jamur Dieng, Oleh-Oleh Khas Wonosobo

Keripik jamur dieng merupakan salah satu kuliner khas Kabupaten Wonosonbo, Jawa Tengah, yang biasa dijadikan oleh-oleh.

Pekalongan Terancam Tenggelam, Ini Sabuk Hijau Penangkal Abrasi

Pekalongan Mangrove Park merupakan wilayah sabuk hijau yang membentengi wilayah pesisir pantai utara Jawa Tengah itu dari abrasi yang mengancam tenggelamnya daratan.

Asale Kuliner Tempe Mendoan, Fast Food Kearifan Lokal Khas Banyumas

Kuliner tempe mendoan khas Banyumas merupakan wujud fast food dengan kearifan lokal yang sarat makna.

Berdalih Depresi, WNA di Magelang Simpan Puluhan Pil Psikotropika

Seorang warga negara asing atau WNA di Kabupaten Magelang ditangkap polisi karena menyimpan puluhan pil jenis psikotropika.

Waduh! Gadis Bawah Umur di Grobogan Jadi Korban Pemerkosaan Tetangga

Seorang tokoh agama di Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, NR, 58, ditangkap polisi, diduga telah memperkosa tetangganya, NV, 12.

UMK Jateng 2022 Ditetapkan, Rata-Rata Naik 0%, Paling Tinggi Sukoharjo

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, telah menetapkan UMK 2022 untuk 35 kabupaten/kota di Jateng yang kenaikannya rata-rata sangat minim.

Kapal Bermuatan Pupuk Kebakaran di Perairan Cilacap

Sebuah kapal bermuatan pupuk mengalami kebakaran di perairan Teluk Penyu, Cilacap.

Legenda Aji Saka dan Cikal-Bakal Aksara Jawa

Legenda tentang Aji Saka diyakini berkaitan dengan asal-usul serta peradaban orang Jawa, termasuk menjadi cikal-bakal lahirnya aksara Jawa.

Asale Bahasa Ngapak, Ternyata Dari Suku Kutai di Kalimantan Timur

Bahasa Bayumasan alias bahasa Ngapak ternyata berasal dari dialek Suku Kutai, Kalimantan Timur, yang menetap di Jawa Tengah.