Ilustrasi PNS (Istimewa-Setkab.go.id)

<p><strong>Solopos.com, JAKARTA &ndash;</strong> Seusai Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) mengenai pemberian tunjangan hari raya (<a href="http://news.solopos.com/read/20180504/496/914294/6-hal-penting-wajib-anda-ketahui-soal-thr">THR</a>) dan gaji ke-13, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati didampingi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menyampaikan keterangan mengenai besaran THR dan gaji ke-13 itu.</p><p>&ldquo;Yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya adalah bahwa <a href="http://news.solopos.com/read/20180515/496/916299/thr-cair-paling-lambat-sepekan-sebelum-lebaran">tunjangan hari raya</a> dibayarkan tidak hanya dalam bentuk gaji pokok, namun termasuk di dalamnya adalah tunjangan keluarga, tunjangan tambahan dan tunjangan kinerja,&rdquo; kata Menkeu kepada wartawan, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/5/2018) siang, seperti dilansir <em>Setkab.go.id</em>.</p><p>Lanjut Menkeu, Pegawai Negeri Sipil (PNS), prajurit TNI, dan Polri, akan mendapatkan THR yang hampir atau sama dengan <em>take home pay</em> mereka satu bulan.</p><p>Adapun untuk gaji ke-13, menurut Menkeu, akan dibayarkan sebesar gaji pokok, tunjangan umum, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan dan tunjangan kinerja. Untuk <a href="http://news.solopos.com/read/20180523/496/917969/pemerintah-beri-thr-untuk-pensiunan-pns">pensiun</a> ke-13, tambah Menkeu, dibayarkan sebesar pensiun pokok, tunjangan keluarga dan tunjangan tambahan penghasilan.</p><p>&ldquo;Seperti tadi disampaikan oleh Bapak Presiden yang berbeda tahun ini adalah bahwa pensiunan mendapatkan THR, karena tahun lalu pensiunan tidak mendapatkan THR,&rdquo; tegas Menkeu.</p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten