Tutup Iklan
Bedak berbentuk tepung. (Guardian)

Solopos.com, JAKARTA - Para ibu yang tergabung dalam forum di Mamapedia.co.id tengah resah. Komunitas ibu muda ini rata-rata mulai khawatir dengan penggunaan bedak tabur untuk bayi mereka.

Memang penggunaan bedak tabur sudah sangat membudaya di kalangan para ibu sejak zaman dulu. Alasan anak diberikan bedak tabur agar tubuhnya tidak lembab dan berkeringat. Selain itu, aroma bedak bayi biasanya sangat khas sehingga aroma tubuh anak terasa lebih menyegarkan.

Akan tetapi, para ibu muda masa kini ternyata mulai khawatir dengan penggunaan bedak tabur karena takut anak mengalami alergi dan gangguan pernapasan. CEO Mamapedia.co.id Cindy Charlota menyatakan kekhawatiran para ibu yang tergabung dalam komunitas dari di situs yang dikelolanya itu. “Banyaknya informasi yang beredar dan anjuran dokter membuat para ibu milenial itu merasa bedak tabur memiliki risiko tertentu,” ujar Cindy.

Hal ini terutama pada anak-anak yang memiliki alergi, pada umumnya partikel pada bedak dapat mengganggu pernapasan.

Anak yang alergi pada kandungan dalam bedak bayi dapat menimbulkan berbagai reaksi. Bisa saja mengalami masalah gatal di kulit, atau bahkan sesak napas. Hal ini dapat terjadi karena yang namanya alergi adalah kondis mana kala tubuh bereaksi tidak normal terhadap alergen.

Alergi pada umumnya memang berdasar pada riwayat keluarga atau istilahnya memiliki bakat alergi dari sananya. Ada orang yang mengalami alergi ketika mengonsumsi sesuatu, menyentuh sesuatu, atau bahkan menghirup sesuatu yang menjadi pemicu alergi.

Tubuh penderita alergi biasanya langsung mengeluarkan reaksi yang tidak biasa terhadap alergen.

Anak-anak yang mengalami alergi harus diperhatikan betul. Jangan sampai masalah alergi malah merusak proses tumbuh kembangnya. Hal ini pula yang membuat orang tua perlu memperhatikan jenis alergen apa yang dapat memicu alergi pada anak.

Ganggu Pernapasan

Berbicara soal bedak, sebetulnya studi dari American Pedriatric Association (APA) 2017 tidak merekomendasikan penggunaan bedak tabur karena partikel bahan mineral pada bedak dapat mengganggu sistem pernapasan bayi.

Dokter spesialis anak Attila Dewanti dari Rumah Sakit Brawijaya Antasari Jakarta mengatakan bahwa gangguan sistem pernapasan bayi yang mungkin terjadi akibat penggunaan bedak tabur adalah luka pada paru sehingga bayi mengalami sesak napas dan batuk kronis. Kondisi ini bisa terjadi apabila bayi menghirup partikel bedak secara berulang dalam jangka waktu tertentu.

Hal ini dapat terjadi karena partikel bedak tabur yang terbawa di udara dapat dengan mudah dihirup bayi. Partikel itu kemudian bisa mempengaruhi saluran pernapasan dan kesehatan bayi secara umum. Apalagi jika jenis bedak yang digunakan tidak teruji klinis keamanannya.

Sebetulnya, menurutnya penggunakan produk bayi sebetulnya tidak berbahaya. Akan tetapi, pemilihan produk perawatan kulit bayi harus disesuaikan dengan jenis kulit dan kondisi si anak. Bagi anak-anak yang alergi terhadap bahan bedak, sebaiknya jangan diaplikasikan bedak tabur. Apalagi bayi tidak dapat mengungkapkan apa yang dirasakannya langsung sehingga orang tua sering kecolongan di sini.

Attila menyarankan untuk menggunakan produk perawatan bayi yang berbentuk cair atau losion dari pada yang berbentuk tepung. Hal ini dinilainya akan mengurangi dampak gangguan pernapasan yang dikhawatirkan tadi.

Berdasarkan hasil uji lembaga survei independen Home Testes Club terhadap 519 responden pada Maret 2019, ditemukan bahwa 9 dari 10 ibu kini lebih setuju bahwa penggunaan produk cair lebih aman dibandingkan dengan bedak tabur.

Pemilihan produk perawatan bayi mestinya dilakukan dengan serius. Orang tua sebaiknya memilih produk dengan bahan yang alami dan aman diaplikasikan pada kulit bayi yang masih sensitif. Selain itu, untuk bayi yang mengalami alergi sebaiknya dipantau jenis alergen apa yang sensitif baginya.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten