Didi Kempot (JIBI/Solopos/Burhan Aris Nugraha)

Solopos.com, SOLO — Lagu Stasiun Balapan adalah satu lagu legendaris milik Didi Kempot. Bukan hal baru lagi, lagu tersebut memang menceritakan seseorang yang patah hati, seperti lagu-lagu lain milik Didi Kempot.

Lagu Stasiun Balapan mengisahkan seseorang yang terpisah di Stasiun Balapan Solo, Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng). Sang kekasih awalnya berjanji hanya pergi sebentar, bahkan tak sampai satu bulan.

Namun ternyata, sang kekasih ingkar janji dan tak kunjung kembali. Belum berhenti sampai di situ, sang pujaan hati juga tak kunjung memberi kabar dan menghilang tanpa kejelasan.

Inilah terjemahan lirik lagu Stasiun Balapan milik Didi Kempot:

Ning Stasiun Balapan
(Di Stasiun Balapan)

Kutha Sala Sing Dadi Kenangan
(Kota Solo yang menjadi kenangan)

Kowe Karo Aku
(Kau dan aku)

Nalika Ngeterke Lungamu
(Ketika mengantar pergimu)

Ning Stasiun Balapan
(Di Stasiun Balapan)

Rasane Kaya Wong Kelangan
(Rasanya seperti orang kehilangan)

Kowe Ninggal Aku
(Kau tinggalkan aku)

Ra Krasa Netes Eluh Ning Pipiku
(Tak terasa, menetes air mata di pipiku)

Da... Dada Sayang
(Da.... Dada sayang)

Da... Slamat Jalan
(Da... Selamat jalan)

Janji Lunga Mung Sedela
(Janji hanya pergi sebentar)

Jare Sewulan Ra Ana
(Katanya tak sampai sebulan)

Pamitmu Nalika Semana
(Pamitmu saat itu)

Ning Stasiun Balapan Sala
(Di Stasiun Balapan Solo)

Janji Lunga Mung Sedela
(Janji hanya pergi sebentar)

Malah Tanpa Kirim Warta
(Malah sekarang tanpa kabar)

Lali Apa Pancen Nglali
(Lupa atau memang pura-pura lupa)

Yen Eling Mbok Enggal Bali
(Kalau ingat lekaslah kembali)

Ning Stasiun Balapan
(Di Stasiun Balapan)

Kutha Sala Sing Dadi Kenangan
(Kota Solo yang menjadi kenangan)


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten