Ini Alasan Tugu Perguruan Silat di Sragen Bakal Dibongkar
Penampakan salah satu tugu perguruan silat yang berdiri di tepi jalan Ring Road Selatan Sragen, tepatnya di wilayah Mojo, Sragen, Jumat (26/6/2020). (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN - Ratusan tugu perguruan silat di Kabupaten Sragen bakal dibongkar. Tujuannya untuk menanggulangi aksi perusakan tugu yang sedang marak yang bisa berakibat perseteruan.

Ketua PSHT Sragen, Jumadi, menilai aksi pengrusakan tugu perguruan silat terjadi karena adanya provokasi yang muncul melalui pesan berantai. Dia mengakui pengurus PSHT Sragen kesulitan untuk mengendalikan anggotanya yang berjumlah ribuan. Kadang kala mereka bergerak tanpa melalui instruksi dari pimpinan.

“Sepanjang malam kami terus berusaha mengendalikan massa supaya mereka mau bubar. Namun, sulit mengendalikan massa sebanyak itu. Perusakan tugu itu terjadi karena adanya provokasi di media sosial atau Whatsapp,” papar Jumbadi.

Diprediksi Karena Kartu Miskin, Kuota Siswa Jalur KKM SMP di Sragen Sepi Pendaftar

Kapolres Sragen, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo lantas bertemu dengan perwakilan perguruan silat karena maraknya perusakan tugu. Dia memimpin rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) bersama tiga perwakilan perguruan silat di Ruang Sukowati, kompleks Setda Sragen, Jumat (26/6/2020).

Pertemuan

Tiga perguruan silat yang hadir pada kesempatan itu adalah Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Sragen yang diketuai Jumbadi, PSHT Sragen yang diketuai Surtono dan Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti Sragen yang diketuai Waluyo.

Pertemuan itu menyepakati semua tugu perguruan silat yang berdiri di tepi jalan umum harus dibongkar. Hal ini dikarenakan belakangan kerap terjadi aksi pengrusakan tugu perguruan silat yang dipicu oleh informasi bernada provokasi yang beredar di media sosial.

Tahapan Pilkada 2020 Mulai Lagi, KPU Boyolali Bersiap Lakukan Coklit Data Pemilih

“Pembongkaran semua tugu perguruan silat itu dilakukan sesuai kesepakatan bersama. Hari ini kami baru mengundang PSHT [dua kubu] dan IKSPI. Tapi Senin [29/6/2020], semua perwakilan perguruan silat akan kami kumpulkan. Semua harus berkomitmen untuk menjaga Sragen tetap kondusif,” terang Kapolres saat ditemui wartawan seusai acara.

Kapolres menjelaskan saat ini terdapat 187 tugu perguruan silat milik PSHT Sragen dan 19 tugu milik IKSPI Kera Sakti. Dari dua perguruan silat itu, terdapat 206 tugu perguruan silat yang harus dirobohkan. Jumlah itu belum termasuk dengan tugu dari perguruan silat lain seperti Pagar Nusa, Cempaka Putih dan lain-lain.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom