Ini Alasan Pasangan Calon Harjo Pakai Kata “Nyawiji” di Kampanye Pilkada Wonogiri
Pasangan Hartanto-Joko Purnomo (Harjo) dan Joko Sutopo-Setyo Sukarno (Josss). (Solopos/M. Aris Munandar)

Solopos.com, WONOGIRI -- Pasangan calon atau paslon Hartanto-Joko Purnomo (Harjo) punya alasan tersendiri mengapa menggunakan kata nyawiji sebagai slogan kampanye di Pilkada Wonogiri 2020.

Alasan tersebut dituturkan calon wakil bupati pasangan yang diusung PKB, Partai Gerindra, dan PKS ini, Joko Purnomo, kepada Solopos.com, Sabtu (26/9/2020).

Mantan ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri dua periode itu mengatakan sejak awal paslon Harjo mengusung visi guyup rukun bersama-sama mewujudkan Wonogiri bermartabat, adil, dan makmur untuk semua. Kemudian, ternyata Harjo mendapat nomor urut satu di kontestasi Pilkada Wonogiri 2020.

Video Pasangan Mesum di Alun-Alun Sragen Viral, Begini Tanggapan Pemkab Sragen

Kata satu dan visi 'bersama-sama' dinilai sangat tepat dengan kata nyawiji. “Untuk semua guyup rukun bareng-bareng. Dapat nomor satu, ya nyawiji,” kata Joko di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri, Sabtu pagi.

Selain itu, nyawiji juga diterjemahkan sebagai iman. “Iman diyakini dalam hati, diucapkan dengan lisan, dilakukan dengan perbuatan. Jadi Saiyeg saeka kapyti, nyawiji milih nomer siji [bersama/bersatu memilih nomor satu],” jelas dia.

Joko mengaku sama sekali tidak terpikir bahwa penggunaan kata nyawiji akan menjadi masalah. Kata tersebut spontan muncul karena memang sesuai dengan padanan kata satu yang menjadi nomor urut Harjo dan terjemahan visi mereka.

Puluhan APK Liar di Klaten Dipreteli, Pemilik Bisa Ambil di Bawaslu

Tidak Melanggar Undang-Undang

“Sama sekali tidak terpikirkan di sana [paslon Josss] pakai [nyawiji]. Tapi kan beda, sana ‘go nyawiji’, kita ‘nyawiji’. Betul-betul itu terjemah kata satu dan visi misi [Harjo]. Spontanitas tidak ada tendensi apa-apa,” urai dia.

Disinggung tudingan Tim Pemenangan Josss yang menyebut penggunaan kata nyawiji bisa membelokkan psikologi masyarakat, Joko menegaskan hal tersebut tidak berkorelasi.

Lagi pula, dia menegaskan tidak ada regulasi yang bisa menjadi landasan bagi KPU Wonogiri untuk melarang penggunaan kata nyawiji untuk slogan kampanye Harjo.

Deklarasi Damai Pilkada Wonogiri Terkendala, 2 Paslon Rebutan Kata “Nyawiji”

“Kalau toh misalnya masyarakat teralihkan [secara psikologis], ini kan persoalan lain. Tidak ada larangan undang-undang. Tidak ada alasan KPU menolak,” tegas dia.

Diberitakan sebelumnya, rencana deklarasi kampanye damai Pilkada Wonogiri 2020 yang sedianya digelar Sabtu pagi terkendala gara-gara dua paslon sama-sama ingin memakai kata nyawiji di tagline kampanye masing-masing.

Pasangan calon nomor urut satu, Harjo, memakai taglineSaiyeg saeka kapti, nyawiji milih nomer siji” (bersama atau bersatu memilih nomor satu). Tagline ini digunakan di media kampanye mereka.

250 Kereta Pesanan Bangladesh Rampung, Kini Inka Kejar Proyek Ini

Branding Joko Sutopo

Sedangkan pasangan calon nomor urut dua, Joko Sutopo-Setyo Sukarno (Josss), juga sudah menggunakan branding yang memuat kata nyawiji, yakni “Go nyawiji sesarengan mbangun Wonogiri” (ayo bersatu bersama membangun Wonogiri).

Hingga berita ini diturunkan, musyawarah membahas penggunaan kata nyawiji di slogan kampanye dua paslon di Pilkada Wonogiri masih berlangsung.

12.495 Personel Linmas Dapat Tugas Tambahan Saat Pilkada Klaten

Musyawarah diikuti paslon Josss didampingi Ketua Tim Pemenangan Josss, Sriyono, dan paslon Harjo bersama Tim Pemenangan Harjo, Sumarwoto Umar.

Selain itu, ada komisioner KPU Wonogiri lengkap dan perwakilan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Wonogiri, yakni Ketua Bawaslu Wonogiri Ali Mahbub dan Joko Wuryanto. Musyawarah yang sudah berlangsung dua jam sempat dihentikan saat waktu Salat Zuhur dan kini kembali dilanjutkan.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom