Ini Alasan Kenapa Permainan Tradisional Penting untuk Anak
Keceriaan anak-anak saat memainkan bakiak di Kampung Olahraga Tradisional, Jumat (26/9/2014). (Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja)

Ratusan anak di Kulonprogo mengikuti lomba permainan anak tradisional.

Solopos.com, KULONPROGO-- Sekitar 600 anak mengikuti lomba permainan tradisional tingkat Kabupaten Kulonprogo, di Alun-alun Wates, Senin (9/10/2017).

Mereka saling unjuk kemampuan dalam permainan tradisional yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Disbud) Kulonprogo, beberapa di antaranya lomba bakiak, gobak sodor, dan egrang.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kulonprogo Untung Waluyo mengatakan, ada banyak sekali jenis permainan tradisional yang berkembang di tengah masyarakat. Permainan-permainan itu, dapat membangun karakter anak, di tengah buaian kemajuan teknologi, yang membuat anak-anak lebih memilih telepon genggam, dari pada permainan tradisional.

"Pada tahun ini, permainan tradisional yang dilombakan harus dimainkan beregu. Sehingga membutuhkan strategi, kerjasama, kekompakan dan kreativitas kelompok dan individu masing-masing peserta," kata dia.

Permainan ini diikuti 12 tim yang merupakan perwakilan 12 kecamatan, masing-masing mengirimkan 50 orang anak. Salah satu peserta, Rido Jaya mengungkapkan, dirinya senang menjadi peserta lomba gobak sodor. Ia juga menyebut, tidak ada kesulitan berarti dalam memainkan gobak sodor, karena ia kerap memainkannya bersama teman-temannya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom