Ini Alasan Eks TKW Geram kepada Ustaz Yusuf Mansur

Miaristi menjadi member PT Veritra Sentosa Internasional (VSI) milik Ustaz Yusuf Mansur pada tahun 2013.

 Miaristi alias Helwa (kanan) menanggung malu karena berstatus Star Leader International PT VSI di mana banyak uang milik member yang tidak bisa cair. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Miaristi alias Helwa (kanan) menanggung malu karena berstatus Star Leader International PT VSI di mana banyak uang milik member yang tidak bisa cair. (Istimewa)

Solopos.com, TANGERANG — Salah satu peserta investasi Ustaz Yusuf Mansur, Miaristi, sangat geram dengan dai kondang tersebut.

Pasalnya, ia mengaku tidak hanya menjadi korban investasi namun juga menjadi kejaran rekan-rekannya yang menjadi member VPay (kini Paytren) lantaran uang mereka tidak bisa dicairkan.

PromosiSejarah Kanal Baki dan Dam Bareng Sukoharjo Peninggalan Hindia Belanda

Miaristi bercerita dirinya menjadi member PT Veritra Sentosa Internasional (VSI) milik Ustaz Yusuf Mansur pada tahun 2013.

Saat menawarkan program itu, ujar dia, Yusuf Mansur berstatus sebagai pendiri sekaligus pemilik PT VSI. PT VSI memproduksi VeritraPay (VPay), yakni portal layanan personal payment one stop service.

VPay yang belakangan berubah menjadi Paytren bisa dipakai untuk membayar beragam keperluan seperti listrik, TV berbayar, internet, asuransi dan lain-lain.

Baca Juga: Didatangi Puluhan Karyawan Paytren, Yusuf Mansur Seperti Dapat Obat

Setahun setelah menjadi member, Miaristi menjabat sebagai  Star Leader Internasional PT VSI yang anggotanya para TKW dari berbagai negara antara lain Hongkong, Taiwan dan Malaysia. Pada tahun 2014 tersebut ia memiliki downline hingga 500-an orang.

Uniknya, meskipun menjadi member VPay para TKW ini tidak bisa mengakses ID mereka lantaran VPay hanya bisa digunakan di Indonesia. Praktis selama bertahun-tahun mereka mereka menjadi member tanpa bisa menggunakan fasilitas tersebut.

“VPay tidak bisa dipakai di luar negeri, bisanya hanya di Indonesia. Padahal posisi kami kan di luar negeri. Jadi otomatis bertahun-tahun sebagai member VPay itu kami tidak pernah bisa menggunakan. Pada akhir 2014 saya pulang ke Indonesia. Saya mau akses VPay ternyata tidak bisa. Kata staf di Paytren karena kami dari luar negeri sudah ganti nomor. Tapi kan data saya sudah ada, kan bisa dicek. Katanya VPay sudah pindah ke Paytren sehingga cashback tidak bisa dicairkan,” keluh Miaristi  dalam perbincangan di kanal Youtube Kanal Anak Bangsa yang dikutip Solopos.com, Selasa (25/1/2022).

Baca Juga: Paytren Dinobatkan Sebagai Pengumpul Zakat Terbaik

Yang membuat beban bagi Miaristi bukan sekadar uang investasinya yang hilang. Posisinya sebagai Star Leader Internasional VSI dengan downline hingga ratusan orang menjadi beban moral dan mental hingga kini. Orang-orang yang dulu direkrutnya mengarahkan telunjuk kepada dirinya.

“Tahun 2014 itu kan saya Star Leader International, punya 500 orang di samping kiri dan kanan saya, belum lagi ada atasan saya juga. Karena saya Star Leader saya merasa tidak enak dengan teman-teman, seolah-olah saya melarikan uang mereka. Padahal saya sendiri juga tertipu,” katanya menjawab pertanyaan CEO Kanal Anak Bangsa TV, Rudi S. Kamri.

Miaristi mengaku mengajak banyak orang terdiri atas kerabat, teman dan guru mengajinya untuk ikut menjadi member VPay. Orang-orang yang diajaknya itu ikut membeli paket program VPay. Saat akhirnya VPay itu hangus, orang-orang yang direkrutnya itu menjadi beban mental buatnya.

Baca Juga: Eks Karyawan Paytren Minta Gaji Mereka Dibayar Yusuf Mansur

“Saya ambil beberapa paket, totalnya Rp60 juta. Saya juga daftarkan guru ngaji, kerabat, teman. Saat kembali ke Indonesia ternyata cashback tidak bisa dicairkan, hanya nominal-nominal di bank,” katanya.

Miarisit mengaku beberapa kali mendatangi Kantor VSI di Jl. Sukarno Hatta, Bandung pada tahun 2015 dan 2017 untuk mengurus VPay itu.

Miaristi takkan berhenti mengejar dai kondang tersebut agar uang investasinya kembali. Jika tak didapatkan di dunia, ia akan mengejar sampai akhirat.

“Pak Yusuf Mansur, berhentilah merugikan umat dengan money game yang menurut para ulama haram. Soal uang saya, tergantung Ustaz. Jika di dunia ini tidak bisa dipertanggungjawabkan di akhirat akan saya tagih,” ujar Miaristi

Ia mengikuti dua bisnis yang digalang Yusuf Mansur yakni sebagai member di PT Veritra Sentosa Internasional (VSI) dan investasi kondominium Moya Vidi.

Miaristi yang saat itu masih bekerja sebagai di Hongkong menyetor uang puluhan juta melalui transfer kepada Yusuf Mansur.

Baca Juga: Investasi Dituding Bodong, Ini Kata Ustaz Yusuf Mansur

Dikutip dari kanal Youtube Daqu Channel, Ustaz Yusuf Mansur mengakui mendapatkan sanksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Juli 2013 atas aktivitasnya menggalang dana dari umat Islam untuk patungan usaha.

Sanksi itu berupa edukasi dengan meminta Yusuf Mansur menghentikan penggalangan dana sampai perizinannya diurus. Dirinya langsung menghentikan penggalangan dana sembari mengurus perizinan dan baru kelar pada 2017.

“Dulu bukan gagal tapi berhenti karena regulasi, OJK menyetop. Dan kita sudah setop duluan sebelum diminta OJK, karena ada nasihat dari Pak Dahlan Iskan (mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan),” ujarnya seperti dikutip Solopos.com, Kamis (16/12/2021) lalu.

Setelah berhenti menghimpun dana dari jamaah, kata Yusuf Mansur, dirinya dan tim lantas mengurus perizinan dengan didampingi OJK. Akhirnya aset patungan usaha itu menjelma menjadi manajemen aset syariah.

Baca Juga: Kena Sanksi OJK, Yusuf Mansur Ubah Patungan Usaha Jadi Paytren

“Habis itu kan kami kembalikan untuk masuk lagi dengan cara yang benar. Nah proses perizinannya panjang hingga aset patungan usaha menjelma menjadi manajemen aset syariah resmi dapat izin OJK pada 2018. Nah habis itu teman-teman bisa masuk lagi melalui reksadana,” katanya.

Yusuf Mansur mengakui dirinya mempunyai banyak salah. Pasalnya, berbagai usaha yang ia galang adalah bentuk ikhtiar untuk umat yang memang dilakukan dengan coba-coba.

“Kesalahan saya terus nyoba-nyoba, misalkan kayak nabung tanah itu baru. Saya berbuat pasti saya banyak salahnya, pasti banyak kesandungnya, mohon doanya semoga lancar. Kalau nipu sih insyaallah kagak. Perbandingannya 2.000 orang sudah dikembalikan lalu memimpin manajemen aset syariah. Sudah berpuluh tahun loh umat gak punya loh, harusnya publik bisa menilai,” lanjut dia.

Baca Juga: Galang Investasi, Ustaz Yusuf Mansur Pernah Kena Sanksi dari OJK

Yusuf Mansur tetap kukuh dengan langkahnya terkait dengan manajemen aset syariah. Bahkan, klaim dia, saat ini manajemen aset syariah sedang berproses divestasi dengan salah satu BUMN.

“Aset manajemen syariah ini lagi proses divestasi ke BUMN besar banget di negeri ini yang asetnya Rp300 triliun, ini kan kemajuan,” tutupnya.

Berdasarkan data Solopos.com, Ustaz Yusuf Mansyur meluncurkan manajemen aset syariah pertama di Indonesia dengan nama PT PayTren Aset Manajemen (PAM) pada bulan Desember 2017.

Dalam sebuah diskusi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 Desember 2017, cucu ulama Jakarta almarhum K.H. Mansur itu optimistis kehadiran PAM menjawab kebutuhan investasi syariah yang selama ini digencarkan oleh OJK. Apalagi, kata dia, PayTren telah memiliki jumlah anggota yang mencapai 1,7 juta pengguna.

Baca Juga: Getol Kritik Yusuf Mansur, Ini Target Sudarso Arief Bakuama

“Kami harap ada banyak yang bisa ikut kami sumbangkan. Bila masyarakat punya pilihan dan pilihan itu bukan hanya legal tapi juga syari. Untuk itu kami ajak masyarakat untuk berinvestasi jangka panjang,” katanya.

Sebagai langkah awal, PAM akan menyasar anggota dari komunitas PayTren yang jumlahnya mencapai 1,7 juta sebagai nasabah awal.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Aspal Meleleh, Krisis Iklim Perburuk Gelombang Panas India-Pakistan

+ PLUS Aspal Meleleh, Krisis Iklim Perburuk Gelombang Panas India-Pakistan

Gelombang panas ekstrim menghantam India dan Pakistan dengan cuaca bertemperatur tinggi hingga 50 derajat celcius yang membuat aspal meleleh dan diprediksi bakal lebih buruk akibat krisis iklim.

Berita Terkini

Aspal Meleleh, Krisis Iklim Perburuk Gelombang Panas India-Pakistan

Gelombang panas ekstrim menghantam India dan Pakistan dengan cuaca bertemperatur tinggi hingga 50 derajat celcius yang membuat aspal meleleh dan diprediksi bakal lebih buruk akibat krisis iklim.

Belum Ada Bintang Terang, Aja Kesusu…

Frasa ”aja kesusu” atau jangan terburu-buru yang dikemukakan Presiden Joko Widodo dalam acara Rapat Kerja Nasional Pro Jokowi (Projo) di Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu (21/5/2022), adalah pesan yang berlaku umum, namun juga bisa ditafsirkan lebih sempit sesuai konteks dan ruangnya.

Andika Perkasa Muncul dalam Bursa Capres NasDem

Nama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Rahmat Gobel masuk dalam bursa capres Partai NasDem.

Profil Ketua MK Anwar Usman, Adik Ipar Baru Presiden Jokowi

Ketua MK Anwar Usman resmi menjadi adik ipar Presiden Jokowi setelah menikahi Idayati di Solo, Kamis (26/5/2022).

Memprihatinkan, Belum Banyak Mahasiswa Hukum Baca Putusan Peradilan

Cukup memprihatinkan, mahasiswa Fakultas Hukum saat ini tidak tertarik untuk membaca putusan-putusan hukum semisal putusan MK terkait dengan persoalan KPK.

Mengundang Bencana di Tanah Bencana

Ekspansi industri dan pembangunan infrastruktur di kawasan pesisir Kota Semarang hingga Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, menicayakan krisis lingkungan berupa tanah ambles dan banjir atau rob.

Temui Presiden dalam GPDRR di Bali, Save The Children Suarakan Aspirasi

Presiden Joko Widodo menyambangi Rumah Resiliensi Indonesia (RRI) sebagai bagian dari Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022.

Nikahi Adik Jokowi, Ketua MK Anwar Usman Pernah Main Film, Ini Judulnya

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman yang menikahi adik Jokowi, Idayati, ternyata pernah bermain film. Apa judulnya?

Kembalinya Sentralisasi

Penunjukan dan pengangkatan para penjabat kepala daerah pada 2022 dan 2023 dengan masa jabatan setahun hingga lebih dari dua tahun sama saja dengan mengembalikan sentralisasi pemerintahan.

Nikahi Adik Jokowi, Ketua MK Anwar Usman Pernah Jadi Guru Honorer

Nikahi adik Jokowi, Idayati, ternyata Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman, ternyata pernah menjadi guru honorer.

Biodata Anwar Usman, Ketua MK yang Nikahi Adik Jokowi Hari Ini

Ini dia biodata atau profil dari Anwar Usman, Ketua MK yang menikahi adik Jokowi, Idayati hari ini, Kamis, 26 Mei 2022.

Dinilai Berhasil Kendalikan Covid-19, Indonesia Dapat Pujian dari PBB

Perhimpunan Bangsa-Bangsa (PBB) memuji Indonesia yang dinilai berhasil mengendalikan Covid-19 sehingga perhelatan forum Platform Global Pengurangan Risiko Bencana (GPDRR) 2022.

Kisah Nokia yang Hilang dan DPD yang Merasa Dibedakan

Saat Apple membukukan keuntungan US$123,9 miliar atau setara Rp1,779 triliun per Desember 2021, Nokia justru mulai dilupakan.

Sejarah Hari Ini: 26 Mei 1889 Menara Eiffel Dinaiki Pengunjung

Beragam peristiwa bersejarah di berbagai belahan dunia terjadi dari tahun ke tahun pada 26 Mei.

Ada Beasiswa S2 di China dari Luhut dan LPDP, Begini Persyaratannya

Untuk teknis pelaksanaan program beasiswa tersebut, Menteri Luhut bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Penembakan Massal di Texas, 14 Siswa dan Seorang Guru Terbunuh

Penembak yang baru berusia 18 tahun tewas oleh polisi yang merespons kejadian penembakan massal itu.