Tutup Iklan

Ini 8 Aksi Konvergensi Pemkab Sukoharjo Cegah Stunting

Pemkab Sukoharjo melakukan intervensi pencegahan stunting lewat delapan aksi konvergensi yang melibatkan lintas sektoral.

 Ilustrasi Stunting  (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Stunting (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SUKOHARJO – Pemkab Sukoharjo melakukan intervensi pencegahan stunting lewat delapan aksi konvergensi yang melibatkan lintas sektoral. Aturan itu dilaksanakan guna menekan kasus stunting di Sukoharjo.

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo menggelar rembuk pencegahan stunting di Gedung Menara Wijaya, Kamis (25/11/2021). Kegiatan itu dihadiri kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan 20 kepala desa yang wilayahnya menjadi target sasaran pencegahan stunting.

Baca Juga: Waduh! 20 Desa di Sukoharjo Rawan Kasus Stunting, Pemkab Bentuk TPK

Sekda Sukoharjo, Widodo, mengatakan kasus stunting di Indonesia menduduki rangking dua di Asia Tenggara dan rangking lima di dunia. Karena itu, pencegahan kasus stunting menjadi program prioritas nasional sejak 2020.

Permasalahan stunting berkaitan erat dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM) menuju generasi emas pada 2045. “Pencegahan stunting harus melibatkan lintas sektoral. Baik pemerintah pusat, daerah hingga tataran desa/kelurahan. Elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan juga berperan dalam pencegahan stunting,” kata dia, Kamis.

Terdapat delapan aksi konvergensi pencegahan stunting meliputi analisis situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, peraturan bupati/walikota, pembinaan keluarga penerima manfaat, sistem manajemen data, pengukuran dan publikasi stunting, dan review kinerja tahunan.

Baca Juga: Selamat! Ini Daftar 7 Desa Terbaik dalam Penurunan Stunting di Wonogiri

Pemkab Sukoharjo telah menerbitkan regulasi berupa Perbup No 8/2020 tentang Pencegahan Stunting di Kabupaten Sukoharjo. Hal ini ditindaklajuti dengan surat keputusan Bupati Sukoharjo tentang penetapan desa/kelurahan prioritas pencegahan stunting terintegrasi di Kabupaten Jamu.

“Komitmen pencegahan stunting mengacu pada perbup. Ini tantangan besar pemerintah untuk mengurangi angka kasus stunting pada masa pandemi Covid-19,” ujar Widodo.

Kepala DKK Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan terdapat 20 desa/kelurahan yang menjadi prioritas pencegahan stunting di Sukoharjo. Target sasaran pencegahan stunting yakni calon pengantin, ibu hamil, dan ibu yang memiliki bayi di bawah tiga tahun.

Baca Juga: Desa Kerjo Lor Juara Penanganan Stunting di Wonogiri, Ini Programnya

Kasus stunting diukur berdasarkan tinggi dan berat badan anak yang disesuaikan dengan usia. Pertumbuhan anak dianggap normal jika tinggi badan selalu bertambah setiap saat. Sebaliknya, apabila pertumbuhan anak terhambat maka tinggi badan anak lebih pendek dibanding ukuran normal.

“Pencegahan stunting dilakukan melalui intervensi pemenuhan gizi baik untuk ibu hamil maupun anak di bawah tiga tahun. Salah satu penyebab stunting adalah kekurangan gizi,” kata dia.


Berita Terkait

Berita Terkini

Tertahan, Simpanan Anggota KSP SB Solo Ada yang Sampai Rp570 Juta Lho

Nilai uang simpanan para anggota KSP Sejahtera Bersama Regional Solo yang masih tertahan hingga saat ini bervariasi dan ada yang mencapai Rp570 juta seorang.

Djaran Goyang-Magbul, Ini Merek Rokok Ilegal Dimusnahkan di Sukoharjo

Ribuan bungkus rokok ilegal hasil sitaan Kantor Bea dan Cukai Surakarta dalam ratusan kali operasi penegakan selama 2020-2021 dimusnahkan di Sukoharjo.

UMK Wonogiri Naik 0,07%, SPSI: Harusnya Lebih dari Inflasi 1%

UMK Wonogiri naik sekitar 0,07% disbanding tahun lalu.

Masalah Adminduk Persulit Advokasi Orang dengan HIV/AIDS di Wonogiri

Masalah administrasi kependudukan mempersulit Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Wonogiri untuk mengadvokasi orang dengan HIV/AIDS.

Sukses di Bendosari, Bazar Tani Ditiru 11 Kecamatan Lain Se-Sukoharjo

Kecamatan Bendosari dianggap sukses menggelar bazar tani sehingga Distankan Sukoharjo meminta semua kecamatan mengadakan kegiatan serupa.

Naik Kelas Tipe C, RS Waras Wiris Andong Boyolali Berbenah

Saat ini, RS memiliki kapasitas 101 tempat tidur, fasilitas CT Scan 128 slide, rontgen panoramic hingga USG 4 Dimensi.

Jalan Setapak ke Situs Watu Genuk Kragilan Boyolali bakal Dicor

Hasil ekskavasi yang digelar Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah lalu membikin peluang pengembangan kawasan wisata di sana makin terbuka.

Makin Wah, Tirto Mili Klaten bakal Dilengkapi Embung dan Pulau Buatan

Pemancingan Tirto Mili di Desa Pasung, Wedi, Klaten, bakal ditingkatkan dengan membangun embung dilengkapi pulau buatan.

KSP Sejahtera Bersama Solo Bermasalah, Anggota Minta Atensi Pemerintah

Pemerintah diharapkan bisa hadir dan membantu memberikan solusi atas kasus gagal bayar koperasi simpan pinjam seperti yang terjadi di KSP Sejahtera Bersama Solo.

Optimalkan Pajak Galian C, Pemkab Klaten Gandeng Desa di Lereng Merapi

Bupati Klaten Sri Mulyani berharap warga ikut membantu mengendalikan aktivitas pertambangan galian C.

Umur Kurang 1 Bulan, Perempuan Menangis Gagal Daftar Perdes Wonogiri 

Seorang perempuan warga Pokoh Kidul sampai menangis tidak bisa mendaftar perangkat desa sebab umurnya kurang satu bulan.

Pasar Legi Solo Segera Ditempati, Gibran: Aturannya bakal Lebih Ketat!

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan akan membuat aturan baru yang lebih ketat di Pasar Legi untuk mencegah terulangnya kebakaran pada 2018 lalu.

Pakar Pengupahan UNS Solo: Penetapan UMK 2022 Untungkan Pengusaha

Pakar pengupahan yang juga akademisi UNS Solo menilai penetapan UMK 2022 yang berdasarkan PP No 36 lebih berpihak pada kalangan pengusaha ketimbang pekerja.

Ini Poin-Poin SE Wali Kota Solo Terkait Pengetatan Jelang Libur Nataru

SE Wali Kota Solo tentang PPKM yang terbit pada Selasa (30/11/2021) mengatur sejumlah pengetatan aktivitas masyarakat sebagai antisipasi libur Nataru.

Pelaku Begal Payudara di Klaten Ditangkap, Mengaku Beraksi 10 Kali

Pelaku berinisial F, 31, warga Kecamatan Klaten Tengah, ditangkap di rumahnya, Selasa (30/11/2021) pagi.