Ini 6 Cara Melestarikan Candi Plaosan Klaten agar Tidak Punah

Candi Plaosan merupakan kompleks percandian yang terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten.

 Candi Plaosan di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. (Istimewa/Instagram @iqbalxpangestu)

SOLOPOS.COM - Candi Plaosan di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. (Istimewa/Instagram @iqbalxpangestu)

Solopos.com, KLATENCandi Plaosan merupakan kompleks percandian yang terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Candi Plaosan yang tergolong candi Buddha terdiri dari kompleks Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul.

Sebagai bangunan bersejarah, Candi Plaosan patut dilestarikan agar tidak punah. Selain itu, Candi Plaosan juga menjadi tempat wisata.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Candi Plaosan dikunjungi para pelancong dari berbagai daerah. Perlu diadakan pelestarian Candi Plaosan guna menjaga salah satu peninggalan bersejarah Kerajaan Mataram Kuno ini.

Dalam melestarikan sebuah situs bersejarah, diperlukan partisipasi dari berbagai pihak. Hal itu termasuk pengunjung dan warga yang tinggal di lingkungan kompleks Candi Plaosan.

Sebagai warga Indonesia yang memiliki berbagai warisan bersejarah, menjaga dan melestarikan adalah tugas masyarakat masa kini. Dilansir dari makalah Pelestarian Candi Plaosan Sebagai Warisan Bersejarah di Klaten Jawa Tengah oleh Nanik Widyanti tahun 2018, inilah beberapa kiat melestarikan Candi Plaosan:

Baca Juga: Sakjose! Bugisan Klaten Masuk 50 Besar Desa Wisata Terbaik Nasional

1. Menjaga Alam di Sekitar Candi Plaosan

Alam yang hijau dan asri dapat menambah keindahan Candi Plaosan. Selain itu, alam yang subur dapat membuat udara sekitar menjadi lebih sejuk. Oleh sebab itu, menjaga alam di sekitar candi juga penting. Misalnya dengan membuang sampah pada tempatnya dan menanam tumbuhan.

2. Mengadakan Acara Pentas Seni

Masyarakat yang hidup di kompleks Candi Plaosan mengadakan acara pentas seni setiap Minggu. Cara tersebut merupakan cara yang modern untuk melestarikan budaya dan tradisi yang ada. Acara pentas seni ini melibatkan warga mulai dari usia anak-anak hingga dewasa.

Baca Juga: Kunjungi Desa Wisata Bugisan, Sandiaga Kepincut Ecoprint-Pring Sedapur

3. Mengadakan Acara yang Mengajarkan Tentang Candi Plaosan

Acara seperti Festival Candi Kembar merupakan salah satu kiat yang menarik minat pengunjung. Acara ini diadakan setahun sekali. Festival Candi Kembar merupakan bagian dari peluncuran desa wisata yang bekerja sama dengan ISI Surakarta. Dalam Festival Candi Kembar ditampilkan macam-macam tarian dari seluruh nusantara dan mengajarkan nilai sejarah Candi Plaosan.

4. Mengadakan Festival Gerobak Sapi

Festival Gerobak Sapi yang diadakan di Candi Plaosan menggambarkan tentang kehidupan masyarakat. Gerobak sapi digunakan sebagai alat angkut hasil-hasil bumi. Festival yang mendatangkan ratusan gerobak sapi ini diharapkan untuk mencegah kepunahan gerobak sapi sebagai transportasi.

Baca Juga: Situs Kali Woro Klaten, Candi di Aliran Lahar Dingin Gunung Merapi

5. Candi Plaosan Sebagai Wisata Religi

Candi Plaosan sebagai candi Buddha juga digunakan sebagai tempat ibadah. Secara tidak langsung, umat yang beribadah mengetahui keberadaan Candi Plaosan. Sadar maupun tidak, akan lebih banyak masyarakat yang mengetahui Candi Plaosan.

6. Tempat Syuting

Pemandangan yang ada di Candi Plaosan merupakan unsur yang indah jika digunakan sebagai tempat syuting. Apabila Candi Plaosan sering digunakan sebagai tempat syuting, maka Candi Plaosan akan semakin dikenal.

 

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Antiklimaks Penuntasan Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

      + PLUS Antiklimaks Penuntasan Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

      Penerbitan Keputusan Presiden tentang Pembentukan Tim Penyelesaian Nonyudisial Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu bisa menjadi antiklimaks penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM berat pada masa lalu.

      Berita Terkini

      Tiap Hari Wong Sragen Beli 57 Kendaraan Bermotor Anyar

      Pembelian kendaraan baru oleh warga Sragen pada 2021 mencapai 1.702 unit per bulan atau 56-57 unit per hari.

      Desa Ibunda Jokowi di Boyolali Absen jadi Percontohan IF, Kenapa?

      Desa masa kecil ibunda Presiden RI, Joko Widodo, yakni Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Boyolali menjadi daerah percontohan program unggulan kementerian pertanian dengan nama Integrated Farming (IF) pada 2021.

      Sewindu FSRD UNS Solo, Ada Pameran Internasional hingga Kompetisi Lho

      FSRD UNS Solo memperingati Dies Natalis kedelapan atau sewindu dengan berbagai kegiatan mulai dari pameran internasional hingga kompetisi seni.

      Sampah Berserakan Seusai Karnaval Karanganyar, Pramuli Jadi Solusi

      Sampah berserakan setelah Karnaval Jalan Kaki Pemkab Karanganyar usai. Beruntung ada Pramuka Peduli (Pramuli) Karanganyar dan sukarelawan lain yang mau terjun turun tangan memungut sampah-sampah yang berserakan.

      Pemanfaatan Aset BUMDes Girimarto, Kejari: Tak Perlu Tunggu Putusan

      Pemanfaatan aset Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama Lenggar Bujo Giri tidak perlu menunggu putusan pengadilan.

      Sukoharjo Gudangnya Tanaman Obat dan Kosmetik, Ini Daftar Lokasinya

      Penanaman biofarmaka di Sukoharjo tersebar di 12 kecamatan. Daerah Sukoharjo Selatan  seperti Nguter, Tawangsari, Bulu dan Bendosari menjadi lokasi persebaran terbanyak tanaman biofarmaka.

      Kuasa Hukum Ahli Waris: Silakan Bersih-Bersih Sriwedari Solo, Tapi...

      Kuasa hukum ahli waris tanah Sriwedari, Solo, mempersilakan Pemkot melakukan bersih-bersih kawasan tanah sengketa itu, tapi juga mengingatkan ihwal putusan pengadilan.

      Walah, Proyek Rel Layang Joglo Solo Munculkan Lokasi Kemacetan Baru

      Pengerjaan tahap II proyek rel layang memunculkan lokasi kemacetan baru di Simpang Tujuh Joglo, Banjarsari, Solo.

      Penjual Jamu di Nguter Sukoharjo Bungah Banget, Ini Penyebabnya

      Bahan baku jamu tradisional di Sukoharjo terbilang mencukupi  meskipun beberapa diambilkan dari daerah lain. Oleh karena itu, penjual bahan baku jamu tidak perlu mengimpor untuk mencukupi kebutuhan penjualan.

      Ada Fashion Show Batik Ciprat Karya Disabilitas di Karnaval Wonogiri

      Batik ciprat buatan penyandang disabilitas asal Desa Pucung, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, turut ditampilkan saat karnaval kebangsaan di Kecamatan Kismantoro, Kamis (18/8/2022).

      Soto Budhe Djiman Boyolali, 31 Tahun Gratis untuk Anak Yatim Piatu

      Pasangan suami istri pemilik Warung Soto Budhe Djiman, Jiman, dan Sri Arbaini, selalu menggratiskan makan dan minum bagi anak yatim, piatu, dan yatim piatu sejak tahun 1991.

      Pengusutan Jual Beli Lahan Bong Mojo Solo Lanjut, Ada Tersangka Lain?

      Meski sudah menetapkan dua tersangka, penyidik Polresta Solo memastikan penyidikan kasus jual beli lahan makam Bong Mojo masih terus berlanjut.

      Soal Sriwedari Solo, Gibran Disarankan Konsultasi ke Kementerian Ini

      Pemkot Solo disarankan untuk berkonsultasi ke pemerintah pusat sebelum melakukan upaya penataan di lahan kawasan Sriwedari.

      Banyak Ditemukan di Wonogiri Bagian Selatan, Ini Manfaat Tanaman Sorgum

      Wonogiri bagian selatan dinilai menjadi sentra produksi tanaman sorgum.

      Murah dan Segar Soto Kuah Rempah Budhe Djiman di Nogosari Boyolali

      Menikmati kuliner legendaris yakni Warung Soto Budhe Djiman milik Jiman yang berdiri sejak 1991 di Dusun Nogosari Baru, Desa Glonggong, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali.