Ini 3 Lokasi Karantina Pemudik dan ODP Corona di Solo
Dalem Joyokusuman, salah tempat karantina ODP Corona Solo. (Solopos/dok)

Solopos.com, SOLO – Pemkot Solo sedang menyiapkan tiga tempat karantina bagi ODP dan pemudik yang datang dari kawasan zona merh persebaran virus corona. Ketiga lokasi itu adalah Graha Wisata Niaga, Dalem Joyokusuman, dan Dalem Priyosuhartan (bekas rumah Djoko Susilo).

Graha Wisata Niaga dijadikan tempat karantina pemudik di Solo. Sedangkan dua lainnya dijadikan tempat karantina bagi ODP corona yang sempat berkontak erat, kontak sosial, dan kontak area.

Corona Sukoharjo: Grogol Zona Merah, 3 Kecamatan Ini Masih Bersih dari PDP

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan pihaknya tengah memroses peminjaman velbed atau kasur lipat. Kasur itu dipinjam dari Korem 074/Warastratama, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Kandang Menjangan, Lanud Adi Soemarmo, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Polresta Solo.

Dia menarget tempat karantina untuk pencegahan corona di Solo itu selesai dalam waktu kurang dari sepekan.

“Ini sudah mulai dibersihkan. Enggak sampai sepekan harus sudah selesai, yang penting kalau bed sudah dapat, bisa segera beroperasi,” terang dia kepada Solopos.com, Selasa (31/3/2020).

Sosiolog UNS Solo: Pekewuh Bikin Orang Indonesia Sulit Jaga Jarak Sosial

Karantina 14 Hari

Pemudik dan ODP corona di Solo bakal menjalani karantina selama 14 hari. Selama menjalani karantina, mereka bakal mengikuti berbagai kegiatan.

“Mereka enggak cuma tidur saja, tapi ada kegiatan, seperti senam, kesenian, dan sebagainya biar enggak jenuh dikarantina 14 hari,” sambung Rudy.

Upload Foto Ijazah S2, Nama Asli Ashanty Terungkap

Konsumsi makanan harian di tempat karantina corona Solo bakal disuplai dari dapur umum yang dikelola olehDinas Sosial (Dinsos). Kapasitas ketiga lokasi tersebut bisa mencapai ratusan orang.

Rudy menegaskan pemudik yang tiba di Solo harus menjalani karantina guna memutus rantai persebaran virus corona.

“Kalau ada pemudik yang enggak mau, ya, kami melibatkan TNI/Polri. Bukan mau memaksa atau menakuti tapi harus untuk memutus rantai persebaran. Secara fisik, mereka datang kondisi sehat, tapi siapa tahu kalau ternyata di badannya sudah ada virusnya. Karena virus ini kan enggak terlihat,” tandasnya.

Kisah Budi Karya Sumadi dalam Perawatan Corona: Ayo Lawan Corona!


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho