Ini 20 Ramalan Jayabaya Terjadi di Tahun 2022

Dalam ramalan Jayabaya disebutkan bahwa di tahun 2022 atau zaman kalasurata ini, akan terjadi kiamat kubra.

 Jayabaya, Raja Kerajaan Kediri yang dikenal dengan sebutan Ratu Adil dan Satria Piningit di masanya (Sumber: Liputan6.com)

SOLOPOS.COM - Jayabaya, Raja Kerajaan Kediri yang dikenal dengan sebutan Ratu Adil dan Satria Piningit di masanya (Sumber: Liputan6.com)

Solopos.com, LUMAJANG — Menjelang tahun baru 2022 ada banyak orang yang mempunyai kelebihan untuk melihat masa depan dengan cara meramal, salah satu nya yaitu Prabu Jayabaya.

Diketahui Prabu Jayabaya ada di masa Kerajaan Kediri yang dikenal dengan ilmunya yang luas. Dalam ramalan Jayabaya disebutkan bahwa di tahun 2022 atau zaman kalasurata ini, akan terjadi kiamat kubra.

Belum diketahui ramalan tahun 2022 Prabu Jayabaya terbukti atau tidak namun Jayabaya dikenal sebagai salah satu peramal yang ramalannya benar-benar terjadi.

Okezone melansir dari akun TikTok @dax_subang dijelaskan 20 misteri ramalan Jayabaya yang akan terjadi di tahun 2022.

Prabu Jayabaya telah menyebutkan tahun 2022 masuk dalam tahun ganjil atau kalasurata.

Zaman kalasurata ini menggambarkan tanah Jawa yang banyak dihuni oleh orang yang manis budinya dan lemah lembut hatinya, sehabis itu akan berganti, yang artinya menemui kiamat kubra.

Berikut ini 20 misteri dan tanda-tanda kiamat kubra yang diramalkan Jayabaya di tahun 2022.

1. Umah ala saya dipuja, artinya rumah maksiat makin dipuji.
2. Wong wadon lacur ing endi-endi, artinya banyak perempuan lacur di mana-mana.
3. Akeh laknat, artinya banyak kutukan.
4. Akeh pengkhianat, artinya banyak pengkhianat.
5. Anak mangan bapak, artinya anak berani pada bapaknya.
6. Sedulur padha mangan sedulur, artinya saudara makan saudara tidak rukun.
7. Kanca dadi musuh, artinya kawan jadi lawan.
8. Guru disatru, artinya banyak guru dimusuhi.
9. Tangga lan curiga, artinya tetangga saling curiga.
10. Pedagang akeh sing kepelarang, artinya pedagang banyak yang tenggelam.
11. Wong utana akeh sing dadi, artinya penjudi banyak yang merajalela.
12. Akeh barang kang haram, artinya banyak barang haram.
13. Akeh anak kang haram, artinya banyak anak haram.
14. Wong wadon ngelamar wong lanang, artinya perempuan melamar laki-laki.
15. Wong lanang ngasura derajate dhewe, artinya laki-laki menghina derajatnya sendiri.
16. Akeh barang-barang melebuh luang, artinya banyak barang-barang yang terbuang.
17. Akeh uwong kaliren lan wuda, artinya banyak orang lapar dan telanjang.
18. Wong tuku ngelenik wong dodol, artinya pembeli membujuk penjual.
19. Sing dodol akal okol, artinya penjual membujuk si penjual.
20. Wong golek pangan kayak gabuh diintri, artinya ibarat mencari rezeki ibarat gabuh ditampik.

Berita Terkait

Espos Plus

Rehabilitasi Pencandu Narkoba Lebih Efektif Secara Sukarela

+ PLUS Rehabilitasi Pencandu Narkoba Lebih Efektif Secara Sukarela

Kesukaleraan menjalani rehabilitasi lebih efektif mengentaskan pencandu narkoba. Pendekatan hukum acap kali membuat pengguna narkoba tiarap dan enggan melaporkan diri ke institusi penerima wajib lapor.

Berita Terkini

+ PLUS Rehabilitasi Pencandu Narkoba Lebih Efektif Secara Sukarela

Kesukaleraan menjalani rehabilitasi lebih efektif mengentaskan pencandu narkoba. Pendekatan hukum acap kali membuat pengguna narkoba tiarap dan enggan melaporkan diri ke institusi penerima wajib lapor.

Lokasi Kecelakaan Maut di Simpang Rapak Balikpapan Disebut-sebut Rawan

Kecelakaan maut di Jl. Soekarno-Hatta Kilometer 0, kawasan Turunan Rapak atau Turunan Kilo Kota Balikpapan, Kaltim, Jumat (21/1/2022) pukul 06.15 WITA disebut-sebut rawan kecelakaan.

Menteri LHK Siti Nurbaya Surati Semua Gubernur soal Perubahan Iklim, Ini Isinya

Perpres No. 98/2021 telah diundangkan sebagai implementasi pengendalian perubahan iklim serta untuk mendorong dan menata pemanfaatan Nilai Ekonomi Karbon (NEK).

+ PLUS Angka Putus Kuliah Masih Tinggi, Alasan Bantuan UKT Perlu Dilanjutkan

Penyaluran bantuan uang kuliah tunggal [UKT] perlu terus digulirkan mengingat angka putus kuliah yang tergolong tinggi.

Polisi Sebut Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Balikpapan 4 Orang

Polisi merevisi data korban meninggal akibat kecelakaan maut di Jl. Soekarno-Hatta Kilometer 0, kawasan Turunan Rapak atau Turunan Kilo Kota Balikpapan, Kaltim, Jumat (21/1/2022) pukul 06.15 WITA.

Kecelakaan Maut Balikpapan, Begini Pengakuan Sopir Truk Tronton

Sopir truk tronton yang terlibat kecelakaan maut di Jl. Soekarno-Hatta Kilometer 0, kawasan Turunan Rapak atau Turunan Kilo Kota Balikpapan, Kaltim menuturkan kejadian sebelum kecelakakan.

Innalillahi! Truk Tronton Tabrak 20 Mobil dan Motor, 5 Orang Meninggal

Kecelakaan maut terjadi di lampu merah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Jumat (21/1/2022) pukul 06.15 WITA sehingga menyebabkan 5 orang meninggal, 1 orang kritis, dan 13 orang luka berat.

Heroik! Warga Tonga Selamat dari Tsunami Seusai Berenang 27 Jam di Laut

Seorang pria warga Tonga bernama Lisala Folau, 57, mengaku berenang sekitar 27 jam setelah tersapu ke lautan selama tsunami dahsyat pada Sabtu (15/1/2022).

Bantah Tuduhan KPK, Begini Respons Hakim PN Surabaya Pascaterjaring OTT

Hakim PN Surabaya, Itong Isnaeni Hidayat, menolak tuduhan KPK pascaterjaring OTT terkait kasus suap yang menjeratnya saat ini.

Begini Kronologi OTT KPK Kasus Suap Hakim dan Panitera PN Surabaya

KPK membeberkan kronologi OTT kasus suap melibatkan hakim dan panitera pengganti di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada Rabu (19/1/2022).

10 Berita Terpopuler: Pesona Kemukus Sragen dan Kunker Puan ke Soloraya

Ulasan rombongan 12 bus pariwisata dari Magelang mengunjungi Gunung Kemukus di Sragen, Rabu (19/1/2022) dan kunker Puan Maharani ke Soloraya menjadi berita terpopuler di Solopos.com, Jumat (21/1/2022).

Solopos Hari Ini: Tantangan Meramaikan Pasar Legi

Ketua DPR Puan Maharani bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meresmikan bangunan baru Pasar Legi Solo.

Kabar Duka, Siswa Terjatuh ke Laut Saat PKL di Kapal

Siswa SMK itu diduga terjatuh saat melakukan aktivitas di kapal, dan pada saat bersamaan cuaca sedang hujan.

Ini Kode Praktik Suap yang Dipakai Hakim dan Panitera PN Surabaya

Komunikasi di antaranya dilakukan melalui sambungan telepon dengan menggunakan istilah “upeti” untuk menyamarkan maksud dari pemberian uang.

Terburu-Buru Mewujudkan Ibu Kota Baru Negara

Pembahasan hingga pengesahan RUU IKN menjadi undang-undang hanya butuh waktu 42 hari. Lokasi calon ibu kota baru bukan daerah tak bertuan. Di sana banyak konsesi pertambangan dan kehutanan.

+ PLUS Studi Kasus Pelakor Serta Alasan Pria Memilih Berselingkuh

Sejumlah wanita yang mendapat label pelakor blak-blakan menyangkut hubungan terlarang dengan suami orang menjadi objek penelitian.